Senin, 10 Februari 2020

Tulungagung Juga Punya Pantai Cantik

 Tulungagung merupakan surganya wisata pantai di Jawa Timur. Jadi, sangat rugi apabila tidak menyempatkan diri untuk berkunjung ke beberapa spot pantainya.
Sebagai penikmat panorama senja wajib bagi kalian untuk berkunjung ke Pantai Sine yang terletak di Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Dengan harga terjangkau kita sudah dapat menikmati berbagai, spot objek wisata menarik di sana. Seperti halnya Cemoro Sewu yang begitu rimbun dengan beribur pohon cemara, diperuntukkan bagi wisatawan yang tidak suka nyengat terik matahari tetapi tetap dapat menikmati semilir angin pantai yang sejuk.

Selain itu kita akan disuguhkan dengan pemadangan tebing-tebing yang menjulang tinggi ataupun berenang di aliran sungai yang bermuara ke laut. Pantai ini bertambah lengkap dengan adanya air terjun kecil yang berasal dari tebing serta beberapa karang yang begitu eksotik untuk dijadikan spot foto.

Kalian juga dapat berenang secara langsung di laut. Cukup aman kok. Karena di Pantai Sine terdapat pemukiman warga. Mayoritas mata pencahariannya adalah nelayan.

Banyak kok nelayan-nelayan di sana yang berendam di laut. Bukan untuk mandi loh traveler, tetapi untuk menjala ikan. Selain itu kalian akan menjumpai orang-orang yang memancing ikan di laut.

Jadi, tidak perlu ragu bila memiliki hobi berenang di tepi laut. Menarik bukan? Sebuah paket komplit untuk sobat Traveler yang berprinsip bahwa liburan itu harus selalu low budget.

Air Terjun Haratai, Harta Suku Dayak Meratus

Bagi Suku Dayak Meratus di Kalimantan, harta materi tak senilai dengan alam mereka. Di sana ada air terjun yang begitu disakralkan oleh mereka.
Loksado adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Indonesia. Loksado terletak di pegunungan Meratus merupakan salah satu daerah wisata alam sungai, air terjun, bukit Langara dan gua stalaknit Ranuan. Penduduk setempat adalah suku Dayak Meratus.

Dengan jarak tempuh lumayan jauh dan memakan waktu dari kota Banjarmasin ke desa Lokasdo, sebaiknya sahabat pembaca menggunakan kendaraan roda empat. Jam keberangkatan dari kota Banjarmasin usahakan jangan terlalu sore. Karena bila gelap memasuki desa Loksado tidak banyak lampu penerangan dan jalan aspalnya walaupun bagus namun berliuk liuk dengan naikan dan turunan yang terjal.

Bila sampai di lokasi banyak penginapan yang cukup terjangkau tapi juga ada yang mahal. Saya menginap semalam dengan harga 150.000 per kamar tanpa AC tapi dijamin tidak kepanasan. Suhu udara cukup sejuk.

Bangun pagi pemandangan tidak kalah indah. Kabut embun pagi masih menyelimuti desa Loksado dengan hutannya yang masih cukup banyak dan berada di daratan tinggi menyembul kabut memnciptakan siluet diantara cahaya. Di seberang penginapan sudah langsung bisa melihat sungai Amandit dengan aliran airnya yang cukup deras tapi tidak begitu dalam.

Aliran sungai Amandit dari hulu melewati desa Loksado mulai mengalir deras dengan dasar sungai berbatuan kerikil besar dan kecil, airnya jernih dan sejuk. Rumah penduduk di sisi sungai berdiri cantik diatas panggung terkena sinar matahari pagi.

Pagi hari Sabtu dan Minggu warga setempat sudah mulai sibuk dengan merapihkan dan mempersiapkan rakit bambu. Karena biasanya pada weekend banyak pengujung wisataan yang bisa ditawarkan untuk melakukan arung jeram dengan rakit bambunya. Sahabat pembaca yang suka arung jeram bisa menyewa rakit bambu yang disewakan oleh penduduk lokal seharga 200.000.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar