Selasa, 04 Mei 2021

Bill Gates dan Melinda Cerai, Bagaimana Nasib Yayasan Mereka?

  Pasangan dermawan Bill Gates dan Melinda memutuskan untuk bercerai setelah menikah selama 27 tahun. Kabar ini sontak mengejutkan banyak pihak dan tentu saja mengguncang dunia filantropi.

"Setelah banyak pertimbangan dan banyak pekerjaan pada hubungan kami, kami telah membuat keputusan untuk mengakhiri pernikahan kami," kata keduanya dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter Bill Gates.


"Kami tidak lagi percaya bisa tumbuh bersama sebagai pasangan di fase selanjutnya dalam hidup kami. Kami meminta ruang dan privasi untuk keluarga kami saat kami mulai menjalani kehidupan baru ini," lanjut pernyataan tersebut.


Baik Bill Gates dan Melinda terdaftar sebagai co-chair dari organisasi nirlaba mereka, Bill and Melinda Gates Foundation yang berbasis di Seattle, yang diluncurkan pada tahun 2000.


Yayasan tersebut mengakhiri tahun 2019 dengan aset bersih US$ 43,3 miliar, menurut laporan keuangan setahun penuh terbaru yang diungkapkan pada situsnya.


Dari tahun 1994 hingga 2018, Bill Gates dan Melinda telah memberikan sumbangan lebih dari US$ 36 miliar kepada yayasan tersebut.


Yayasan ini telah memfokuskan perhatiannya pada kesehatan masyarakat, pendidikan dan perubahan iklim, dengan donasi mulai dari dukungan untuk para pembuat vaksin, tes diagnostik dan perawatan medis potensial untuk pandemi virus Corona hingga pengembangan toilet bertenaga surya.


Selama beberapa dekade, salah satu tujuan Bill Gates adalah memberikan sebagian besar kekayaannya selama hidupnya. Pada tahun 2010, dia dan sesama miliarder Warren Buffet membuat "The Giving Pledge," di mana orang-orang kaya berkomitmen untuk menyumbangkan aset mereka.


Hingga kini Bill and Melinda Gates Foundation tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang bagaimana yayasan itu akan dijalankan setelah perceraian keduanya.

https://tendabiru21.net/movies/ghost-2/


Sinopharm Dapat Restu MUI, Boleh Dipakai Meski Pakai Tripsin Babi


- Vaksin Corona buatan Sinopharm telah resmi digunakan Indonesia. Vaksin ini nantinya akan dipakai untuk vaksinasi gotong royong.

Selain telah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM), vaksin Sinopharm juga sudah mengantongi izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait hukum penggunaannya dalam Islam.


Disebutkan, vaksin Sinopharm masih bisa digunakan dalam kondisi darurat meski difatwakan haram. Pasalnya, vaksin ini menggunakan tripsin babi dalam pembuatannya, seperti vaksin AstraZeneca.


"Iya sudah difatwakan Sabtu 1 Mei 2021. Ketentuannya sama seperti vaksin AstraZeneca, haram tapi bisa digunakan dalam kondisi darurat," jelas Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Hasanuddin saat dihubungi detikcom Senin (3/4/2021).


"Sama memiliki unsur tripsin babi sehingga hukumnya tetap boleh digunakan saat darurat," tambahnya.


Apa fungsi tripsin babi dalam pembuatan vaksin Corona?

Sejumlah vaksin Corona memang diketahui menggunakan tripsin babi saat pembuatannya. Tripsin ini berasal dari pankreas babi dan berfungsi untuk memisahkan sel inang dari microcarrier-nya.


Menurut pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo, tripsin babi umumnya digunakan untuk membuat pakan bakteri, yang kemudian diperlukan biomol untuk merekayasa gen. Meski begitu, Ahmad menegaskan bahwa vaksin yang nantinya akan disuntikkan ke masyarakat sudah tak lagi mengandung enzim tripsin babi.


"Nah setelah produk ini berhasil, maka selanjutnya akan dibiakkan di sel dan dalam proses pemijahan sel tidak lagi menggunakan tripsin babi, tapi tripsin rekombinan," jelas Ahmad, mengomentari penggunaan tripsin babi dalam pembuatan vaksin AstraZeneca, beberapa waktu lalu.

https://tendabiru21.net/movies/the-sonata/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar