MRT Jakarta baru saja diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada Minggu (24/3), kemarin. Hari ini, masih antusias para penumpangnya dengan rasa bangga.
Seperti terpantau di stasiun Lebak Bulus siang ini, Senin (25/3/2019) para penumpang yang didominasi oleh orang tua dan anak-anak mencoba MRT Jakata tahap 1 rute Lebak Bulus-Bundaran HI. Di pintu masuk, masih banyak orang yang bingung untuk mencoba registrasi agar mendapatkan tiket gratis.
Di stasiun Lebak Bulus, para penumpang masih bingung cara memperoleh tiket, khususnya lansia. Beberapa orang sibuk mengabadikan foto di luar dan dalam MRT.
Sedangkan di Stasiun Bundaran HI juga masih ramai penumpang yang penasaran. Apalagi, para penumpang yang berintregasi dengan layanan bus Transjakarta.
Irma (20) misalnya, ia mengaku baru pertama kali mencoba MRT Jakarta. Menurutnya, fasilitas yang diberikan sudah cukup memadai dan modern.
"Baru pertama kali. fasilitasnya bagus, mencakup fasilitasnya berkembang seperti di negara-negara lain. Nyaman juga, dari luar sudah kelihatan bagus," katanya.
Meski beberapa waktu lalu terdapat kejadian kurang mengenakkan yang terjadi di MRT Jakarta, seperti orang-orang yang makan di area stasiun atau bertindak tidak sepantasnya, Irma mengatakan bahwa seharusnya personil lebih banyak digerakkan.
"Harusnya ada security lebih banyak, personilnya. Supaya fasilitas yang sudah diberikan pemerintah ini dijaga dan dipantau gitu. Pokoknya adaptasinya dari luar negeri lah, kan mereka sudah beperngalaman juga," ujarnya.
Irma juga mengatakan, bahwa ia berharap MRT Jakarta dapat membantu warga untuk menggunakan transportasi umum agar lebih efektif.
"Jadi semua warga DKI Jakarta harus menggunakan moda transportasi yang sudah berkembang, sudah diakui secara internasional. Kan lebih mudah membantu juga, lebih efektif dan membantu pekerjaan,"
Begitu pun dengan Rudi, warga Parung yang mencoba MRT Jakarta tahap 1 ini. Menurutnya, ia memiliki kebanggaan tersendiri dengan perkembangan moda transportasi umum baru yang dimiliki Ibukota Indonesia.
"Bagus banget, fasilitasnya juga bagus. Kita harus bangga lah, jadi salah satu negara di Asia yang punya MRT. Mirip seperti Singapura dan Thailand kan sudah punya," katanya.
detikTravel pun mencoba MRT Jakarta siang menjelang sore tadi. Saat tiba di stasiun Bundaran HI, para petugas dengan sigap dan ramah membantu penumpang. Petugas pun seringkali memberikan bantuan tanpa diminta, security dan cleaning service pun melempar senyum menyapa penumpang.
Nantinya, MRT Jakarta akan dioperasikan secara komersil pada 1 April 2019 mendatang. Traveler masih bisa mencoba MRT Jakarta gratis hingga 31 Maret 2019.
Melbourne, Kota yang Menghargai Para Pekerja Industri Kreatif
Pekerja seni di industri kreatif mulai merangkak sebagai sebuah lahan yang menjanjikan. Melbourne pun memberikan ruang raksasa bagi para seniman.
Melbourne merupakan ibukota dari negara bagian Victoria, Australia. Dengan luas wilayah 9,990 kilometer persegi, Melbourne memiliki jumlah penduduk sekitar 4,9 juta orang. Menurut data dari pemerintah Victoria, 18,4% penduduk Melbourne berusia 0-14 tahun, 13,4% 15-24 tahun, 37,9% 25-49 tahun, 24,5% 50-74 tahun dan 6,4% berusia 75 tahun ke atas.
Artinya, sebagian besar penduduk Melbourne umumnya adalah anak muda. Pemerintah Melbourne pun menfasilitasi dari sektor seni, dengan berbagai macam ruang publik yang bisa dinikmati bagi warga Melbourne.
Secara umum, bisa dilihat dari fasilitas publik yang memiliki korelasi dengan seni dan industri kreatif.
Sejumlah museum yang berkaitan dengan seni, industri kreatif dan teknologi bisa ditemui dengan mudah. Di kawasan Federation Square misalnya, ada NGV (National Gallery Victoria) sebuah museum tentang seni yang menyajikan pameran artistik di setiap bulannya.
Belum lagi ACMI, (Australia Centre for the Moving Images) yang menjadi pusat belajar tentang teknologi dan media dari masa ke masa. Inilah yang bisa jadi acuan untuk membuat sektor industri kreatif dan teknologi di masa depan, dengan mengetahui jejaknya di ACMI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar