Minggu, 22 Desember 2019

Gracie, Si Kucing Imut yang Suka Laut

Kucing adalah hewan yang tidak suka alias takut air. Namun beda dengan Gracie, kucing imut ini suka berenang di laut dan berpetualang.

Sebuah video yang memperlihat kucing berenang di laut bersama tuannya menjadi viral di internet. Kucing yang identik takut air begitu menikmati berenang di laut bersama tuannya.

Dilansir detikcom dari beragam sumber, Rabu (25/9/2019) nama kucing ini adalah Gracie, kucing milik Mike Usher dari di St John, Kepulauan Virgin, Amerika Serikat. Mike suka membagikan di Instagram kegiatannya bersama dengan Gracie.

Awal ceritanya, Mike menemukan Gracie saat baru berusia 5 minggu. Kucing kecil ini bersembunyi di sebuah lubang kecil di balik tembok kota. Karena tahu kucing ini tidak ada keluarga, dia pun memutuskan untuk membawanya pulang.

Dalam video yang di share akun The Dodo di Instagram, Mike mengatakan bahwa dia suka berkegiatan outdoor dan sering meninggalkan Gracie di rumah. Karena kasihan selalu ditinggal, Mike memutuskan untuk membawa Gracie mengikuti kegiatannya.

Mulai dari berenang, hiking, berlarian di pantai, memanjatpun dilakukan oleh Gracie. Dia begitu terlihat sangat antusias mengikuti segala kegiatan Mike.

Saat berenang di laut, Gracie berenang bersama Mike. Setelah selesai, Mike akan menyiapkan handuk dan membilas Gracie hingga yakin bulunya tidak lagi mengandung air laut.

Karena kecintaannya, Mike juga membuatkan akun Instagram untuk Gracie sehingga orang lain juga bisa melihat aktivitas Gracie. Saat ini, akunnya telah di follow oleh 87 ribu akun lebih. Wow!

Dari akun Instagramnya, terlihat foto dan video Gracie sangat santai bermain pantai dan berenang di laut. Juga ada foto-fotonya yang sedang memanjat pohon. Pokonya gemas!

Bukan Atlantis, Peneliti Temukan 'Benua Baru' di Bawah Eropa

Benua yang hilang telah ditemukan di bawah Eropa. Para peneliti menemukannya tersembunyi di Bumi. Tapi ini bukanlah Atlantis yang sering dijuluki "Benua Hilang".

Dilansir CNN, Selasa (24/9/2019), para peneliti menemukannya ketika merekonstruksi evolusi geologi yang cukup kompleks di wilayah Mediterania. Datarannya naik bersama jajaran gunung dan turun dengan laut antara Spanyol ke Iran.

Benua baru itu disebut Adria Raya. Seukuran Greenland dan dataran itu terputus dari Afrika Utara atau tenggelam di bawah Eropa Selatan sekitar 140 juta tahun yang lalu.

"Lupakan Atlantis. Tanpa disadari, sebagian besar turis menghabiskan liburan mereka setiap tahun di benua hilang Adria Raya," kata Douwe van Hinsbergen, penulis studi dan profesor tektonik global dan paleogeografi di Universitas Utrecht.

Studi ini dipublikasikan pada bulan ini di jurnal Gondwana Research. Mereka meneliti evolusi pegunungan dan dapat menunjukkan evolusi benua.

"Sebagian besar rantai gunung yang kami selidiki berasal dari satu benua yang terpisah dari Afrika Utara lebih dari 200 juta tahun yang lalu," kata van Hinsbergen.

"Satu-satunya bagian yang tersisa dari benua ini adalah garis yang membentang dari Turin melalui Laut Adriatik ke ujung yang membentuk Italia," imbuhnya.

Daerah ini disebut Adria oleh ahli geologi, sehingga para peneliti merujuk ke benua yang sebelumnya belum ditemukan sebagai Adria Raya. Di wilayah Mediterania, ahli geologi memiliki pemahaman yang berbeda tentang lempeng tektonik.

Lempeng tektonik adalah teori di balik samudera dan benua terbentuk. Teori itu menunjukkan bahwa lempeng tidak berubah bentuk ketika mereka bergerak berdampingan satu sama lain, namun yang terjadi di dataran Turki dan Mediterania berbeda.

"Ini kekacauan geologis, semuanya melengkung, rusak dan bertumpuk. Perbandingannya adalah Himalaya yang mewakili sistem itu. Di sana ada beberapa garis patahan besar dengan jarak lebih dari 2.000 kilometer," kata van Hinsbergen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar