Selasa, 11 Mei 2021

Puluhan Jenazah Terdampar di Sungai Gangga India, Diduga Korban COVID-19

 Setidaknya sudah ada sekitar 40 jenazah yang ditemukan terdampar di pinggiran Sungai Gangga, India. Tidak jelas dari mana asal muasal jenazah tersebut, namun laporan media setempat menduga mereka adalah korban COVID-19 yang sengaja dihanyutkan.

Ada kepercayaan mengkremasi dan menghanyutkan jenazah di Sungai Gangga dapat meningkatkan derajat orang tersebut di kehidupan berikutnya. Hanya saja karena kekurangan kayu bakar akibat tingginya permintaan kremasi, sebagian warga terpaksa menghanyutkan jenazah kerabat dalam kondisi seadanya.


"Rumah sakit swasta menguras masyarakat. Warga biasa sudah tidak punya uang untuk membayar pemangku dan melaksanakan kremasi di tepi sungai. Mereka meminta uang 2.000 rupee (sekitar Rp 39.000) hanya untuk mengeluarkan jenazah dari ambulans," ungkap salah satu warga Chandra Mohan, seperti dikutip dari BBC pada Selasa (11/5/2021).


"Sungai ini jalan terakhir. Jadi orang-orang menghanyutkan jenazah dengan begitu saja," lanjutnya.


Sebagian besar jenazah diduga berasal dari Uttar Pradesh, salah satu daerah di India yang paling terdampak parah oleh gelombang tsunami COVID-19. Setiap harinya di India bisa terdapat lebih dari 4.000 kematian karena COVID-19.

https://cinemamovie28.com/movies/the-armed-policewoman/


Diidap Tengku Zulkarnain Saat Meninggal, Ini Dampak Diabetes pada COVID-19


Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia selepas maghrib, Senin (10/5/2021). Sempat dirawat di ICU setelah terpapar COVID-19, ustaz berdarah Melayu Deli ini disebut memiliki komorbid diabetes melitus.

"Iya ada DM (diabetes melitus). Ada penyakit bawaan lah. Sehingga kalau kena covid jadi lebih parah," kata Direktur HRD dan Corporate Communication Tabrani Group Ian Machyar, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (10/5/2021).


Dihubungi detikcom pada Selasa (11/5/2021), Ian menyebut kondisi almarhum Tengku Zulkarnain menurun akibat penyakit bawaan yang diidapnya. Sebelum meninggal, ia sempat menggunakan ventilator atau alat bantu napas.


"Betul. Kalau tidak ada penyakit bawaan banyak yang kena Covid-19 dan sehat lagi," jelas Ian.


Sebelumnya, Ian sempat menyebut mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini tidak memiliki penyakit lain. Tengku Zulkarnain masuk rumah sakit dalam kondisi stabil.


"Waktu masuk kondisinya positif saja, kesehatan stabil. Tidak ada sakit lain," katanya, Senin (10/5/2021).

Komorbid diabetes lebih berisiko fatal

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD mengatakan diabetes merupakan salah satu komorbid yang memperberat pasien COVID-19. Risiko kematian pada komorbid diabetes lebih tinggi.


"Itu bisa empat kali lipat sampai enam kali lipat," paparnya dalam webinar Peringatan Hari Obesitas Sedunia, Rabu (3/3/2021).


Meski demikian, risiko fatal pada komorbid diabetes bisa dihindari dengan mengontrol kadar gula darah. Tidak hanya mengurangi risiko fatal pada COVID-19, tetapi juga mengurangi risiko tertular.


"Kalau gula darahnya, misalnya terkendali dengan baik, anggaplah di bawah 180 selama perawatan intensif, itu kematiannya jauh lebih kecil dibandingkan mereka-mereka yang gula darahnya tinggi," kata Prof Suastika.


Satgas Penanganan COVID-19 juga memasukkan diabetes melitus ke dalam 4 penyakit komorbid paling mematikan. Risiko kematian pada komorbid diabetes, menurut Satgas, 8,3 kali lebih tinggi dibandingkan tanpa komorbid.


Keempat komorbid paling mematikan pada COVID-19 adalah:


Penyakit ginjal (13,7 kali lebih berisiko fatal)

Penyakit jantung (9 kali lebih berisiko fatal)

Diabetes (8,3 kali lebih berisiko fatal)

Hipertensi (6 kali lebih berisiko fatal).

https://cinemamovie28.com/movies/sixty-million-dollar-man/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar