Minggu, 12 Juli 2020

Tubuh Gemuk Bawa Risiko Penyakit, Ini Pola Hidup yang Perlu Diubah

Semua orang pasti menginginkan tubuh yang ideal. Namun, kadang keinginan tersebut tidak dibarengi dengan pola hidup, konsumsi makanan, dan rutinitas yang sehat. Alhasil yang ada justru risiko seperti kegemukan atau obesitas mengintai karena kebiasaan tersebut.
Pakar obesitas dari Light House, dr Grace Judio-Kahl menyebut bila orang yang berbadan gemuk tidak memiliki keluhan apapun, maka bisa saja orang tersebut dikatakan sehat. Namun, ia menggarisbawahi tentang tubuh yang gemuk bisa meningkatkan risiko terserang penyakit.

Penyakit yang biasa menyertai orang bertubuh gemuk adalah sindroma metabolik atau kumpulan gejala akibat tumpukan lemak perut sebelah dalam atau abdominal fat. Ia juga mengutip studi jangka panjang WHO yang menunjukkan semakin gemuk orang, maka kemungkinan terjadi penyakit kardiovaskular akan meningkat.

Untuk itu, ada baiknya masyarakat memperbaiki pola hidup, konsumsi makanan, dan rutinitas yang sehat supaya terhindar dari risiko pada tubuh yang gemuk. Jika ingin tahu risiko kegemukan yang ada pada saat ini, bisa konsultasi ke dokter setempat.

Namun, jika ingin cara yang lebih simpel dan bebas biaya, bisa memanfaatkan layanan GrabHealth powered by Good Doctor yang ada di aplikasi Grab. Dilihat di aplikasi Grab, Minggu (12/7/2020), layanan ini memberi promo saldo OVO buat pengguna baru dan tak terkecuali untuk mengetahui risiko kegemukan penggunanya.

Pengguna hanya perlu mengklik banner promo tersebut di beranda aplikasi Grab dan menjawab empat pertanyaan terlebih dahulu. Saat dicoba, pertanyaan tersebut seputar rutinitas olahraga (kurang dari tiga kali dalam seminggu atau minimal 30 menit setiap sesi), konsumsi camilan manis atau asin, konsumsi buah atau sayur (kurang dari dua kali per hari), waktu tidur kurang dari empat jam saat malam hari, dan soal kontrol nafsu makan.

Lalu kamu akan menerima saran untuk tingkat risiko dari jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan. Misalnya saat risiko kegemukan kamu rendah, maka disarankan untuk olahraga minimal satu sampai dua kali per minggu, mengonsumsi sayur setiap kali makan utama, membatasi asupan tinggi minyak, gula, dan garam, dan konsumsi air mineral 2 liter per hari.

Jika belum puas dengan jawaban tersebut, kamu bisa melanjutkan konsultasi dengan mitra dokter GrabHealth untuk mencari tahu tingkat risiko atau obesitas dirimu. Layanan ini bebas biaya dan dikurasi oleh mitra dokter profesional.

Lalu khusus pengguna baru pertama setiap harinya dari 12-15 Juli 2020 berkesempatan mendapat saldo OVO Rp 10 ribu. Caranya dengan menyelesaikan cek risiko tersebut dan menerima ketentuan halaman persetujuan yang terdapat pada layanan konsultasi dokter.

China Temukan Virus Corona COVID-19 pada Kemasan Udang Beku Impor

Pemerintah China temukan virus Corona COVID-19 pada kemasan udang beku impor. Namun penemuan tersebut bukan berarti virus Corona dapat ditularkan melalui kemasan makanan.
Direktur Jenderal Biro Keamanan Pangan Impor dan Ekspor di bawah Administrasi Umum Kepabeanan China, Bi Kexin, mengatakan pihaknya menemukan enam sampel yang terpapar virus Corona dari 223 ribu sampel yang diuji pada makanan beku impor.

Dikutip dari South China Morning Post, pengambilan sampel dilakukan sebagai langkah pencegahan pemerintah China usai munculnya kasus virus Corona COVID-19 di Beijing yang berasal dari pasar makanan.

Pada bulan lalu, pemerintah China mewaspadai salmon impor sebagai kemungkinan penyebab wabah COVID-19 baru di Beijing. Namun, para ahli menyebut minim kemungkinan ikan bisa membawa virus.

Bi Kexin mengatakan dalam kasus yang terbaru virus ditemukan pada bagian luar kemasan makanan udang beku dari tiga perusahaan Ekuador. Sementara isinya sendiri ketika diuji memberikan hasil negatif.

"Hasilnya menunjukkan bahwa kontainer dan kemasan dari perusahaan-perusahaan ini memiliki risiko terkontaminasi virus Corona. Ahli menyebut bukan berarti makanan ini bisa menularkan virus, tapi menunjukkan bahwa manajemen keamanan makanan ini tidak ideal," kata Bi Kexin.

Bea Cukai Tiongkok telah menangguhkan impor makanan dari tiga perusahaan Ekuador itu. Mereka mendesak pemerintah Ekuador untuk meningkatkan kontrolnya atas makanan beku yang diekspor ke China.
https://nonton08.com/star/maria-lee-metheringham/feed/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar