Selasa, 11 Mei 2021

Corona B1617 dari India Naik Kelas Jadi 'Variant of Concern', Apa Artinya?

 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah resmi mengkategorikan varian Corona B1617 dari India sebagai Variant of Concern (VoC). Sebelunya varian B1617 berada di kategori Variant of Interest (VoI).

Ahli penyakit infeksi WHO, Maria Van Kerkhove, menjelaskan naiknya status B1617 menjadi VoC karena sudah ada bukti bahwa mutasi menyebabkan virus bersifat lebih mudah menular. Saat ini penelitian masih terus dilanjutkan untuk melihat apakah mutasi juga berdampak pada keparahan gejala, kemampuan virus menghindari antibodi, dan sensitivitas alat diagnosis.


"Kami mengkategorikan varian ini sebagai variant of concern pada skala global... Sudah ada informasi yang menunjukkan tanda-tanda peningkatan penularan," kata Maria seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (11/5/2021).


WHO mengatakan varian Corona yang berada dalam kategori VoC artinya harus diawasi secara ketat demi mengetahui perkembangan pandemi. Negara-negara bisa meningkatkan kemampuan pengawasan terhadap VoC dengan memperbanyak tes whole genome sequencing (WGS).


"Mutasi virus SARS-COV-2 wajar terjadi, karena itu penting untuk terus memonitor dampak varian terhadap kesehatan publik. Adanya peningkatan transmisi berarti penyakit ini akan semakin sulit dikendalikan," ungkap WHO.


Negara yang melaporkan VoC diharap dapat memperkuat upaya pencegahan dan mengomunikasikannya pada warga. Protokol kesehatan ketat disebut masih efektif melawan varian.


Sejauh ini diketahui sudah ada empat varian Corona yang dikategorikan sebagai VoC. Tiga di antaranya, B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan B1617 dari India, sudah terkonfirmasi di Indonesia.

https://cinemamovie28.com/movies/pained/


Pemuda DKI Wafat Usai Disuntik, Kemenkes: Vaksinasi AstraZeneca Tetap Lanjut


 Kabar meninggalnya pemuda 21 tahun asal Jakarta Timur mendadak jadi sorotan publik. Pasalnya, ia meninggal tepat beberapa jam sesudah menerima vaksin Corona AstraZeneca.

Berdasarkan hasil temuan awal investigasi Komnas KIPI dan Komda, belum ditemukan kaitan antara vaksin dengan penyebab meninggal yang bersangkutan. Akankah vaksin Corona AstraZeneca sementara dihentikan?


Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut, vaksinasi Corona akan terus berlanjut. Terlebih, ketersediaan jumlah stok vaksin COVID-19 di Indonesia saat ini terus meningkat.


"Lanjut vaksinasinya sampai ada rekomendasi dari BPOM dan ITAGI," jelas dr Nadia saat dihubungi detikcom, Senin (11/5/2021).


"Jadi terkait keputusan vaksinnya ditunda kita tunggu saja hasil dari Komda dan Komnas KIPI. Tapi vaksinasi tetap jalan, apalagi kan jumlah vaksin terbatas jadi jangan sampai kita menunda vaksinasi," lanjutnya.


Diwawancara terpisah, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Dr Sri Rezeki Hadinegoro menegaskan, sampai saat ini belum ada rekomendasi soal penghentian vaksin AstraZeneca.


Sementara, pembahasan kasus meninggalnya pemuda usai divaksinasi disebutnya dalam ranah Komnas KIPI, Komda, dan Kementerian Kesehatan RI.


"Maaf ITAGI tidak memberikan rekomendasi, masalahnya masih dibahas di Kemkes dan KOMNAS KIPI," jelasnya kepada detikcom.

https://cinemamovie28.com/movies/fox-hunter/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar