Lebaran di tengah pandemi Corona tentu tetap menjalani budaya silaturahmi tatap muka maupun via daring. Hal ini menjadi momen yang paling dinanti-nanti atau malah dihindari beberapa orang lantaran takut ditanya perihal kapan menikah.
Namun, menghindar tentu bukan menjadi solusinya. Dijelaskan psikolog klinis Dessy Ilsanty, normal-normal saja jika kebanyakan orang saat berkumpul menanyakan pertanyaan seputar kapan menikah.
Beberapa orang disebutnya hanya melontarkan pertanyaan tersebut sebagai basa-basi saja.
"Orang mungkin bisa mengorek privasi kita, tapi kuncinya di kita mau ngasih jawaban atau nggak. Kalau kita nggak berkenan, ya sudah nggak usah dikasih, sesimpel itu," jelas Dessy saat wawancara bersama e-Life detikcom.
"Kalau orang itu mencoba bertanya, itu hak dia. Tapi kita juga punya hak mau memberi jawaban atau nggak," imbuhnya.
Dessy menyarankan, jika merasa tertekan ditanya kapan menikah, terus teranglah untuk mengkomunikasikan rasa ketidaknyamanan tersebut. Hal ini bisa berdampak baik bagi hubungan keduanya.
Menurutnya, seseorang punya kendali untuk membawa arah komunikasi ke luar dari pertanyaan-pertanyaan yang kerap dianggap 'toxic'. Ia berpesan, mulailah terbuka kepada lingkungan dekat, hingga keluarga soal apa yang selama ini dirasakan.
"Ketika butuh topik yang cepat, terus yang keluar itu saja (template) kalau sudah selesai sekolah, ya menikah. Itu simpelnya. Kalau mau dipikir lebih dalam, kan belum tentu, itu yang ada bukan basa-basi. Mikirnya kelamaan, percakapannya jauh lebih dalam. Menurut fitrahnya, orang basa-basi cepat saja," katanya.
https://kamumovie28.com/movies/lupin-the-third-alcatraz-connection/
B1617 Ada di 49 Negara-100 Jenazah Diduga Corona Ditemukan di Pantai India
Varian Corona India mutan ganda 'naik kelas' menjadi variant of concern global menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Varian ini juga sudah tersebar ke 49 negara.
Ada kekhawatiran yang mencuat dari badan kesehatan PBB soal varian Corona India B1617. Varian mutan ganda dikhawatirkan picu gejala buruk lantaran lebih dari 4 ribu kasus baru kematian Corona di India tercatat setiap harinya.
Jumlah total infeksi COVID-19 yang dikonfirmasi di India sekarang di atas 23 juta, Kementerian Kesehatan seteempt melaporkan 348.421 kasus baru pada 24 jam terakhir.
Lonjakan kasus Corona di negara terpadat kedua di dunia, membuat India bak diterpa bencana yang tak kunjung henti. Rumah sakit terisi penuh, banyak dari mereka kekurangan oksigen akut bagi pasien Corona kritis.
Krematorium darurat ikut dibangun untuk bergegas mengkremasi jenazah Corona yang tak kunjung henti berdatangan. Para ahli meyakini angka korban Corona sebenarnya jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan.
Lebih dari 100 mayat ditemukan di pantai India
VOA melaporkan, lebih dari 100 mayat diduga jenazah pasien Corona mengambang di Sungai Gangga. Gambar mayat mengambang lantas viral di media sosial dan disorot banyak publik.
Meski begitu, pihak berwenang belum menentukan penyebab kematian mayat-mayat itu, tetapi beberapa ahli medis mewanti-wanti jika benar pasien Corona, ada kemungkinan virus menyebar melalui air yang terkontaminasi.
Situasi di India menjadi salah satu alasan Federasi Internasional Palang Merah mengatakan kasus virus korona telah 'meledak' di seluruh Asia dalam dua minggu terakhir. Badan bantuan global mengatakan pada Rabu bahwa kawasan Asia mencatat 5,9 juta infeksi baru selama periode lonjakan Corona India berlangsung, lebih banyak daripada sumbangan kasus gabungan dari Amerika, Eropa dan Afrika.
Tujuh dari 10 negara yang mencatat angka infeksi mereka paling cepat berada di Asia dan Pasifik.
Alexander Matheou, direktur IFRC Asia Pasifik, menyerukan kerja sama dunia yang lebih responsif dan cepat. Hal ini untuk memastikan ketersediaan sumber daya yang menyelamatkan nyawa seperti, peralatan medis, vaksin, dan uang yang dibutuhkan untuk membantu orang yang paling berisiko.
"Kami hanya aman jika semua orang aman," kata Matheou.
https://kamumovie28.com/movies/the-sword-stained-with-royal-blood/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar