Para ilmuwan dari King's College London baru-baru ini menemukan ada 6 tipe virus Corona yang berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit. Temuan ini bakal membantu tim medis menentukan siapa yang paling berisiko mengalami dampak fatal.
Dengan menggunakan perangkat lunak artificial intelligence, para ilmuwan menganalisis ribuan kasus COVID-19 dan memetakan gejalanya. Sakit kepala dan penciuman berkurang tercatat sebagai gajala paling umum yang ditemukan di semua cluster.
Tipe paling ringan dari COVID-19 menurut penelitian ini ditandai dengan gejala mirip flu (flu like), baik dengan atau tanpa demam. Gejala pada sistem pencernaan seperti diare ditemukan pada tipe yang lebih parah.
"Jika Anda bisa memprediksi siapa orang-orang ini pada hari kelima, Anda punya waktu untuk memberi mereka support dan intervensi awal seperti monitoring kadar oksigen darah dan kadar gula, dan memastikan mereka cukup terhidrasi," kata Claide Steves yang memimpin riset ini, dikutip dari Reuters, Minggu (19/7/2020).
Riset yang dirilis Jumat lalu dan belum mendapat telaah sejawat (peer review) tersebut menggambarkan 6 tipe virus Corona COVID-19 sebagai berikut:
1. Tipe 'Flu-like' tanpa demam
Gejala: Sakit kepala, penciuman berkurang, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, nyeri dada, tanpa demam.
2. Tipe 'Flu-like' dengan demam
Gejala: Sakit kepala, penciuman berkurang, batuk, sakit tenggorokan, suara serak, demam, nafsu makan berkurang.
3. Gastrointestinal
Gejala: Sakit kepala, penciuman berkurang, nafsu makan berkurang, diare, sakit tenggorokan, nyeri dada, tanpa batuk.
4. Tipe parah tingkat satu, fatigue
Gejala: Sakit kepala, penciuman berkurang, batuk, demam, suara serak, nyeri dada, fatigue atau kelelahan.
5. Tipe parah tingkat dua, kebingungan
Gejala: Sakit kepala, penciuman berkurang, nafsu makan berkurang, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, fatigue, kebingungan, nyeri otot.
6. Tipe parah tiga, perut dan pernapasan
Gejala: Sakit kepala, penciuman berkurang, nafsu makan berkurang, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, fatigue, kebingungan, nyeri otot, sesak napas, diare, nyeri lambung.
Pasien dengan virus Corona tipe 4, 5, dan 6 lebih mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit dan mendapat bantuan pernapasan.
Dokter RS Bhayangkara Semarang Meninggal Terpapar COVID-19
Seorang dokter yang bertugas di Semarang meninggal setelah terpapar virus Corona COVID-19. Tenaga medis bernama dr M. Fahmi Arfai ini mengembuskan napas terakhirnya hari Jumat (17/7) malam kemarin.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang, dr Elang Sumambar saat dikonfirmasi wartawan membenarkan informasi tersebut.
"Ya (positif COVID). Meninggal di RS Moewardi Solo jam 22.00 WIB (Jumat)," kata Elang lewat pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (18/7/2020).
Elang mengatakan dokter tersebut bertugas sebagai dokter umum di RS Bhayangkara Semarang. Rumah sakit tersebut juga merupakan salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID-19.
"Kerja di Rumah Sakit Bhayangkara. Asalnya dari Pekalongan," ujarnya.
Elang belum mengetahui dari mana dr Fahmi terpapat Corona. Jenazah sudah langsung diterima oleh pihak keluarga dan dimakamkam pagi tadi. Dokter lulusan Unimus itu menjadi dokter keempat yang bertugas di Semarang yang gugur terpapar COVID-19.
https://kamumovie28.com/cast/nie-yuan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar