Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan 'lockdown' nasional hinggga 7 Juni mendatang. Mudik antar negara bagian dilarang imbas terjangan gelombang ketiga COVID-19.
Dikutip dari CNN, kasus harian COVID-19 di Malaysia menembus angka 4.000 pada Senin (10/5/2021). Terdapat 37.390 kasus aktif dengan kematian mencapai 1.700 kasus hingga 10 Mei.
Yassin juga mengingatkan munculnya varian baru dengan laju infeksi lebih tinggi yang dikhawatirkan bakal membebani infrastruktur layanan kesehatan.
Lockdown atau movement control order (MCO) kali ini, berbagai kegiatan berkerumun tidak diperbolehkan. Demikian juga perjalanan dalam dan antar negara bagian, juga dilarang.
Ibadah Idul Fitri akan dibatasi maksimal 50 orang untuk masjid dengan kapasitas 1.000 orang, dan maksimal 20 orang untuk kapasitas yang lebih kecil. Pembatasan juga berlaku untuk sholat Jumat.
Restoran tidak diperbolehkan melayani makan ditempat, hanya bisa take away atau dibawa pulang. Sekolah masih belum dibuka.
Lockdown nasional pertama di Malaysia diterapkan pada 18 Maret hingga 3 Mei 2021.
https://cinemamovie28.com/movies/underworld-awakening/
Akhirnya Ada Vaksin Corona Anak! FDA Setujui Pfizer untuk 12-15 Tahun
- The US Food and Drug Administration (FDA) menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 buatan Pfizer untuk anak usia 12-15 tahun. Ini menjadi vaksin pertama di Amerika Serikat yang mendapat izin penggunaan pada anak.
Dikutip dari CNN, vaksin Corona Pfizer sebelumnya hanya ditujukan untuk usia 16 tahun ke atas. Sementara vaksin Moderna dan Johnson & Johnson dibatasi hanya untuk usia 18 tahun ke atas.
Keputusan untuk memperluas rentang usia penggunaan diambil FDA berdasarkan kajian data yang dikirim Pfizer. Uji klinis pada akhir Maret yang melibatkan 2.260 anak dan remaja menunjukkan efikasi 100 persen dan ditoleransi dengan baik.
Di Amerika Serikat, penggunaan vaksin Corona pada usia 12-15 tahun akan menambah cakupan sebesar 5 persen dari populasi atau sekitar 17 juta orang. Artinya, 85 persen warga AS sudah bisa disuntik vaksin Corona.
Pfizer akhir pekan lalu mengatakan bakal mengajukan emergency use authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin Corona pada anak usia 2-11 tahun pada September 2021. Data keamanan dan efikasi sedang dalam proses.
Puluhan Jenazah Terdampar di Sungai Gangga India, Diduga Korban COVID-19
Setidaknya sudah ada sekitar 40 jenazah yang ditemukan terdampar di pinggiran Sungai Gangga, India. Tidak jelas dari mana asal muasal jenazah tersebut, namun laporan media setempat menduga mereka adalah korban COVID-19 yang sengaja dihanyutkan.
Ada kepercayaan mengkremasi dan menghanyutkan jenazah di Sungai Gangga dapat meningkatkan derajat orang tersebut di kehidupan berikutnya. Hanya saja karena kekurangan kayu bakar akibat tingginya permintaan kremasi, sebagian warga terpaksa menghanyutkan jenazah kerabat dalam kondisi seadanya.
"Rumah sakit swasta menguras masyarakat. Warga biasa sudah tidak punya uang untuk membayar pemangku dan melaksanakan kremasi di tepi sungai. Mereka meminta uang 2.000 rupee (sekitar Rp 39.000) hanya untuk mengeluarkan jenazah dari ambulans," ungkap salah satu warga Chandra Mohan, seperti dikutip dari BBC pada Selasa (11/5/2021).
"Sungai ini jalan terakhir. Jadi orang-orang menghanyutkan jenazah dengan begitu saja," lanjutnya.
Sebagian besar jenazah diduga berasal dari Uttar Pradesh, salah satu daerah di India yang paling terdampak parah oleh gelombang tsunami COVID-19. Setiap harinya di India bisa terdapat lebih dari 4.000 kematian karena COVID-19.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar