Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa dua kasus varian Corona B1617 terdeteksi di DKI Jakarta. Varian ini merupakan varian corona lokal dari India dan sampai saat ini masuk dalam kategori "variant of interest" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dikutip dari halaman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), berbagai varian Corona COVID-19 yang ada di dunia bisa dibagi menjadi tiga kategori yaitu variant of interest, variant of concern, dan variant of high consequence.
Variant of interest merupakan kategori pertama yang diartikan ada indikasi varian memiliki mutasi yang memengaruhi sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus menghindari sistem imunitas. Hanya saja masih sedikit bukti sehingga perlu penelitian lebih lanjut.
Sementara variant of concern merupakan varian yang telah terbukti oleh studi memiliki sifat-sifat yang sudah disebutkan sebelumnya. Sejauh ini baru ada tiga varian yang disebut WHO masuk dalam kategori ini yaitu B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan P1 dari Brasil.
Terakhir, variant of high consequence dideskripsikan oleh CDC sebagai varian yang terbukti tidak bisa terdeteksi oleh alat diagnostik yang ada, tidak mempan oleh vaksin dan terapi yang disetujui, dan menimbulkan gejala yang lebih parah. Diketahui belum ada varian Corona dalam kategori ini.
"Sangat penting untuk berdiskusi menentukan varian mana yang kira-kira memiliki dampak signifikan terhadap nilai kesehatan publik, artinya apakah varian ini memerlukan perubahan dalam upaya kita melakukan protokol kesehatan atau strategi medis," komentar ahli penyakit infeksi dari WHO, Maria Van Kerkhove, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (4/5/2021).
"Kami menempatkan para ahli untuk berdiskusi mengenai mutasi yang terjadi... Kami perlu komunitas global bekerja sama, dan itu yang mereka lakukan," pungkas Maria.
https://tendabiru21.net/movies/krampus-the-christmas-devil/
Anak Ojol Tewas Makan Sate Takjil Beracun, Kenapa Gampang Sekali Beli Sianida?
Bocah berusia 10 tahun, anak dari supir ojek online meninggal dunia setelah tak sengaja memakan sate takjil beracun pemberian wanita misterius. Lantaran sate kiriman ditolak oleh keluarga yang dituju, 'rezeki' sate dibawa pulang oleh sang ayah dan disuguhi untuk keluarga di rumah sebagai hidangan berbuka, tak tahu satenya telah diracun sianida.
Polisi melaporkan, wanita pengirim bernama Nani Apriliani sempat dianjurkan oleh seorang pria (R) untuk mengirimkan makanan dengan campuran sianida untuk kemudian dikirim ke rumah T, laki-laki yang sempat jadi kisah patah hati Nani.
Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr apt Zullies Ikawati menjelaskan, sianida tidak diperjualbelikan sembarangan. Umumnya, terdapat pembatasan.
"Bisa dibeli di tempat penjualan bahan kimia, tapi biasanya ada pembatasan pembeliannya. Misalnya untuk penelitian," ujarnya pada detikcom, Senin (3/5/2021).
Mengingat penjualan sianida terbatas dan hanya diperuntukan kepentingan tertentu, Prof Zullies menyebut, tak tertutup kemungkinan sianida ini diperoleh lewat jalur ilegal.
"Bisa jadi ilegal," imbuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar