Lagi-lagi pesta seks dicurigai sebagai super-spreader COVID-19. Sebanyak 158 orang di California, Amerika Serikat diamankan polisi setelah diketahui menyelenggarakan pesta seks yang berujung pada peningkatan infeksi COVID-19.
Pesta tersebut dihadiri remaja yang berusia antara 16-22 tahun. Hampir 160 orang yang ditangkap di lokasi tanpa menggunakan masker.
Sebelumnya, acara ilegal ini telah diiklankan di media sosial Instagram dengan nama "Project Wet ND 'Wild'". Bahkan penyelenggara acara pun ikut ditangkap tepat di lokasi kejadian.
Penggerebekan pesta seks ini terjadi setelah Sheriff Alex Villanueva bersumpah untuk menindak acara yang berpotensi sebagai super spreader COVID-19. Pesta ini dilakukan di salah satu rumah kosong di lingkungan perumahan dan tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Pesta seks juga beberapa kali dikaitkan dengan terjadinya lonjakan kasus di sebuah wilayah. Beberapa kasus serupa sudah pernah terjadi dan menularkan virus ke banyak orang.
Dirangkum detikcom, berikut deretan kasus pesta seks yang berujung terjadinya lonjakan kasus penularan COVID-19.
1. Klaster pesta seks di Australia
Pada akhir September 2020, lonjakan kasus terjadi di Victoria, Australia, yang diduga terkait dengan klaster pesta seks di Kota Colac yang terletak sekitar 150 km barat daya Melbourne.
Pihak kepolisian Victoria baru diberitahu setelah pesta seks selesai diadakan pada 29 Agustus 2020. Para warga di sekitar wilayah tersebut dilaporkan emosi karena pesta seks tersebut, yang telah melanggar aturan perbatasan saat adanya lonjakan kasus.
Selengkapnya baca DI SINI
2. Pesta Swinger berujung penularan COVID-19
Di New Orleans, Amerika Serikat dilaporkan adanya 41 kasus COVID-19 yang berkaitan dengan konvensi swinger. Salah satu orang yang hadir di pesta tersebut bahkan dirawat di rumah sakit dalam kondisi yang serius pasca tertular COVID-19.
"Jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya tidak akan mengadakan acara ini lagi. Padahal sebagian besar dari 41 kasus positif sebagian besar merupakan kasus asimtomatik atau sangat ringan," kata Bob Hannaford, penyelenggara acara tersebut, dikutip dari Fox Live beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut terkait pesta swinger berujung COVID-19 DI SINI
https://movieon28.com/movies/the-lover/
Pembengkakan Jantung: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Pembengkakan jantung saat ini menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan publik, setelah seorang peserta Indonesian Idol didiagnosis mengalami gangguan ini dan akhirnya wafat.
Melisha Sidabutar atau Melisha Indonesian Idol meninggal pada Rabu (9/12/2020) di usia 19 tahun. "Jadi sudah dironsen, ditemukan ada pembengkakan jantung. Jadi emang udah lemes dari pagi or kemarin (nggak tau jelasnya ya guys). Terus mamanya cerita, mau dibawa ke RS dari kemarin, cuma Melisha bilang nggak usah," kata Ellysia Belinda sahabat Melisha.
Dikutip dari Mayo Clinic, pembengkakan jantung atau cardiomegaly sebetulnya bukan penyakit. Kondisi ini adalah tanda adanya gangguan lain dalam tubuh yang harus segera ditangani. Cardiomegaly terlihat saat pemeriksaan X-ray atau imagining test lainnya.
Berikut penyebab, gejala, dan pengobatan pembengkakan jantung
A. Penyebab pembengkakan jantung
Kondisi ini diakibatkan berbagai hal yang mengakibatkan organ berupaya lebih keras memompa darah. Upaya yang lebih keras juga membahayakan otot jantung. Kadang jantung makin besar dan lemas karena berbagai hal yang tidak diketahui, atau kerap disebut idiopathic cardiomegaly.
Pembengkakan jantung terjadi karena:
1. Bawaan lahir
Kondisi bawaan jantung sejak lahir (congenital), efek serangan jantung, atau irama jantung yang tidak normal (arrhythmia) bisa mengakibatkan pembengkakan jantung.
2. Tekanan darah tinggi
Hipertensi bisa jadi mengakibatkan jantung berusaha lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini ini meningkatkan ukuran dan ketebalan otot jantung.
3. Penyakit katup jantung
Empat katup jantung memungkinkan darah selalu mengalir ke arah yang benar. Jika katup jantung rusak karena rheumatic fever, cacat, infeksi, dan sebab lain maka kondisi ini bisa mengakibatkan pembengkakan jantung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar