- Baru-baru ini, ratusan orang dilaporkan terinfeksi dari penyakit 'misterius' di India. Hingga kini ada lebih dari 300 orang yang dinyatakan terinfeksi karena penyakit tersebut dan 1 orang meninggal dunia.
Dikutip dari New York Post, ratusan orang tersebut berakhir dirawat di RS. Namun, 180 orang di antaranya kondisinya membaik dan cukup sehat untuk pulang dari RS pada Senin kemarin.
Wabah penyakit tak dikenal ini melanda Eluru, India. Apa saja gejala yang dirasakan pasien-pasien tersebut?
Epilepsi, kejang
Kehilangan kesadaran
Mual dan muntah
Meski angka kasus positif Corona cukup tinggi di India, seluruh pasien yang terinfeksi penyakit ini dinyatakan negatif COVID-19. Selain itu, tes darah yang dilakukan sejauh ini tak menemukan bukti adanya infeksi virus lain seperti demam berdarah atau chikungunya.
"Setidaknya satu orang telah meninggal dan lebih dari 200 lainnya telah dirawat di rumah sakit karena penyakit misterius di negara bagian Andhra Pradesh, India selatan," menurut laporan setempat.
Bagaimana awal mulanya?
Penyakit misterius ini awalnya terdeteksi Sabtu malam di Eluru, Andhra Pradesh, India, pasien ditemukan mengalami gejala mual hingga kehilangan kesadaran. Salah satu pasien berusia 45 tahun dirawat di RS dengan mengidap gejala yang mirip epilepsi dan mengeluh gejala mual, meninggal dunia pada Minggu malam, demikian lapor kantor berita Press Trust of India.
Dikutip dari CNN, pasien yang meninggal dunia disebut karena serangan jantung, para pejabat mengatakan kematian tersebut tampaknya tidak terkait dengan penyakit tak dikenal ini.
Awalnya, petugas mencurigai adanya kontaminasi air, karena semua pasien ditemukan memiliki sumber air yang sama. Namun, pejabat setempat mengesampingkan kemungkinan tersebut.
"Kami mengesampingkan pencemaran air atau polusi udara sebagai penyebabnya setelah petugas mengunjungi daerah-daerah di mana orang jatuh sakit," kata Menteri Kesehatan negara bagian Andhra Pradesh.
"Ini adalah penyakit misterius dan hanya analisis laboratorium yang akan mengungkapkan apa itu," jelasnya.
"Orang-orang yang jatuh sakit, terutama anak-anak, tiba-tiba mulai muntah setelah mengeluh matanya terbakar," kata seorang pejabat di Rumah Sakit Pemerintah Eluru mengatakan kepada surat kabar Indian Express.
"Beberapa dari mereka pingsan atau mengidap serangan jantung," tambah pejabat itu.
Jaganmohan Reddy, kepala menteri negara bagian setempat, mengatakan para ahli medis sedang dikirim ke Eluru untuk menyelidiki penyebab penyakit tersebut, demikian lapor BBC.
https://nonton08.com/movies/home-alone-4/
Viral Dokter Azankan Bayi Baru Lahir, Kisahnya Mengharukan
Kelahiran buah hati merupakan salah satu momen yang paling menggembirakan bagi orang tua. Bagi seorang muslim, ayah wajib mengazani anaknya. Tetapi tidak semua ayah berkesempatan untuk melakukan itu.
Viral di media sosial, dokter yang diberikan kepercayaan untuk mengazani dua orang bayi baru lahir. Foto yang diunggah oleh dr Sandy Prasetyo, SpOG, menampilkan foto dirinya tengah mengumandangkan azan untuk bayi yang ia bantu kelahirannya.
"Permintaan khusus, amanah untuk mengadzankan dari 2 orang ayah, gak pernah terbayang saya akan di posisi ini," tulis dr Sandy.
Berdasarkan keterangan dr Sandy dalam foto yang diunggahnya Minggu (6/12/2020), ayah bayi itu meninggal karena infeksi virus Corona COVID-19. Sebelum meninggal, sang ayah berpesan agar dr Sandy mengazani bayinya setelah lahir.
dr Sandy bercerita mengenai kedua orang tua bayi yang rajin kontrol setiap bulan. Namun pada minggu ke 33 kehamilan, kontrol sempat tertunda karena orang tua bayi tersebut terinfeksi COVID-19. Pasien melajutkan kontrol rutin pada minggu ke-36 kehamilan karena dinyatakan negatif COVID-19, tanpa ditemani oleh suaminya.
"Tiga hari kemudian pasien saya datang masuk ruang praktik ditemani sepupunya. Seperti biasa saya sapa antusias, 'Halo, Ibu, alhamdulillah ya udah sehat. Bapak mana, Bu?' sambil saya tengok ke arah pintu luar, nungguin suaminya masuk," kenang dr Sandy.
Suami pasien meninggal karena COVID-19, hal itu yang membuat pasien menangis tanpa sepatah kata saat itu. dr Sandy pun terkejut mendengarnya.
"Kaget saya, tiga minggu sebelum lahiran ternyata suami meninggal karena COVID-19," tambah dr Sandy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar