Memilih celana dalam tidak cukup hanya mempertimbangkan kenyamanan. Jenis bahan yang tepat juga menghindarkan pemakainya dari risiko iritasi di bagian sensitif.
Dokter kulit dari DNI Skin Care, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, menyarankan untuk memilih celana dalam sesuai aktivitas yang dilakukan. Pada prinsipnya, pilih celana dalam yang memudahkan dalam bergerak sehingga terasa lebih nyaman.
"Hindari juga penggunaan celana dalam yang terlalu ketat," pesan dr Darma, demikian sapaannya, saat dihubungi detikcom.
Soal bahan, dr Darma menyarankan jenis kain yang menyerap keringat. Bahan sintetis seperti lycra dan nilon kurang dianjurkan karena tidak breathable sehingga membuat kulit rentan iritasi.
Menurut dr Darma, bahan katun paling ideal untuk celana dalam.
"Berbahan katun, karena baik dari segi kenyamanan maupun kesehatan. Bisa mengurangi risiko terjadinya ruam di kulit dan infeksi jamur," sarannya.
Penting untuk Cegah Corona, Ini Aturan Pakai Masker Saat Olahraga
Olahraga termasuk aerosol generated procedure (AGP) sehingga rentan menularkan virus Corona COVID-19. Terlebih jika dilakukan di dalam ruangan dengan sirkulasi udara terbatas.
Salah satu pencegahan paling utama adalah dengan menggunakan masker. Namun perlu diingat, pakai masker saat olahraga juga ada aturannya.
"Masker mengganggu metabolisme tubuh saat intensitas 80-85 persen denyut nadi maksimal. Artinya intensitas tinggi," jelas dr Anita Suryani, SpKO, seorang praktisi kesehatan olahraga, dalam perbincangan di channel YouTube BNPB, baru-baru ini.
Dijelaskan dr Anita, secara umum intensitas olahraga dibagi menjadi 3 kategori yakni rendah, sedang, dan tinggi. Secara subjektif, intensitas olahraga bisa dikenali sendiri dengan tanda-tanda sebagai berikut:
Sedangkan secara objektif, dokter menilai intensitas olahraga berdasarkan persentase denyut nadi maksimal. Pada tiap orang, denyut nadi masksimal berbeda-beda berdasarkan usia.
"Misal aku usianya 30 (tahun). Denyut nadi maksimal aku 220 kurang 30. 190 (beat per minute atau bpm)," jelas dr Anita.
Intensitas sedang, menurut dr Anita, berada pada rentang 60-80 persen denyut nadi maksimal. "Kalau di buku, exact-nya 65-75 persen (denyut nadi maksimal)," tegasnya.
Pada rentang ini, masker AMAN digunakan. Sedangkan pada intensitas tinggi, yakni 80-85 persen denyut nadi maksimal, penggunaan masker bisa mengganggu metabolisme.
"Kalau gowes, biasanya pas tanjakan," kata dr Anita.
Saran dr Anita, sebaiknya berolahraga pada intensitas ringan-sedang agar tetap aman pakai masker dan bermanfaat bagi sistem imun. Olahraga dengan intensitas berat kurang dianjurkan untuk tujuan menjaga kebugaran.
9 Cara Membersihkan Karang Gigi Sendiri di Rumah
Pernahkah memperhatikan gigi Anda tampak lebih kusam dan kuning? Warna kekuningan itu berasal dari karang gigi. Karang gigi adalah plak yang telah mengeras pada gigi.
Kalau tak dibersihkan, lama-kelamaan karang gigi menumpuk di gigi atas dan di bawah gusi. Kondisi ini bisa merusak gigi dan sangat tidak enak dilihat. Mau ke dokter gigi namun khawatir COVID-19. Dalam kondisi seperti ini Anda bisa membersihkan karang gigi sendiri di rumah.
Berikut cara membersihkan karang gigi sendiri di rumah dilansir Webmd dan Healthline:
1. Sikat gigi secara teratur, dua kali sehari masing-masing selama 2 menit.
Gunakan sikat dengan bulu lembut yang cukup kecil untuk masuk ke mulut Anda. Pastikan untuk memasukkan permukaan yang sulit dijangkau di belakang gigi Anda dan pada geraham belakang Anda.
2. Pakai Sikat Gigi Elektrik
Studi telah menemukan bahwa sikat gigi elektrik, dapat menghilangkan karang gigi lebih baik daripada model manual. Namun pakai sikat gigi elektrik yang telah menjalani uji kontrol kualitas dan keselamatan yang ketat.
3. Pilih Pasta Gigi Fluoride
Fluoride akan membantu memperbaiki kerusakan email atau lapisan luar gigi. Beberapa produk memiliki zat yang disebut triclosan yang melawan bakteri dalam plak.
https://kamumovie28.com/cast/bente-borsum/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar