Kamis, 13 Mei 2021

Sony Daftarkan Paten AI untuk Gamer, Bisa Apa?

 Pertumbuhan kecerdasan buatan (AI - artificial intelligence) belakangan sangat pesat, dengan penerapan yang tersebar luas. Kali ini, Sony mendaftarkan sebuah paten baru terkait penggunaan AI untuk bermain game.

Dalam paten tersebut, AI bisa dilatih untuk meniru kebiasaan gamer saat bermain game. Seperti keputusan mengambil langkah tertentu dalam berbagai keadaan. Alhasil, cara bermain game dari AI -- atau bot -- tersebut bakal menyerupai gamer yang melatih neural networknya.


Tapi, apa enaknya bermain game dengan mengandalkan AI atau bot? Buat apa membeli game lalu membiarkan AI yang memainkan game tersebut?


Salah satu contoh penerapan AI buatan Sony itu adalah saat gamer harus meninggalkan keyboard/mouse atau kontrolernya, contohnya saat harus ke kamar mandi atau hal lainnya, padahal ia sedang bermain game online yang tidak bisa disetop sementara.

Dalam kasus seperti ini, AI bisa mengambil alih permainan dan -- harapannya -- si AI bisa meniru permainan dari 'pelatihnya' itu. Namun memang ada juga kemungkinan jika nantinya semua menggunakan AI tersebut, bukan tak mungkin nanti ada game multiplayer yang berisi pertarungan antar AI.


Contoh penggunaan lain adalah game online dengan sistem grinding yang membosankan, repetitif, dan menghabiskan waktu. Meskipun tentu penggunaan AI atau bot seperti itu lazimnya dilarang oleh pembuat game manapun.


Tak cuma itu, dalam bagian lain di paten tersebut juga dijelaskan AI bisa mencari panduan secara online saat ia menemukan tahap atau bagian yang sulit untuk diselesaikan.


Namun perlu diingat, AI ini masih dalam bentuk pendaftaran paten. Tak ada jaminan kalau paten ini nantinya akan diwujudkan dan tersedia untuk publik, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (27/4/2021).

https://kamumovie28.com/movies/sinister-minister/


Waduh, Earphone USB-C Ternyata Bisa Simpan Bloatware


 Bloatware saat ini adalah hal lazim ditemukan pada HP dan laptop. Namun, keberadaan aplikasi tak diundang itu kini merambah di earphone dengan koneksi USB-C.

Sebagai informasi, bloatware adalah aplikasi yang terpasang pada perangkat sejak keluar dari pabrik. Beberapa bloatware bisa dihapus dengan mudah, namun ada juga yang butuh akses khusus seperti root untuk menghapus aplikasi semacam ini.


Nah, baru-baru ini ditemukan adanya earphone USB-C yang menyimpan bloatware, yang merupakan bagian dari promosi Deezer, lewat earphone dengan merk Mobee-K, demikian dikutip detikINET dari PC World, Selasa (27/4/2021).


Dalam earphone tersebut ternyata tersimpan aplikasi streaming musik Deezer, yang akan otomatis terinstal jika earphone ini dipasangkan dengan beberapa jenis perangkat Samsung Galaxy.


Contohnya pada ponsel Galaxy S21, Note 20, dan Z Flip, aplikasi Deezer itu akan otomatis terinstal tanpa melalui Google Play Store. Aplikasi Deezer yang otomatis terinstal itu mempunyai tema spesial, termasuk wallpaper dan playlist eksklusif, juga akses cepat ke aplikasi dari lock screen.


"Saat pemilik Samsung Galaxy mensinkronisasi Smart Earphone, mereka akan meluncurkan Deezer khusus ke dalam ponsel mereka," tulis Deezer dalam postingan blognya.


Tak cuma itu, pengguna yang sudah berlangganan Deezer Premium atau HiFi akan mendapat tambahan langganan gratis selama tiga bulan. Dilihat dari segi harga, jika memang pengguna tertarik untuk menggunakan Deezer, penawarannya ini memang menarik, terlebih lagi karena harga earphonenya hanya USD 22, atau sekitar 300 ribu.


Namun bagi pengguna aplikasi streaming musik lain, hal ini tentulah mengganggu. Terlebih lagi instalasi aplikasi ini tidak melalui Play Store, yang artinya akan ada risiko keamanan yang mengintai.


Untungnya, aplikasi Deezer ini bisa dihapus dengan mudah jika pengguna tidak menginginkannya, dan hanya ingin menggunakan earphone Mobee-K yang dijanjikan kompatibel dengan hampir semua perangkat yang punya port USB-C, baik itu ponsel, tablet, maupun laptop.

https://kamumovie28.com/movies/my-hero-ii/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar