Minggu, 12 Juli 2020

China Temukan Virus Corona COVID-19 pada Kemasan Udang Beku Impor

Pemerintah China temukan virus Corona COVID-19 pada kemasan udang beku impor. Namun penemuan tersebut bukan berarti virus Corona dapat ditularkan melalui kemasan makanan.
Direktur Jenderal Biro Keamanan Pangan Impor dan Ekspor di bawah Administrasi Umum Kepabeanan China, Bi Kexin, mengatakan pihaknya menemukan enam sampel yang terpapar virus Corona dari 223 ribu sampel yang diuji pada makanan beku impor.

Dikutip dari South China Morning Post, pengambilan sampel dilakukan sebagai langkah pencegahan pemerintah China usai munculnya kasus virus Corona COVID-19 di Beijing yang berasal dari pasar makanan.

Pada bulan lalu, pemerintah China mewaspadai salmon impor sebagai kemungkinan penyebab wabah COVID-19 baru di Beijing. Namun, para ahli menyebut minim kemungkinan ikan bisa membawa virus.

Bi Kexin mengatakan dalam kasus yang terbaru virus ditemukan pada bagian luar kemasan makanan udang beku dari tiga perusahaan Ekuador. Sementara isinya sendiri ketika diuji memberikan hasil negatif.

"Hasilnya menunjukkan bahwa kontainer dan kemasan dari perusahaan-perusahaan ini memiliki risiko terkontaminasi virus Corona. Ahli menyebut bukan berarti makanan ini bisa menularkan virus, tapi menunjukkan bahwa manajemen keamanan makanan ini tidak ideal," kata Bi Kexin.

Bea Cukai Tiongkok telah menangguhkan impor makanan dari tiga perusahaan Ekuador itu. Mereka mendesak pemerintah Ekuador untuk meningkatkan kontrolnya atas makanan beku yang diekspor ke China.

Wakil Direktur Pusat Nasional Penilaian Risiko Keamanan Pangan China, Li Ning mengatakan telah menguji 60 ribu sampel makanan di Provinsi Zhejiang, Yunnan, Henan, Shandong, dan daerah otonom Ningxia Hui. Dari pengujian tersebut, hasilnya semuanya negatif COVID-19.

"Secara keseluruhan, kemungkinan makanan terkontaminasi oleh virus Corona COVID-19 tetap sangat kecil," ujar Li.

Li mengatakan makanan bisa saja terkontaminasi oleh virus corona jika dibawa oleh staf yang menangani makanan.

"Anggota staf tidak boleh pergi bekerja jika mereka memiliki gejala seperti demam, batuk dan kelelahan," pungkasnya.

3 Penyakit yang Bisa Menular dari Hewan Peliharaan, Wajib Waspada!

Penularan penyakit dari hewan ke manusia dan sebaliknya bisa terjadi. Terutama bagi para pecinta hewan, setidaknya ada tiga penyakit zoonotik dari hewan peliharaan yang perlu kamu tahu dan waspadai:
1. Rabies
Rabies merupakan penyakit karena virus yang menyebabkan peradangan pada otak manusia dan mamalia. Penyakit ini kebanyakan ditularkan oleh hewan anjing.

Penularan rabies terhadap manusia bisa terjadi lewat gigitan, cakaran, dan paparan air liur. Gejala dari rabies anjing bisa dilihat dari perilakunya yang cenderung lebih agresif, suka mengamuk, berbusa di sudut mulut, suara serak bahkan tidak mampu untuk menggonggong.

2. Toxoplasmosis
Toxoplasmosis merupakan penyakit dari hewan yang disebabkan karena parasit Toxoplasma gondii (T. gondii). Parasit ini seringkali ditemukan pada kucing. Permasalahannya, kebanyakan kucing yang terinfeksi T.gondii tidak menunjukkan gejala penyakit.

Seseorang yang terinfeksi parasit ini bisa mengalami gejala demam, kehilangan nafsu makan, dan mengalami kelesuan.

3. Leptospirosis
Leptospira merupakan penyakit yang disebabkan karena bakteri Leptospira dari hewan liar atau peliharaan. Baik kucing, anjing, tikus, dan sapi dapat terkontaminasi oleh bakteri ini. Jika manusia memakan daging sapi yang terkena leptospira, berkontak langsung dengan kucing dan anjing liar, atau membiarkan rumah dikotori oleh tikus, maka sangat berpotensi untuk mengalami penyakit ini.

Salah satu upaya untuk menghindari penyakit Zoonosis, pastikan hewan peliharaanmu mendapat cek kesehatan sebanyak dua kali dalam setahun, hindari mencium hewan dan membiarkannya menjilat wajahmu, serta selalu menjaga kebersihan.
https://nonton08.com/star/atticus-mitchell/feed/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar