Pengadilan di India pada Selasa (4/5/2021), mengatakan kematian pasien COVID-19 karena tak mendapat suplai oksigen merupakan kejahatan dan tak jauh berbeda dari genosida. Pengadilan menuntut pemerintah setempat memperbaiki respons penanganan krisis COVID-19.
Pengadilan Tinggi Allahabad membuat pernyataan tersebut dalam sidang terkait penanganan krisis di Uttar Pradesh. Pengadilan menghadirkan bukti-bukti video yang menunjukkan penimbunan silinder oksigen dan penganiayaan orang-orang miskin yang memohon suplai oksigen medis.
"Kematian pasien COVID-19 karena tidak menyuplai oksigen ke rumah sakit adalah sebuah tindakan kejahatan. Ini tidak jauh berbeda dari tindakan genosida oleh mereka yang telah diberi tanggung jawab memastikan pengadaan dan rantai suplai oksigen medis," kata pengadilan seperti dikutip dari CNN, Rabu (5/5/2021).
Ada dua cerita kematian pasien COVID-19 yang mendapat perhatian khusus yaitu Meerut dan Lucknow. Pengadilan memerintahkan dilakukan investigasi lebih lanjut.
Hingga saat ini pemerintah Uttar Pradesh belum memberikan respons formal terhadap keputusan pengadilan.
https://nonton08.com/movies/stage-door-johnny/
Waduh, 8 Singa di Kebun Binatang India Positif Corona
Di tengah lonjakan kasus COVID-19 di India, sebanyak delapan ekor singa di negara itu dilaporkan positif Corona. Kejadian ini terjadi di Kebun Binatang Nehru, India.
Mulanya sejumlah singa ini menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan. Kemudian pihak kebun binatang langsung memeriksa dan mengirim sampel cairan saluran pernapasan hewan tersebut ke laboratorium pemerintah pada 24 Maret lalu.
Setelah diperiksa, ternyata singa-singa tersebut positif Corona. Namun, belum diketahui bagaimana hewan ini bisa tertular COVID-19. Sebagai langkah pencegahan, Kebun Binatang Nehru ditutup sementara.
"Berdasarkan pengalaman dengan hewan kebun binatang di dunia yang pernah mengalami SARS-CoV-2 positif tahun lalu, belum ada bukti yang menyatakan hewan bisa menularkan penyakit itu atau sebaliknya," kata Kementerian Lingkungan, Kehutanan, dan Perubahan Iklim India, dikutip dari Reuters.
Diketahui, India terus mencatat lebih dari 300.000 kasus baru Corona setiap harinya selama 13 hari berturut-turut. Total kasus COVID-19 di negara ini sudah mencapai 20 juta kasus.
Tajir Melintir Seperti Bill-Melinda Gates, Kok Cerai di Usia Mapan? Ini Kata Psikolog
Bill Gates dan Melinda Ann French menghebohkan dunia lantaran bercerai sembari bergelimang harta. Mengingat, pasangan ini menjalankan salah satu perusahaan yayasan amal terbesar di dunia, berfokus pada kesehatan masyarakat.
Psikolog Anastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, menyebut perceraian adalah risiko dalam setiap hubungan pernikahan. Meski setiap pasangan memiliki kondisinya sendiri, perubahan atau hilangnya komitmen umumnya menjadi basis perceraian.
"Setiap orang mempunyai pertimbangan masing-masing. Tapi kalau kita mau mengelompokan faktor penyebabnya dari psikologi, biasanya melihat dari emosi, ekonomi, sosialnya juga berpengaruh," terangnya dalam program e-Life detikcom, Jumat (2/4/2021).
"Tapi biasanya di bagian komitmennya, akhirnya mau tidak mau dilepaskan atau dikorbankan. Dalam percintaan, pernikahan, pasti ada beberapa faktor, salah satunya komitmen. Kalau sudah memutuskan bercerai, entah alasannya apa pun dia memutuskan untuk komitmennya ya sudah di situ, berkurang komitmennya," lanjutnya.
Sementara itu, psikolog anak dan keluarga dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani memaparkan sejumlah potensi penyebab perceraian.
Sejalan dengan paparan Sari, kasus perceraian kerap berbasis perubahan komitmen.
"Baru menyadari bahwa mereka ternyata sudah begitu lama hidup 'terpisah'. Jadi, ceritanya kadang pasangan saking seringnya mengurusi rumah atau anak-anak, mereka lupa mengurus diri sendiri sebagai pasangan. Contoh, jarang meluangkan waktu bersantai berdua atau menyelesaikan masalah sebagai pasangan," terang Nina, sapaan akrabnya, pada detikcom, Rabu (5/3/2021).
Mungkin juga, pasangan sudah lama menghadapi masalah. Lantaran tak kunjung berhasil memecahkan masalah bersama, perpisahan menjadi solusi terbaik.
Namun tak tertutup kemungkinan, perceraian disebabkan masalah yang tak bisa disamakan antara 1 pasangan dengan pasangan lainnya. Mulai dari perselingkuhan, perbedaan prinsip hidup, kondisi sakit, hingga faktor ekonomi.
"Hal lainnya sih relatif sama dengan pasangan yang bercerai di usia muda. Misalnya karena perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu, baru ketahuan. Perselisihan ekonomi juga bisa terjadi, dan lain-lain," imbuh Nina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar