Sebuah studi tentang efek samping pasca vaksinasi COVID-19 dengan AstraZeneca di Skotlandia menemukan bahwa sebagian besar tidak berbahaya. Ini juga tidak ada kaitannya dengan penggumpalan darah di otak.
Kelompok peneliti yang dipimpin oleh Profesor Aziz Sheikh dari Universitas Edinburgh menemukan adanya satu kasus tambahan kasus Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) per 100.000 orang. Hal ini terjadi usai menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca.
Dikutip dari Channel News Asia, ITP merupakan penyakit yang menyebabkan tubuh mudah memar atau berdarah. Penyebabnya karena rendahnya jumlah sel darah merah (trombosis) yang ada di dalam tubuh.
Namun, para peneliti mengungkapkan bahwa ITP ini bisa diobati dan tidak menyebabkan kematian di antara kohort (sekelompok subjek yang memiliki karakteristik yang sama) yang dipantau untuk penelitian ini, yang mencangkup 1,7 juta penerima vaksin AstraZeneca.
Hubungan antara vaksin AstraZeneca dan dampaknya
Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine pada Rabu (9/6/2021) kemarin, menunjukkan tidak ada hubungan yang jelas pembekuan atau pendarahan arteri akibat vaksinasi AstraZeneca.
Selain itu, dalam analisis data menunjukkan pembekuan darah vena di otak yang berpotensi mematikan yang dikenal dengan Cerebral Venous Sinus Thrombosis (CVTS), yang menimbulkan kekhawatiran di Eropa khususnya Skotlandia, tidak berkaitan dengan vaksin AstraZeneca.
Namun, Aziz menggarisbawahi bahwa kelangkaan kasus CVST membuat sampel data di Skotlandia mungkin terlalu kecil untuk menarik kesimpulan apapun. Hanya saja, ia terus mengingatkan bahwa vaksinasi memiliki lebih banyak manfaat daripada risikonya.
"Ini adalah data yang meyakinkan, dan kami sangat mendorong orang-orang untuk tidak menolak undangan vaksinasi COVID-19. Maju terus," kata Aziz yang dikutip dari CNA, Kamis (10/6/2021).
Sebelumnya, kasus jumlah trombosit yang rendah dalam kombinasi dengan pembekuan darah yang dilaporkan dalam beberapa minggu setelah menerima vaksin AstraZeneca menyebabkan pembatasan penggunaan vaksin tersebut.
https://maymovie98.com/movies/piranhas/
Khusus DKI! Daftar Lokasi Vaksin Corona untuk 18 Tahun ke Atas
- Vaksinasi COVID-19 tahap ketiga kini resmi menyasar seluruh penduduk yang berusia di atas 18 tahun. Namun, pelaksanaannya saat ini hanya berlaku untuk warga yang berdomisili di DKI Jakarta.
Hal tersebut ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan sejumlah pertimbangan, salah satunya adalah karena data kasus COVID-19 di Jakarta yang mengalami lonjakan selama sepekan terakhir.
Sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di DKI Jakarta pun kini telah resmi membuka vaksinasi bagi penduduk DKI Jakarta yang memenuhi persyaratan.
Berikut daftar lokasi vaksinasi Corona untuk warga berusia 18 tahun di DKI Jakarta:
(Update 10 Juni 2021)
Puskesmas Cengkareng (Jakarta Barat)
Syarat:
Warga Cengkareng berusia 18 tahun ke atas.
KTP wilayah Kecamatan Cengkareng atau surat keterangan domisili RT/RW dengan cap basah.
Melakukan pendaftaran di TAUTAN INI
Tidak menerima pendaftaran on the spot.
Kecamatan Pancoran (Jakarta Selatan)
Jadwal: 10-25 Juni 2021, Senin-Jumat.
Lokasi:
- SMA Percik
Warga Kelurahan Pancoran pukul 08.00-09.00 WIB (kuota 200 orang).
Warga Kelurahan Durentiga pukul 09.30-10.30 WIB (kuota 200 orang).
Warga Kelurahan Kalibata pukul 11.00-12.00 WIB (kuota 200 orang).
- GOR Pengadegan
Warga Kelurahan Cikoko pukul 08.00-09.00 WIB (kuota 200 orang).
Warga Kelurahan Rawajati pukul 09.30-10.30 WIB (kuota 200 orang).
Warga Kelurahan Pengadegan pukul 11.00-12.00 WIB (kuota 200 orang).
Syarat:
Usia 18 tahun ke atas.
Membawa KTP DKI Jakarta atau surat keterangan domisili di DKI Jakarta dari RT/RW setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar