Heboh penampilan Kim Jong Un bikin 'shock' usai sempat diterpa kabar soal isu kesehatan dirinya. Pemimpin Korea Utara tersebut kembali terlihat lewat sebuah video pertemuan yang diambil Korean Central Television dan mendadak ramai jadi perbincangan di media sosial.
Ia berjalan di sepanjang koridor dengan badan yang terlihat lebih kurus. Kim Jong Un mengenakan celana panjang hitam longgar dan kemeja hitam, pakaian tersebut dinilai tampak jauh lebih kecil dari ukuran yang ia biasa kenakan.
Penurunan berat badan dirinya jadi sorotan para netizen. "Sepertinya pengalaman mendekati kematiannya membuatnya mengatur pola makan lebih baik karena dia telah kehilangan berat badan," timpal salah satu netizen, dikutip dari Express UK.
Kim Jong Un memang sempat dirumorkan meninggal dunia hingga mengalami koma lantaran lama tak muncul di media hingga akhirnya kemunculan dirinya membantahkan semua rumor yang ada.
Sementara, analisis yang dilakukan NK News, sebuah situs web berbasis di Seoul, menjelaskan jam tangan Kim Jong Un kini tampak dipasang lebih ketat.
"Pergelangan tangan yang tampaknya lebih ramping," analisis mereka.
Mereka menilai, fisik Kim Jong Un jauh berbeda dibandingkan foto atau penampakan dirinya sepanjang November 2020 hingga Maret 2021. Penampilan terakhir Kim Jong Un muncul setelah dia menghilang dari radar selama hampir sebulan.
Dugaan soal kondisi kesehatan yang memburuk juga ikut mencuat lantaran penampilan Kim Jong Un jauh lebih ramping di video tersebut. Namun, belum diketahui pasti, apakah dirinya sengaja melakukan diet atau memiliki masalah kesehatan.
Satu hal yang pasti, video Kim Jong Un pada pertemuan politbiro, tengah membahas masalah 'mendesak' perencanaan negara pada paruh pertama tahun 2021 soal ekonomi dan kehidupan masyarakat.
https://maymovie98.com/movies/devils-vendetta/
Corona di Kudus 'Menggila' Naik 7.594 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya
Kasus positif COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah meningkat drastis. Satgas COVID-19 pada Rabu (9/6/2021) menyebut total kasus di Kudus dalam 3 minggu terakhir, tepatnya pasca Lebaran 2021, meningkat hingga 7.594 persen. Angka ini menjadikan Kudus kota dengan lonjakan kasus tertinggi di RI imbas Lebaran 2021.
Bupati Kudus, HM Hartopo menyebut, faktor utama lonjakan drastis Corona di Kudus adalah sikap abai masyarakat pada protokol kesehatan setelah disuntik vaksin COVID-19.
Ia menekankan, vaksin tak sepenuhnya mencegah infeksi sehingga kerumunan dan aktivitas tatap muka tetap bisa menyebabkan infeksi COVID-19.
"Sebetulnya banyak faktor. Salah satunya adalah vaksinasi. Vaksinasi ini menjadikan masyarakat abai protokol kesehatan tidak disiplin karena menganggap setelah divaksin masyarakat anti virus. Padahal vaksinasi hanya meningkatkan antibodi supaya seandainya terpapar, tidak ada gejala berat," terangnya dalam diskusi daring, Kamis (10/6/2021).
Faktor penyebab lainnya yakni tradisi masyarakat Kudus pasca Lebaran, yakni Anjangsana. Ia menyayangkan, masyarakat abai soal prokes saat mengunjungi kerabat dan saling bertatap muka.
"Anjangsana tradisi di Kudus ini sudah biasa silaturahmi makan-makan atau suguhan. Dengan adanya silaturahmi, orang tua ke sahabat ke saudara ini melepas masker sambil menikmati hidangan yang ada sambil ngobrol. Ini potensi yang amat luar biasa," imbuh Hartopo.
Hartopo menjelaskan, tempat wisata diwajibkan hanya menerima maksimal 30 persen pengunjung. Namun, pariwisata membandel, walhasil kini pihaknya harus menutup titik-titik wisata tersebut.
Pemerintah Kudus juga memperketat pembatasan keluar-masuk kota. Pengecekan dilakukan di titik-titik check point untuk menyaring pendatang yang boleh dan tidak boleh masuk Kudus.
"Kalau tujuannya ke Kudus dan tidak urgent, akan kita putar balik. Tapi kalau memang ada kepentingan mungkin bekerja, tugas ke Kudus, tentunya kita bolehkan masuk Kudus dengan menunjukkan hasil swab rapid antigen. Artinya, bebas COVID-19 yang masih aktif 1x24 jam," pungkas Hartopo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar