Kamis, 04 Juni 2020

Jadi 'Zona Hitam', Begini Data Corona di Surabaya Sepekan Terakhir

 Surabaya saat ini menjadi perbincangan khalayak ramai. Hal ini terjadi lantaran dalam peta penyebaran virus Corona di Jawa Timur, Kota Surabaya 'berwarna hitam'. Peta yang dapat diakses di infocovid19.jatimprov.go.id menunjukkan perbedaan warna yang cukup signifikan dibanding kota lainnya yang berwarna merah muda hingga tua.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan warna yang terdapat pada peta itu bukanlah hitam, melainkan merah tua. Salah satu faktor penyebabnya adalah jumlah kasus yang terdapat di kota tersebut.

"Kemudian ada yang tanya, itu (di peta) kok ada yang hitam. Itu bukan hitam tapi merah tua. Seperti Sidoarjo yang angka kasusnya 500 sekian merah sekali, kalau angkanya dua ribu sekian (seperti di Surabaya) merah tua," kata Khofifah.

Pada Rabu (2/6/2020) Surabaya mencatatkan penambahan 55 kasus baru Corona sehingga mencapai 2.803. Sementara, rekor penambahan kasus Corona tertinggi Surabaya terjadi pada 21 Mei lalu dengan 311 kasus.

Berikut penambahan kasus positif Corona Surabaya dalam seminggu terakhir dikutip detikcom dari media sosial Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan laman resmi Jatim Tanggap Covid-19 di situs infocovid19.jatimprov.go.id

Rabu 3 Juni
Penambahan 55 kasus

Selasa 2 Juni
Penambahan 115 kasus

Senin 1 Juni
Penambahan 25 kasus

Minggu 31 Mei
Penambahan 113 kasus

Sabtu 30 Mei
Penambahan 101 kasus

Jumat 29 Mei
Penambahan 94 kasus

Kamis 28 Mei
Penambahan 84 kasus

Rentan Terjadi Maag Setelah Lebaran, Cek Risikonya Sekarang

Hari Raya Idul Fitri telah berlalu lebih dari sepekan. Namun, perubahan-perubahan yang terjadi setelah Lebaran masih terasa hingga sekarang. Salah satunya yaitu perubahan pola makan.
Saat berpuasa, pola makan cenderung teratur baik dalam segi waktu maupun banyaknya asupan makanan. Namun saat hari raya bahkan setelahnya, pola makan cenderung berantakan. Tak sedikit pula orang yang kalap makan, makan semua jenis makanan dari yang bersantan hingga makanan-makanan pedas.

Akibatnya, penyakit maag pun jadi penyakit yang kerap datang saat dan setelah Lebaran usai. Meskipun sudah mulai makan teratur, terkadang penyakit maag memang susah disembuhkan secara total. Jika sedang kambuh, maag bisa sangat mengganggu aktivitas dan konsentrasi penderita.

Kamu akan merasakan nyeri di perut bagian kiri hingga ke ulu hati. Rasa sakit ini biasa dirasakan penderita maag ketika terlambat makan. Namun jika memiliki riwayat maag yang cukup parah, bahkan ketika makan tepat waktu pun rasa nyeri itu masih bisa timbul sebelum dan sesudah makan.

Nah, biar nggak terlanjur parah, sebaiknya segera cek kesehatan lambungmu. Tak perlu langsung ke rumah sakit, kamu bisa cek risiko maag lewat GrabHealth Powered by Good Doctor.

Lewat aplikasi Grab di fitur Grab Health ini, kamu akan diberikan beberapa pertanyaan untuk kamu jawab mengenai kondisi kamu. Setelah itu, kamu bisa langsung berkonsultasi dengan dokter lewat chat. Jadi lebih praktis kan? Yuk, cek kesehatan lambungmu sekarang juga.
http://kamumovie28.com/knocked-down/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar