Di tengah masuknya varian baru Corona India mutan ganda B1617 dan varian raja Afrika Selatan B1351, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengklaim kasus aktif COVID-19 di Indonesia saat ini terendah sejak wabah COVID-19 merebak.
"Kasus aktif kita menduduki catatan terendah sepanjang 1 tahun terakhir, 5,88 persen. Kemudian angka kesembuhan kita pun mencapai rekor 91,39 persen," beber Doni dalam konferensi pers Rabu (5/5/2021).
Namun, angka kematian Corona masih di atas rata-rata kematian dunia. Angka kematian COVID-19 di RI per 4 Mei, berada di 2,74 persen sementara angka kematian dunia berada di 2,09 persen.
Meski begitu, Doni khawatir jika banyak masyarakat tetap nekat mudik Lebaran karena potensi kenaikan kasus pasca liburan selalu cenderung melonjak. Disebut Doni, ada sekitar 7 persen warga Indonesia yang tetap nekat mudik di tengah pelarangan yang ditetapkan pemerintah.
"Masih ada 7 persen yang nekat mudik. Artinya ada 18,9 juta orang pemudik, ini yang jadi PR untuk kita," lanjutnya.
Ia kembali mengingatkan tren peningkatan keterisian bed occupancy rate (BOR) pasien COVID-19 pasca liburan di Indonesia sempat mencapai 100 persen. Hal ini ditegaskan Doni harus menjadi perhatian bersama untuk menahan diri mudik Lebaran.
"Setiap habis libur panjang diikuti kenaikan kasus aktif, bertambahnya jumlah pasien di RS, ruang perawatan ICU, isolasi, lebih dari 80 persen," lanjutnya.
"Bahkan di Januari beberapa provinsi lebih dari 100 persen, diikuti dengan angka harian yang juga sangat tinggi," pungkasnya.
https://nonton08.com/movies/the-incredible-fist/
Berkaca dari Perceraian Bill-Melinda Gates, Pertimbangkan Ini Sebelum Menikah
Perceraian Bill Gates dan Melinda Ann French bikin geger seisi dunia. Bukan hanya karena bergelimang harta, tetapi waktu yang dihabiskan bersama hingga puluhan tahun menjadi pertanyaan banyak orang mengapa akhirnya mereka berpisah.
Terlebih, keduanya juga pemilik salah satu perusahaan yayasan amal kesehatan terbesar di dunia. Setidaknya, mereka telah merajut pernikahan selama 27 tahun.
Psikolog dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani menjelaskan, perceraian memang lebih banyak dialami pasangan berusia muda. Namun, pasangan yang sudah menikah selama lebih dari 20 tahun pun bisa bercerai. Hal tersebut melihat data 20 tahun terakhir.
"Tetap lebih banyak di usia lebih muda. 20 tahun terakhir secara global memang meningkat sih angka perceraian bagi mereka yang sudah menikah (selama) lebih dari 20 tahun. Tapi setahuku masih lebih banyak yang bercerai di usia lebih muda," terangnya pada detikcom, Rabu (5/5/2021).
Menurutnya, terlepas dari kondisi usia, ada banyak potensi penyebab perceraian. Mulai dari masalah yang tak kunjung bisa diatasi pasangan, perbedaan prinsip, kesehatan, ekonomi, hingga masalah tertentu yang tak bisa dibandingkan satu pasangan dengan pasangan lainnya, seperti perselingkuhan.
Apa yang perlu disiapkan selagi masih muda?
Dalam kesempatan lainnya, psikolog Anastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate menjelaskan, kaum muda perlu benar-benar mengenal diri sendiri, cita-cita, dan mimpi sebelum memutuskan menikah.
Tak jarang, penyesalan saat menikah timbul karena seseorang tak lagi memiliki waktu dan tenaga untuk melakukan hal-hal yang disukai. Sebelum menikah, lakukan dulu hal-hal yang diinginkan dalam hidup.
"Kalau kalian belum siap membagi waktu untuk pasangan, pikiran dan tenaga untuk pasangan, lebih baik jangan menikah dulu. Menikah itu kan menambah kebahagiaan plus masalah. Masalah pasangan jadi masalah kamu juga. Kebahagiaan pasangan jadi kebahagiaan kamu juga," ujarnya dalam program e-Life detikcom, Jumat (2/4/2021).
Pasangan yang ingin menikah juga bisa berkonsultasi dengan psikolog. Seringkali, konsultasi memantik pertanyaan seputar kesiapan menikah, yang sebelumnya banyak dilupakan oleh pasangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar