Sabtu, 18 Juli 2020

Tips Psikolog Hindari Modus Penipuan Seperti yang Dialami Anang-Ashanty

Pasangan artis Anang Hermansyah dan Ashanty nyaris menjadi korban penipuan oleh orang yang berniat membeli rumahnya. Namun kini mereka bisa bernapas lega karena berhasil lolos dari penipu yang akan membeli rumahnya.
Dalam beberapa kesempatan, Ashanty pernah menyebut rumah mewahnya di kawasan Cinere sudah laku terjual. Tapi ternyata calon pembeli dari rumah mereka adalah seorang penipu kelas kakap.

Kejadian ini dibagikan Ashanty dalam akun instagram miliknya. Ashanty mengatakan sangat bersyukur karena belum menyerahkan sertifikat rumahnya.

Kasus penipuan sebetulnya memang kerap terjadi, untuk itu bagaimana tips untuk hindari modus penipuan?

Psikolog Nuzulia Rahma dari Pro Help Center dan Reis Community menjelaskan untuk memastikan proses jual beli harus sesuai dengan prosedur yang jelas dan tidak terburu-buru.

"Agar tidak terbuai janji, pastikan proses jual beli yang dilakukan berdasarkan tahapan tahapan yang jelas. Jika perlu, jelas juga tahapannya atau prosedurnya sesuai hukum. Tidak perlu buru buru. Pastikan semuanya sesuai prosedur hukum jual beli yang berlaku," ujar Rahma sa
Lalu apa yg perlu diwaspadai jika ada sesuatu yg mengarah ke penipuan?

Rahma menjelaskan, untuk mewaspadai adanya modus penipuan dalam proses jual beli, kita harus kenali dulu si pembeli lebih jauh.

"Agar transaksi jual beli aman dari orang yang berniat jahat, sebelum melakukan transaksi, kenali lebih jauh partner jual beli kita (sebagai penjual tau calon pembeli) kata Rahma saat dihubungi detikcom Minggu (18/7/2020).

"Cek medsos, cek nomor rekening, cek ke temen-temen," pungkasnya.

Terpopuler Sepekan: Saran Pakar soal Penularan Corona Lewat Udara

Beberapa waktu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui munculnya bukti-bukti yang melihat bahwa virus Corona COVID-19 bisa menular lewat airborne. Selama ini virus Corona dianggap bisa menginfeksi lewat paparan langsung dari droplet (percikan liur) orang sakit atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi oleh virus Corona lalu menyentuh wajah.
Dalam dokumen yang diunggah pada Kamis (9/72020) lalu, WHO memperbarui pedoman mode transmisi COVID-19. Disebutkan bahwa beberapa studi melihat adanya kemungkinan droplet berukuran ekstra kecil atau disebut mikrodroplet yang dihasilkan saat batuk atau bersin dapat membuat virus bertahan lama di udara.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menekankan penularan virus Corona secara airborne ini dapat terjadi terutama di ruangan yang tertutup. PDPI mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan mengikuti protokol kesehatan tambahan.

Berikut imbauan PDPI dalam rilis yang diterima detikcom Minggu (12/7/2020) lalu. Apa saja?

1. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak panik.

2. Hindari pergi untuk tidak ke tempat keramaian baik itu tempat tertutup maupun tempat terbuka.

3. Pakai masker di mana saja dan kapan saja bahkan di dalam ruangan.

4. Ciptakan ruangan dengan ventilasi yang baik seperti, membuka jendela sesering mungkin.

5. Jaga kebersihan tangan kamu serta hindari menyentuh bagian wajah sebelum mencuci tangan.

6. Tetap terapkan jaga jarak pada aktivitas yang dilakukan sehari-hari.
https://nonton08.com/star/katarzyna-dabrowska/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar