Pelawak asal Betawi, Omaswati meninggal dunia di usia 54 tahun pada Kamis (16/7/2020). Berdasarkan keterangan dari Ernie keponakannya, Omas mengidap penyakit gula atau diabetes sebelum meninggal.
"Iya penyakit gula," jelas Ernie.
Dikutip dari Healthline, diabetes melitus atau biasa dikenal dengan diabetes adalah penyakit metabolisme yang menyebabkan gula darah meningkat. Beberapa cara untuk mencegahnya adalah berikut ini.
1. Jaga pola makan
Kunci utama dalam mencegah diabetes adalah menerapkan pola makan yang sehat. Karena itu, sangat disarankan untuk membatasi makanan atau minuman yang tinggi akan kadar gula, kalori, dan lemak.
2. Rutin olahraga
Dengan rutin berolahraga, hormon insulin di dalam tubuh akan bekerja lebih maksimal dalam mengontrol gula dalam darah.
Cobalah untuk olahraga minimal 30 menit dalam sehari. Lakukan secara rutin agar risiko terkena diabetes dapat dihindari.
3. Jaga berat badan
Salah satu faktor terbesar orang terkena diabetes adalah karena tidak menjaga berat badan. Ketika berat badan menjadi berlebih dan obesitas, ini akan meningkatkan risiko terkena diabetes.
4. Kelola stres
Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon stres (kortisol) yang bisa meningkatkan kadar gula dalam darah. Selain itu, ketika stres tubuh juga cenderung jadi mudah lapar dan makan lebih banyak.
Karena itu, sebaiknya mulailah melatih untuk mengelola stres dengan baik agar terhindar dari risiko diabetes.
5. Cek gula darah secara rutin
Melakukan cek gula darah ke dokter sangatlah dianjurkan untuk mencegah diabetes. Namun, sebelum mengecek gula darah, disarankan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 10 jam.
Pengecekan gula darah juga bisa dilakukan secara rutin, setiap setahun sekali.
PSBB Jakarta Diperpanjang, Ini 6 Syarat Berakhirnya Pembatasan dari WHO
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi selama 14 hari. Alasannya karena data menunjukkan ada risiko wabah virus Corona COVID-19 kembali memburuk bila PSBB transisi dilonggarkan atau bahkan diakhiri.
Anies menjelaskan tingkat kasus positif (positivity rate) di DKI Jakarta sebelumnya sudah di bawah lima persen. Namun belakangan angka tersebut naik menjadi 5,9 persen.
"Jadi selama 5 minggu kita berada di dalam zona aman secara rekomendasi WHO, di bawah 5 persen. Tapi di pekan terakhir ini, positivity rate kita meningkat menjadi 5,9 persen. Artinya, kita harus lebih waspada," kata Anies dalam siaran di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Anies juga menyebut data melihat ada peningkatan angka penggunaan tempat tidur di rumah sakit dan tingkat penularan virus Corona di DKI Jakarta
"Jadi berdasarkan 3 komponen ini, berdasarkan data tadi, maka akan amat berisiko apabila kita melonggarkan fase I PSBB transisi ini dan masuk ke fase II. Karena itu, kami di DKI Jakarta, Gugus Tugas memutuskan untuk kembali memperpanjang fase I PSBB transisi ini sampai 2 pekan ke depan sebelum beralih ke fase II," ungkap Anies.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat memberikan pedoman bagi wilayah-wilayah yang sedang mempertimbangkan kapan saat yang tepat melonggarkan atau mengakhiri upaya pembatasan sosial. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut ada 6 syarat yang harus dipenuhi.
Berikut penjelasannya:
1. Kondisi penularan penyakit sudah bisa dikendalikan.
2. Sistem kesehatan sudah mampu mendeteksi, mengetes, mengisolasi, dan melakukan pelacakan terhadap semua kontak dekat kasus positif.
3. Risiko di lokasi rawan seperti panti jompo bisa diminimalisir.
4. Sekolah, kantor, dan lokasi penting lainnya bisa dan sudah menerapkan upaya pencegahan.
5. Bisa menghadapi risiko kasus impor.
6. Masyarakat benar-benar sudah teredukasi, terlibat, dan disiplin untuk hidup dalam kondisi normal yang baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar