Selasa, 11 Mei 2021

Pemuda DKI Wafat Usai Disuntik, Kemenkes: Vaksinasi AstraZeneca Tetap Lanjut

 Kabar meninggalnya pemuda 21 tahun asal Jakarta Timur mendadak jadi sorotan publik. Pasalnya, ia meninggal tepat beberapa jam sesudah menerima vaksin Corona AstraZeneca.

Berdasarkan hasil temuan awal investigasi Komnas KIPI dan Komda, belum ditemukan kaitan antara vaksin dengan penyebab meninggal yang bersangkutan. Akankah vaksin Corona AstraZeneca sementara dihentikan?


Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut, vaksinasi Corona akan terus berlanjut. Terlebih, ketersediaan jumlah stok vaksin COVID-19 di Indonesia saat ini terus meningkat.


"Lanjut vaksinasinya sampai ada rekomendasi dari BPOM dan ITAGI," jelas dr Nadia saat dihubungi detikcom, Senin (11/5/2021).


"Jadi terkait keputusan vaksinnya ditunda kita tunggu saja hasil dari Komda dan Komnas KIPI. Tapi vaksinasi tetap jalan, apalagi kan jumlah vaksin terbatas jadi jangan sampai kita menunda vaksinasi," lanjutnya.


Diwawancara terpisah, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Dr Sri Rezeki Hadinegoro menegaskan, sampai saat ini belum ada rekomendasi soal penghentian vaksin AstraZeneca.


Sementara, pembahasan kasus meninggalnya pemuda usai divaksinasi disebutnya dalam ranah Komnas KIPI, Komda, dan Kementerian Kesehatan RI.


"Maaf ITAGI tidak memberikan rekomendasi, masalahnya masih dibahas di Kemkes dan KOMNAS KIPI," jelasnya kepada detikcom.

https://cinemamovie28.com/movies/nocturnal-animals/


Tengku Zulkarnain Meninggal, Diabetes Komorbid Tertinggi Korban COVID-19


- Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia pada hari Senin (10/5/2021), setelah berjuang melawan infeksi COVID-19. Ia dijelaskan memiliki komorbid diabetes meltius atau dikenal juga dengan sebutan kencing manis.

"Iya ada DM (diabetes melitus). Ada penyakit bawaan lah. Sehingga kalau kena covid jadi lebih parah," kata Direktur HRD dan Corporate Communication Tabrani Group, Ian Machyar, dikutip dari CNNIndonesia.com.


Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD, mengatakan diabetes memang salah satu komorbid yang memperberat pasien COVID-19. Risiko kematian pada pasien COVID-19 dengan diabetes bisa sampai 4-6 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa komorbid.


Hal ini juga terbukti dari data yang dihimpun oleh Satgas Penanganan COVID-19. Dari data 3.996 pasien COVID-19 di Indonesia, pengidap diabetes menjadi korban meninggal terbanyak di antara penyandang komorbid lain.


Dikutip dari covid19.go.id, pasien meninggal dengan komorbid diabetes berada di tingkat pertama yaitu sebanyak 9,9 persen, disusul hipertensi 9,5 persen, penyakit jantung 5,6 persen, penyakit ginjal 2,5 persen, dan penyakit paru obstruktif kronis 1,5 persen.


Ahli sebut Virus Corona Telah Bermutasi Lebih dari 6.600 Kali


Akhir-akhir ini beberapa varian dan mutasi baru dari virus Corona mulai bermunculan, seperti yang terbaru adalah varian B1617 dari India yang memiliki dua mutasi sekaligus.

Namun, ahli sekaligus Direktur Eksekutif dari Bioinformatics Institute di Agency for Science, Technology, and Research, Dr Sebastian Maurer-Stroh mengatakan virus Corona yang menjadi pandemi saat ini telah mengalami lebih dari 6.600 mutasi spike protein yang unik.


"Ada lebih dari 6.600 mutasi unik pada spike protein virus Corona sejak muncul pada Desember 2019. Ini menghasilkan satu mutasi unik setiap dua jam, baik pada siang atau malam hari," jelas Dr Maurer-Stroh yang dikutip dari Straits Times, Selasa (11/5/2021).


Mutasi virus akan muncul setiap ada kesalahan dalam proses replikasi karena ada penambahan, penghapusan, atau perubahan dalam kode genetiknya. Jika kesalahan meningkat, proses kelangsungan prospek hidupnya akan lebih banyak, salinan pada replikasi yang 'salah' ini akan tetap bertahan. Beberapa di antaranya bahkan bisa mempengaruhi versi aslinya.

https://cinemamovie28.com/movies/the-fox-hunt/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar