- China telah menyetujui vaksin COVID-19 ketujuh yang dikembangkan di dalam negeri untuk memenuhi permintaan di tengah percepatan vaksinasi massal di negara itu. China hingga saat ini telah memberikan lebih dari 800 juta dosis vaksin untuk warganya.
Vaksin ketujuh ini dikembangkan oleh Institute of Medical Biology dari Chinese Academy of Medical Sciences yang berbasis di Kunming, provinsi Yunnan, China Barat.
Dikutip dari Global Times, uji klinis fase I dan II membuktikan keamanan dan imunogenitas vaksin yang dapat dengan cepat memicu respons imun pada penerimanya.
Di hari ke-14 usai pemberian dua dosis, tingkat serokonversi antibodi menetralisir dan antibodi anti-S masing-masing mencapai 96 persen dan 99,33 persen. Penelitian juga menunjukkan antibodi yang dipicu oleh vaksin dapat menetralkan varian COVID-19 baru.
Vaksin ini membutuhkan dua suntikan untuk diberikan pada interval dua sampai empat minggu untuk membangun kekebalan pada penerima.
Ini adalah vaksin COVID-19 dengan metode pengembangan inactivated kelima yang mendapatkan persetujuan resmi di China. Tao Lina, ahli vaksin yang berbasis di Shanghai, mengatakan kepada Global Times pada hari Rabu, bahwa ini vaksin ini cukup untuk memenuhi permintaan domestik.
Empat vaksin tidak aktif lainnya yang disetujui di China dikembangkan oleh Sinopharm Group, Sinovac Biotech dan Shenzhen Kangtai Biological Products.
China bertujuan untuk memvaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi yang ditargetkan pada akhir tahun ini.
Untuk mencapai tujuan vaksinasinya, China tidak hanya menyetujui lebih banyak vaksin untuk memperluas pasokan tetapi juga memperbesar populasi sasarannya untuk memberi lebih banyak orang akses ke vaksin.
https://maymovie98.com/movies/rhythm-of-destiny/
Tim Peneliti RI Bicara soal Suntikan Dosis Ketiga Vaksin Sinovac
Baru-baru ini, Sinovac mengklaim vaksin COVID-19 mereka meningkatkan antibodi hingga 20 kali lipat dalam 15 hari. Meski begitu, analisis tersebut baru berdasarkan hasil awal uji klinis vaksin Fase II di China.
Hal ini memicu pertanyaan apakah vaksin Corona Sinovac dosis ketiga akan diterapkan di Indonesia. Ketua tim riset uji klinis vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Dr dr Kusnandi Rusmil SpA(K) pun angkat bicara.
"Belum mulai suntikan ketiga, baru akan dimajukan ke komite etik penelitian dulu," jelasnya saat dikonfirmasi detikcom Kamis (10/6/2021).
"Penelitian yang kemarin baru akan selesai Juli atau awal September pas satu tahun. Baru dievaluasi secara menyeluruh," sambungnya.
Hal senada disampaikan juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi. Pemberian vaksin booster disebut Nadia akan menunggu selesainya uji klinis tahap ketiga vaksin Corona Sinovac.
Hingga kini, dr Nadia menegaskan vaksinasi Corona di Indonesia masih akan fokus menyelesaikan sasaran atau cakupan vaksinasi di dosis pertama dan kedua.
"Belum. Kita tunggu uji klinis tahap 3 selesai ya. Kita fokus dulu penyelesaian vaksinasi sampai dosis kedua untuk seluruh sasaran," beber dr Nadia saat dihubungi detikcom secara terpisah, Kamis (10/6/2021).
China juga disebut belum mengetahui kapan dosis vaksin booster akan diberikan, meskipun uji klinis vaksin suntikan ketiga Sinovac menunjukkan hasil awal yang baik di Fase II. Hal tersebut masih memperhitungkan studi lebih lanjut, terlebih sebagian besar antibodi warganya dinilai masih memiliki antibodi yang cukup baik.
"Data dari orang yang divaksinasi enam bulan lalu sekarang sedang dianalisis, dan hasil awal menunjukkan bahwa tingkat antibodi untuk sekitar setengah dari mereka masih baik," jelas Shao Yiming, seorang dokter terkemuka dan ahli imunologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kepada media, dikutip dari Global Times.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar