Senin, 10 Februari 2020

Menpar Tantang Generasi Milenial Ciptakan Destinasi Wisata

Dalam rangka memajukan pariwisata Indonesia, Menpar Arief Yahya turut menggandeng masyarakat setempat. Ia pun menantang mereka membuat destinasi wisata.

Menpar Arief Yahya meresmikan Danau Ranolewo di Langowan Minahasa, siang kemarin sebagai destinasi digital pasar hutan Ranolewo. Danau Ranolewo sendiri artinya air panas, lokasi yang biasanya dijadikan tempat releksasi para petani melepas lelah sepulang kerja.

Maksud diberikannya nama Pasar Hutan digital adalah sesuatu yang dijual atau dipromosikan bukan dengan transaksi secara materi, tapi akan segala yang memanjakan mata dan kekayaan budaya dan keindahan alam, dengan sasaran para generasi milenial yang menyebarluaskan informasi hingga ke penjuru dunia.

Kedatangan Menpar di Sulawesi utara juga sekaligus menyatakan Sulawesi Utara segera memiliki kawasan ekonomi khusus pariwisata pertama yakni Tanjung Pulisan atau KEK Likupang.

Pasca melihat potensi dan kemajuan pariwisata di Sulawesi Utara, Menpar langsung menantang para milenial untuk ciptakan satu video destinasi wisata yang baru dari asal daerahnya dengan hadiah 200 juta rupiah yang disiapkan oleh Kemenpar.

Target dari 1.000 peserta akan disaring 30 peserta dan akan dipilih yang terbaik dengan vote terbanyak di media sosial.

Pasar hutan digital ini merupakan pasar hutan digital pertama di Sulawesi Utara yang terletak di Toraget, Kecamatan Lagowan Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Pada satu April nanti akan berlaku sampai dua bulan kedepan, Kemenpar menantang para milenial untuk menciptakan satu destinasi wisata baru melalui foto dan video pariwisata secara digital.

"Lokasi danau yang indah ini bagus sekali, ada dua warna, hijau dan biru, ini pertama kalinya ada pasar hutan digital yakni di danau Ranolewo, terimakasih generasi pesona Indonesia sulut, nanti di Sulawesi utara juga segera ada KEK (Kawasan Eko Khusus) Pariwisata yang pertama yaitu tanjung pulisan atau KEK Likupang, saya juga menantang anak-anak di Universitas Klabat kemarin untuk menciptakan satu destinasi wisata di Minahasa Utara," Kata Arief Yahya (28/03).

Kegiatan ini banyak melibatkan pelajar sebagai target sasaran kegiatan sebagai milenial yang aktif di media sosial dan digital.

"Kami sebagai generasi milenial kami sangat bersyukur karena pasar hutan ini dibuat di Langowan, kita bisa menikmati keindahan alam yang ada disini, terdapat danau Ranolewo keindahannya sangat luar biasa," Ungkap Claudia Rundonuwu Pelajar SMA 1 Negeri Langowan. (28/03).

Sebagai penutup kegiatan, dihadirkan Anneth sang juara Indonesia Idol cilik asal Manado yang menjadi inspiratif anak milenial sekaligus menarik daya tarik para remaja dalam dunia pariwisata.

Rombongan Menpar setelah meresmikan Danau Ranolewo akan melanjutkan kunjungannya ke Danau Linow tiga warna di Kota Tomohon.

Museum di Turki Ini Terinspirasi dari Novel

Pernahkah kalian membayangkan sebuah museum yang terinspirasi dari novel? Bukan fiksi, museum itu sungguh ada di Turki.
Museum ini bernama The Museum of Innocence atau dalam Bahasa Turki disebut Masumiyet Mzesi. Museum ini dibangun oleh novelis kenamaan Turki dan peraih nobel sastra tahun 2006, Orhan Pamuk.

Museum ini dibangun pada tahun 2008 bersamaan dengan terbitnya novel The Museum of Innocence. Novel ini berseting tahun 70-an dan bercerita tentang kisah cinta antara Kemal dan Fsun yang terhalang perbedaan status ekonomi keluarga.

Barang-barang yang tersimpan di museum ini merupakan gambaran visual dari masing-masing bab dalam novel The Museum of Innocence. Pada tahun 2014, museum ini meraih penghargaan European Museum of the Year Award.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar