Angina atau angin duduk adalah nyeri dada yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke jantung. Menurut sejumlah orang, angin duduk terasa seperti ada beban berat yang menimpa dada mereka.
Meski demikian, gejala yang timbul akibat angin duduk masih sulit dibedakan dengan jenis nyeri dada akibat penyakit lainnya. Oleh karena itu, apabila kamu mengalami nyeri dada yang tak bisa dijelaskan, segera periksakan diri ke dokter.
Penyebab angin duduk
Dikutip dari Mayo Clinic, angin duduk terjadi karena kurangnya asupan oksigen ke jaringan otot jantung. Hal ini dapat terjadi ketika pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan, sehingga aliran darah jadi terganggu.
Kondisi tersebut juga dikenal sebagai penyakit arteri koroner (CAD). Arteri koroner dapat menyempit karena adanya plak atau timbunan lemak, yang disebut aterosklerosis.
Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit arteri koroner dan angin duduk. Di antaranya sebagai berikut.
Merokok
Diabetes
Hipertensi
Kolesterol tinggi
Obesitas
Kurang berolahraga
Stres
Riwayat keluarga yang mengidap penyakit jantung
Pria berusia di atas 45 tahun atau wanita 55 tahun ke atas.
Gejala angin duduk
Gejala utama angin duduk adalah nyeri dada. Bagi sebagian orang rasanya seperti dada ditindih benda berat dan sesak. Rasa nyeri ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti lengan, leher, rahang, bahu, atau punggung.
Berikut gejala angin duduk yang perlu diwaspadai, selain angin duduk.
Pusing
Kelelahan
Mual
Sesak napas
Berkeringat.
Selain beberapa gejala di atas, perlu diketahui bahwa ciri-ciri angin duduk pada wanita bisa berbeda dengan pria. Apa saja gejalanya yang berbeda?
Sakit perut
Rasa tidak nyaman di leher, rahang, atau punggung
Dada terasa seperti ditusuk-tusuk.
Apabila kamu mengalami sejumlah gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, angin duduk bisa menjadi salah satu tanda kamu memiliki penyakit jantung.
https://maymovie98.com/movies/deadly-dream-woman/
Canggih! Sukses dengan Sinovac-Sinopharm, China Setujui Vaksin Corona ke-7
- China telah menyetujui vaksin COVID-19 ketujuh yang dikembangkan di dalam negeri untuk memenuhi permintaan di tengah percepatan vaksinasi massal di negara itu. China hingga saat ini telah memberikan lebih dari 800 juta dosis vaksin untuk warganya.
Vaksin ketujuh ini dikembangkan oleh Institute of Medical Biology dari Chinese Academy of Medical Sciences yang berbasis di Kunming, provinsi Yunnan, China Barat.
Dikutip dari Global Times, uji klinis fase I dan II membuktikan keamanan dan imunogenitas vaksin yang dapat dengan cepat memicu respons imun pada penerimanya.
Di hari ke-14 usai pemberian dua dosis, tingkat serokonversi antibodi menetralisir dan antibodi anti-S masing-masing mencapai 96 persen dan 99,33 persen. Penelitian juga menunjukkan antibodi yang dipicu oleh vaksin dapat menetralkan varian COVID-19 baru.
Vaksin ini membutuhkan dua suntikan untuk diberikan pada interval dua sampai empat minggu untuk membangun kekebalan pada penerima.
Ini adalah vaksin COVID-19 dengan metode pengembangan inactivated kelima yang mendapatkan persetujuan resmi di China. Tao Lina, ahli vaksin yang berbasis di Shanghai, mengatakan kepada Global Times pada hari Rabu, bahwa ini vaksin ini cukup untuk memenuhi permintaan domestik.
Empat vaksin tidak aktif lainnya yang disetujui di China dikembangkan oleh Sinopharm Group, Sinovac Biotech dan Shenzhen Kangtai Biological Products.
China bertujuan untuk memvaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi yang ditargetkan pada akhir tahun ini.
Untuk mencapai tujuan vaksinasinya, China tidak hanya menyetujui lebih banyak vaksin untuk memperluas pasokan tetapi juga memperbesar populasi sasarannya untuk memberi lebih banyak orang akses ke vaksin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar