Senin, 13 Juli 2020

Suspek Corona di Semarang Meninggal karena Bronkopneumonia

 Pihak medis angkat bicara soal penyebab meninggalnya pasien suspect corona di RSUP dr Kariadi Semarang. Pasien tersebut meninggal dengan diagnosa penyakit Bronkopneumonia.
Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) RSUP dr Kariadi, dr Fathur Nur Kholis menjelaskan pasien yang merupakan pria 37 tahun itu meninggal dengan keadaan paru-paru mengalami kerusakan karena infeksi di paru-paru dan saluran pernafasan.

"Jadi pasien itu meninggal karena paru-paru mengalami kerusakan, yang jelas bukan virus corona. Penyebab infeksi di paru-paru banyak sekali, bisa virus, bakteri, jamur atau makhluk hidup yang lain. Kasus yang kemarin meninggal bisa terjadi dengan sebab apapun, termasuk bakteri. Ini Bronkopneumonia, tingkat kematiannya memang tinggi," tutur Nur.

Kemudian Nur menjelaskan terkait Bronkopneumonia. Jika seseorang dengan indikasi tersebut maka mengalami peradangan di saluran pernapasan dan mengalami gangguan pernapasan.

"Kalau seseorang dengan Bronkopneumonia mengalami peradangan di saluran napas. Maka orang ini mengalami gangguan dalam bernapas sehingga tidak bisa mengambil oksigen dan tidak bisa keluarkan CO2, ini gagal napas," katanya.

Pasien dengan Bronkopneumonia bisa komoplikasi pada organ lainnya sehingga mengalami kerusakan. Sedangkan pada pasien yang meninggal hari Minggu (23/2) lalu tingkat kerusakan paru-parunya cukup berat.

"Bapak yang kemarin meninggal tingkat Bronkopneumonia itu sangat berat, tingkat kerusakan paru-parunya cukup berat, kemungkinan penyebabnya bakteri," jelasnya.

Sementara itu terkait perlakuan isolasi dan sebagainya terhadap pasien tersebut, dilakukan terkait keamanan karena pasien sempat keluar negeri. Pasien itu baru pulang dari Spanyol kemudian Dubai dan kembali ke Indonesia.

"Memang pasien secara klinis memang kategori pasien dalam pengawasan karena ada riwayat dari luar negeri dan ada gejala gejala demam, batuk, sesak napas hingga gangguan pernapasan berat. Pasien dalam pengawasan dilakukan pemeriksaan sesuai arahan Kementerian Kesehatan dan pemeriksaan penunjang untuk cari penyebab adakah inveksi virus corona," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr. Agoes Poerwoko, SpOG(K), MARS.

Hasil medis dari Puslitbangkes menyatakan pasien itu negatif virus covid-19 atau corona. Namun ketika hasil belum keluar, pasien sudah meninggal sehingga perlakuan dilakukan seolah korban positif.

"Sampai pasien ini meninggal perlakuan sama seperti positif. Begitu negatif, yang melakukan penanganan lega, tidak harus ada yang dikhawatirkan," tandasnya.

Duh, Pria AS Ditagih Hampir Rp 50 Juta Setelah Negatif Virus Corona

Setelah kembali ke Miami bulan lalu dari perjalanan kerja di China, Osmel Martinez Azcue mendapati dirinya dalam posisi yang menakutkan. Ia mengalami gejala flu yang mirip dengan coronavirus terlebih negara yang ia kunjungi telah disebut sebagai negara endemik.
Dalam keadaan normal, Azcue mengatakan ia hanya pergi ke apotek untuk membeli obat penangkal virus. Namun kali ini berbeda. Pejabat kesehatan telah menekankan kewaspadaan penyakit pernapasan dan Azcue merasa memiliki tanggung jawab memastikan dirinya bebas dari COVID-19.

Setelah itu, ia pergi ke Rumah Sakit Jackson Memorial dan ditempatkan di ruangan tertutup. Perawat berjas putih menyemprortkan disinfektan sebelum ia masuk. Staf medis mengatakan dirinya harus menjalani CT scan namun Azcue mengatakan langsung saja tes virusnya.

Namun hasil pemeriksaan menunjukkan Azcue mengalami flu, bukan terinfeksi virus corona. Ia kemudian mendapat tagihan dari rumah sakit untuk membayar USD 3,500 atau hampir Rp 50 juta.

"Bagaimana mereka mengharapkan penduduk biasa berkontribusi untuk mengurangi risiko penyebaran orang ke orang jika rumah sakit membebankan kami USD 3,270 untuk pemeriksaan darah sederhana dan pembersihan saluran nasal?" katanya dikutip dari The Independent.

Rumah Sakit Jackson Memorial, tempat Azcue menerima tes-tesnya, memberi tahu Miami Herald bahwa ada lebih banyak tagihan untuk pria itu. Tidak jelas apa lagi yang harus dia bayar setelah dites virus corona.
https://indomovie28.net/astro-boy-tetsuwan-atom-episode-5/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar