Rider Repsol Honda, Marc Marquez, mengalami retak tulang lengan atas setelah gagal finish di MotoGP Spanyol, Minggu (19/7/2020). Ia crash atau jatuh ketika balapan tinggal tersisa 4 lap lagi.
Marquez mendapat pertolongan medis dan hasil pemindaian menunjukkan ada keretakan pada tulang humerus atau lengan atas. Marquez akan menjalani operasi di Barcelona untuk mengatasi keretakan tersebut.
Apa itu tulang humerus?
Dikutip dari Healthline, humerus merupakan tulang memanjang pada lengan atas yang menghubungkan bahu dengan siku. Di bagian siku, tulang ini terhubung dengan tulang ulna dan radius di lengan bawah.
Apa penyebab retak di bagian itu?
Benturan apapun bisa memicu retak pada tulang humerus, namun posisi jatuh bisa mempengaruhi bagian mana yang paling rentan keretakan. Jatuh dengan lengan terbuka misalnya, lebih sering memicu retak di bagian mid-shaft atau tengah dan proximal atau bagian yang dekat bahu.
Benturan keras seperti kecelakaan mobil atau tackle saat main bola lebih sering memicu retak di bagian distal atau dekat dengan siku.
Retak tulang lengan atas juga bisa berupa retak patologis, yang terjadi karna perlemahan tulang. Osteoporosis dan kanker tulang bisa memicu retak patologis pada tulang humerus.
Berapa lama pemulihannya?
Ada banyak cara mengatasi retak tulang humerus, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Umumnya, butuh operasi pada retak yang relatif serius berdasarkan hasil pemindaian.
Lamanya masa pemulihan juga dipengaruhi banyak faktor. Dengan atau tanpa operasi, biasanya butuh waktu beberapa pekan untuk benar-benar pulih. Selama masa pemulihan, dokter akan melakukan evaluasi dan mungkin fisioterapi.
Ancaman Aerosol dan Aturan Pakai Masker Saat di Gym
Di era new normal atau adaptasi kebiasaan baru, atau apapun istilahnya, ada berbagai penyesuaian untuk meminimalkan risiko penularan virus Corona COVID-19. Tidak terkecuali saat berada di gym atau pusat kebugaran.
Di Jakarta, sejumlah pusat kebugaran mulai kembali beroperasi dengan berbagai penyesuaian. Di antaranya dengan menerapkan sistem booking kelas untuk menghindari terjadinya penumpukan, serta anjuran untuk membawa perlengkapan pribadi.
Risiko Tinggi
Praktisi kesehatan olahraga dr Anita Suryani, SpKO mengatakan pusat kebugaran termasuk salah satu tempat berisiko tinggi terkait penularan virus Corona. Karenanya, olahraga di rumah tetap menjadi anjuran paling utama.
"Olahraga itu adalah AGP, Aerosol Generating Procedure. Itu adalah aktivitas-aktivitas yang dapat menimbulkan aerosol," jelasnya dalam diskusi di channel YouTube BNPB baru-baru ini.
"Aerosol membuat droplet makin kecil jadi bisa bertahan makin lama di udara," lanjutnya.
Bawa perlengkapan pribadi
Salah satu keuntungan berolahraga di pusat kebugaran adalah fasilitasnya yang lengkap. Tidak perlu bawa apa-apa, tinggal datang lalu olahraga.
Pada masa seperti ini, kenyamanan itu harus sedikit dikorbankan. Setidaknya, perlengkapan pribadi seperti handuk dan botol minum, diupayakan untuk bawa sendiri dan tidak saling berbagi.
Pakai masker
Terkait ancaman aerosol yang bisa menularkan virus Corona, dr Anita mengingatkan pentingnya pakai masker. Agar tetap nyaman dan aman pakai masker, maka dianjurkan berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.
"Masker mengganggu metabolisme tubuh saat intensitas 80-85 persen denyut nadi maksimal. Artinya intensitas tinggi," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar