- The US Food and Drug Administration (FDA) menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 buatan Pfizer untuk anak usia 12-15 tahun. Ini menjadi vaksin pertama di Amerika Serikat yang mendapat izin penggunaan pada anak.
Dikutip dari CNN, vaksin Corona Pfizer sebelumnya hanya ditujukan untuk usia 16 tahun ke atas. Sementara vaksin Moderna dan Johnson & Johnson dibatasi hanya untuk usia 18 tahun ke atas.
Keputusan untuk memperluas rentang usia penggunaan diambil FDA berdasarkan kajian data yang dikirim Pfizer. Uji klinis pada akhir Maret yang melibatkan 2.260 anak dan remaja menunjukkan efikasi 100 persen dan ditoleransi dengan baik.
Di Amerika Serikat, penggunaan vaksin Corona pada usia 12-15 tahun akan menambah cakupan sebesar 5 persen dari populasi atau sekitar 17 juta orang. Artinya, 85 persen warga AS sudah bisa disuntik vaksin Corona.
Pfizer akhir pekan lalu mengatakan bakal mengajukan emergency use authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin Corona pada anak usia 2-11 tahun pada September 2021. Data keamanan dan efikasi sedang dalam proses.
https://cinemamovie28.com/movies/lupin-the-third-episode-0-first-contact/
Puluhan Jenazah Terdampar di Sungai Gangga India, Diduga Korban COVID-19
Setidaknya sudah ada sekitar 40 jenazah yang ditemukan terdampar di pinggiran Sungai Gangga, India. Tidak jelas dari mana asal muasal jenazah tersebut, namun laporan media setempat menduga mereka adalah korban COVID-19 yang sengaja dihanyutkan.
Ada kepercayaan mengkremasi dan menghanyutkan jenazah di Sungai Gangga dapat meningkatkan derajat orang tersebut di kehidupan berikutnya. Hanya saja karena kekurangan kayu bakar akibat tingginya permintaan kremasi, sebagian warga terpaksa menghanyutkan jenazah kerabat dalam kondisi seadanya.
"Rumah sakit swasta menguras masyarakat. Warga biasa sudah tidak punya uang untuk membayar pemangku dan melaksanakan kremasi di tepi sungai. Mereka meminta uang 2.000 rupee (sekitar Rp 39.000) hanya untuk mengeluarkan jenazah dari ambulans," ungkap salah satu warga Chandra Mohan, seperti dikutip dari BBC pada Selasa (11/5/2021).
"Sungai ini jalan terakhir. Jadi orang-orang menghanyutkan jenazah dengan begitu saja," lanjutnya.
Sebagian besar jenazah diduga berasal dari Uttar Pradesh, salah satu daerah di India yang paling terdampak parah oleh gelombang tsunami COVID-19. Setiap harinya di India bisa terdapat lebih dari 4.000 kematian karena COVID-19.
Diidap Tengku Zulkarnain Saat Meninggal, Ini Dampak Diabetes pada COVID-19
Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia selepas maghrib, Senin (10/5/2021). Sempat dirawat di ICU setelah terpapar COVID-19, ustaz berdarah Melayu Deli ini disebut memiliki komorbid diabetes melitus.
"Iya ada DM (diabetes melitus). Ada penyakit bawaan lah. Sehingga kalau kena covid jadi lebih parah," kata Direktur HRD dan Corporate Communication Tabrani Group Ian Machyar, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (10/5/2021).
Dihubungi detikcom pada Selasa (11/5/2021), Ian menyebut kondisi almarhum Tengku Zulkarnain menurun akibat penyakit bawaan yang diidapnya. Sebelum meninggal, ia sempat menggunakan ventilator atau alat bantu napas.
"Betul. Kalau tidak ada penyakit bawaan banyak yang kena Covid-19 dan sehat lagi," jelas Ian.
Sebelumnya, Ian sempat menyebut mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini tidak memiliki penyakit lain. Tengku Zulkarnain masuk rumah sakit dalam kondisi stabil.
"Waktu masuk kondisinya positif saja, kesehatan stabil. Tidak ada sakit lain," katanya, Senin (10/5/2021).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar