Selain ketupat, Lebaran juga identik dengan suguhan kue-kue kering yang manis dan lezat. Dari beragam kue kering, nastar pasti selalu ada karena menjadi tradisi warga Indonesia saat Lebaran tiba.
Nastar umumnya dibuat dari beberapa bahan, seperti tepung terigu, telur, margarin, gula, dan selai nastar. Namun, adapula yang menyebutkan bahwa makan 3 buah nastar sama dengan satu piring nasi, benar nggak sih?
Menanggapi hal ini, dokter spesialis gizi dr Saptawati Bardosono mengatakan kalori pada kue nastar berbeda-beda, tergantung bahan yang digunakan. Tetapi, biasanya satu butir nastar disebutnya memiliki 40 kalori.
Jadi, jika memakan tiga butir sama dengan 120 kalori. Jumlah kalori tersebut setara dengan sepiring nasi (100 gram) yang mengandung 130 kalori.
"Dalam satu buah kue nastar, biasanya terkandung 40-an kalori, kalau dibandingkan dengan 100 gram nasi yang punya 130 kalori, maka tentunya akan sama dengan kalau kita mengkonsumsi sekitar 3 buah kue nastar," kata dr Saptawati yang dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (13/5/2021).
"Bergantung pada resepnya akan menghasilkan beberapa butir nastar, sehingga total kalori per resep tinggal dibagi dengan jumlah kue yang dihasilkan," lanjutnya.
Selain nastar, dr Saptawati mengatakan kue kering lainnya yang dibuat dari tepung terigu, mentega, dan gula juga memiliki jumlah kalori yang mirip dengan nastar.
"Kalori kue Lebaran lainnya juga kalorinya mirip-mirip (dengan nastar) karena terbuat dari bahan yang sama," ujar dr Saptawati.
Selain itu, ia juga mengingatkan untuk menjaga porsi saat mengkonsumsi makanan seperti itu. Sebab, semua makanan yang enak, gurih, dan membuat orang ingin terus mengkonsumsinya biasanya kaya akan kalori, lemak, gula, dan garam.
https://kamumovie28.com/movies/lupin-the-third-green-vs-red/
5 Fakta di Balik Ratusan Jenazah Diduga Corona Ngambang di Sungai India
Lonjakan kasus COVID-19 di India berdampak besar pada sistem pelayanan kesehatan di negara tersebut. Ini terlihat pada penuhnya rumah sakit, kurangnya stok oksigen, hingga krematorium yang sudah tidak mampu menampung jenazah untuk dikremasi.
Belum lama ini, India juga digemparkan dengan penemuan puluhan hingga ratusan jenazah di Sungai Gangga. Diduga itu adalah jenazah para pasien Corona.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta soal penemuan ratusan jenazah di pantai dan sungai di India.
Ditemukan di Sungai Gangga
Sebelumnya, sekitar 40 jenazah ditemukan di Sungai Gangga, India. Tetapi, masih belum jelas dari mana asal jenazah tersebut.
Namun, laporan media setempat menduga mereka adalah korban COVID-19 yang sengaja dihanyutkan. Di sana, ada kepercayaan mengkremasi dan menghanyutkan jenazah di Sungai Gangga bisa meningkatkan derajat orang tersebut di kehidupan berikutnya.
Kekurangan kayu bakar dan biaya yang tinggi
Akibat tingginya permintaan kremasi, pasokan kayu bakar terus berkurang. Hal ini menjadi alasan lain jenazah-jenazah tersebut dihanyutkan di Sungai Gangga.
"Rumah sakit swasta menguras masyarakat. Warga biasa sudah tidak punya uang untuk membayar pemangku dan melaksanakan kremasi di tepi sungai. Mereka meminta uang 2.000 rupee (sekitar Rp 39.000) hanya untuk mengeluarkan jenazah dari ambulans," ungkap salah satu warga Chandra Mohan, seperti dikutip dari BBC pada Selasa (11/5/2021).
"Sungai ini jalan terakhir. Jadi orang-orang menghanyutkan jenazah dengan begitu saja," lanjutnya.
Penemuan jenazah di Sungai Gangga masih diselidiki
Pasca penemuan sejumlah jenazah yang mengambang di Sungai Gangga, pihak berwenang setempat masih terus menyelidikinya. Namun, hal itu masih sangat sulit.
"Saat ini sangat sulit bagi kami untuk mengatakan dari mana mayat-mayat ini berasal," kata M P Singh, pejabat tinggi pemerintah di distrik Ghazipur, di Uttar Pradesh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar