Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Pelawak Omaswati atau biasa dikenal dengan sebutan Mpok Omas meninggal dunia pada Kamis (16/7/2020).
Menurut Ernie keponakannya, Omas mengidap penyakit gula atau diabetes sebelum meninggal. "Iya penyakit gula," jelas Ernie.
Penyakit gula atau kerap disebut diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika tubuh tak lagi mampu mengontrol kadar gula atau glukosa dalam darah. Jika tidak dikontrol, diabetes dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit di kemudian hari.
Selain Omas, ada sederet nama artis yang juga pernah berjuang melawan diabetes sebelum akhirnya tutup usia. Dirangkum detikcom, berikut 4 artis yang meninggal dengan riwayat penyakit tersebut.
1. Papa T Bob
Pekan lalu, Jumat (10/7/2020), pengarang lagu anak-anak, Papa T Bob meninggal dunia di usia 59 tahun.
Sebelumnya, Papa T Bob dikabarkan memiliki riwayat penyakit diabetes. Kondisi ini disampaikan oleh Tina Toon pada April lalu.
"Diabetes. Aku dikabarin sudah minggu-minggu ini. Sekitar Rabu atau Kamis gitu kan masuk rumah sakit pas hari Kamis," kata Tina Toon kepada detikcom, April silam.
2. Pelawak Djudjuk Srimulat
Salah satu pelawak legendaris 'Srimulat', Djudjuk, meninggal dunia pada Februari 2015. Dikabarkan sebelum meninggal, Djudjuk memiliki riwayat berbagai macam penyakit dan salah satunya adalah diabetes.
"Beliau komplikasi penyakit diabetes dan kanker," ucap Polo, rekan Djudjuk di Srimulat.
Djudjuk meninggal di usia 67 tahun di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta.
3. Presenter Tata Dado
Presenter Safei Salifan Dado atau lebih dikenal dengan nama Tata Dado meninggal dunia di usia 47 tahun pada Maret 2013.
Sebelum meninggal, Tata Dado mengalami komplikasi diabetes yang membuatnya terkena stroke pada 2011.
4. Oon Project Pop
Muhammad Fachroni atau dikenal dengan nama panggilan Oon 'Project Pop' tutup usia pada Jumat (13/1/2017) pagi di kediamannya. Ia meninggal di usia 44 tahun.
Diketahui Oon mengidap diabetes sejak usia 28 tahun. Ia pun meninggal akibat komplikasi diabetes yang diidapnya.
Kondisi yang dialami Oon diperparah dengan adanya vonis komplikasi jantung, liver, ginjal, dan diabetes.
3 Manfaat Bersepeda Menurut Dokter Jiwa, Salah Satunya untuk Kontrol Emosi
Olahraga punya banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk bagi otak dan kejiwaan. Tak terkecuali bersepeda, yang diklaim punya efek positif bagi pengendalian emosi.
Dokter jiwa dari RSJ Dr Soeharto Heerdjan Grogol, dr Safyuni Naswati, SpKJ, menjelaskan bahwa olahraga bisa memicu pelepasan hormon rasa senang. Ini membuat seseorang lebih rileks, bebas dari stres yang membebani.
Olahraga juga mengaktifkan sistem saraf, sehingga bagus untuk otak. Selain meningkatkan fungsi memori, juga bisa mencegah pikun pada lanjut usia.
Lebih lanjut tentang berbagai manfaat tersebut bisa disimak sebagai berikut.
1. Meningkatkan memori
Hippocampus (inti dari memori pada sistem otak) merespon sangat kuat terhadap kegiatan latihan olahraga, terutama aerobik. Olahraga akan menstimulasi sel saraf, meningkatkan jumlah neuron baru, dan membantu kelangsungan hidup sel-sel baru, sehingga dapat meningkatan kemampuan mengingat dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
2. Memperlambat penurunan fungsi kognitif
Latihan selama 30 - 45 menit dengan berjalan cepat sebanyak 3 kali dalam seminggu dapat membantu menangkal timbulnya demensia (penurunan daya ingat). Tak hanya itu, latihan untuk meningkatkan keseimbangan, koordinasi, dan kelincahan dapat memberi dampak positif yang besar bagi struktur otak dan fungsi kognitif dari sekelompok orang berusia lanjut.
3. Membantu mengendalikan emosi
Latihan fisik secara rutin dapat mengendalikan emosi, baik untuk perasaan marah, sedih, dan bahagia.
Para ilmuwan mengamati adanya perubahan dalam pengaturan diri dengan melakukan penelitian selama dua bulan. Hasilnya, para peneliti mencatat sejumlah perubahan positif dalam pola perilaku, diantaranya adalah penurunan stress, emosional, dan peningkatan kemampuan dalam mengendalikan emosi.
"Olahraga dapat memunculkan hormon rasa senang, salah satunya adalah dopamine (hormon pemberi mood baik)." Ujar dr Safyuni dalam sebuah diskusi online, Kamis (16/07/2020).
https://cinemamovie28.com/cast/stephen-kearin/feed/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar