Senin, 13 Juli 2020

'Suspek Corona' di Semarang Meninggal, Keluarga Tak Bisa Dampingi Jenazah

Keluarga pasien isolasi yang meninggal di RSUP dr Kariadi Semarang sempat mendapat perlakuan khusus oleh dinas kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien tersebut negatif virus corona COVID-19, meninggal karena bronkopneumonia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Abdul Hakam mengatakan, keluarga pasien tersebut ada di Kota Semarang dan luar kota. Di Kota Semarang keluarga pasien sempat dilakukan pemantauan dan hari ini adalah hari terakhir pemantauan.

"Yang kita lakukan sejak tanggal 13 kita pantau sama keluarganya. Hari ini hari terakhir, tidak ada yang gejala batuk atau sesak napas. Keluarga di Semarang dan luar kota terutama di semarang yang jadi pantauan kita alhamdulillah tidak ada gejala yang ditemukan," kata Abdul di RSUP dr. Kariadi Semarang, Rabu (26/2/2020).

Langkah tersebut dilakukan karena sebelumnya hasil tes apakah pasien terinfeksi virus corona atau tidak belum keluar. Namun saat ini dipastikan pasien yang merupakan seorang pria berusia 37 tahun itu negatif corona sehingga keluarga dan tetangga tidak perlu khawatir.

"Hasil lab menyatakan Covid-19 negatif. Mungkin ini bisa mencerahkan kepada masyarakat sekitar. Warga juga sebelumnya resah. Ini sudah clear dan tidak meresahkan," tegasnya.

Untuk diketahui pasien tersebut masuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang tanggal 19 Februari 2020 dengan kondisi demam, batuk, dan gangguan pernapasan. Tanggal 23 Februari 2020 pasien meninggal dan hasil lab belum keluar sehingga dilakukan penanganan layaknya positif corona. Setelah hasil keluar, ternyata dinyatakan negatif corona.

"Memang pasien secara klinis memang kategori pasien dalam pengawasan karena ada riwayat dari luar negeri dan ada gejala gejala demam, batuk, sesak napas hingga gangguan pernapasan berat. Pasien dalam pengawasan dilakukan pemeriksaan sesuai arahan Kementrian Kesehatan dan pemeriksaan penunjang untuk cari penyebab adakah inveksi virus corona," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr. kariadi Semarang, dr. Agoes Poerwoko, SpOG(K), MARS.

Hasil medis dari Puslitbangkes menyatakan pasien itu negatif virus covid-19 atau corona. Namun ketika hasil belum keluar, pasien sudah meninggal sehingga perlakuan dilakukan seolah korban positif.

"Sampai pasien ini meninggal perlakuan sama seperti positif. Begitu negatif, yang melakukan penanganan lega, tidak harus ada yang dikahwatirkan," tandasnya.

Agoes menjelaskan, proses paling berat memang ketika harus mengedukasi keluarga terkait perlakuan yang harus dilakukan terhadap pasien tersebut. Namun keluarga pasien memahami dan mengerti.

"Ini yang paling sulit, tidak boleh mendampingi keluarga yang kagi sakit, termasuk saat pemulasaran jenazah," katanya.

Sering Gatal? Kenali Beberapa Faktor Penyebab Ruam Kulit Ini

 Kondisi cuaca dan lingkungan yang kurang sehat bisa menjadi sebagian faktor yang menyebabkan munculnya rasa gatal di bagian tubuh. Terkadang gatal-gatal tersebut bisa menimbulkan ruam kulit yang tidak enak untuk dilihat.
Ruam merupakan perubahan di bagian kulit yang terlihat menonjol dan biasanya memiliki warna kemerahan. Namun ternyata banyak faktor lain yang bisa menyebabkan gatal-gatal dan munculnya ruam di kulit lho.

Apa saja sih sebenarnya faktor-faktor penyebab ruam kulit? Berikut daftarnya seperti dilansir dari Medical News Today:

Penyakit Eczema

Merupakan penyakit yang menjadi faktor utama dari ruam kulit pada kebanyakan balita dan anak-anak. Penyakit ini bisa disebabkan oleh alergi rhintis, alergi makanan, asma, dan kelainan genetik.

Alergi Kontak

Barang, tanaman, dan berbagai produk sehari-hari yang kita temui bisa menjadi faktor penyebab ruam. Biasanya benda-benda tersebut memiliki kandungan kimia, yang menyebabkan orang-orang dengan kulit sensitif mengalami gatal. Nama kedokteran dari alergi ini adalah allergic contact dermatitis.

Panas

Panas juga bisa menjadi faktor penyebab ruam kulit, hal ini terjadi karena kelenjar keringat tertutup akibat panas. Hal itu menyebabkan inflamasi dan tonjolan merah yang muncul menjadi ruam.

Gigitan Kutu dan Infeksi Cacing

Kutu Kasur (Bedbug) dan Tungau (Scabies Mite) dapat menggigit kulit serta menyebabkan ruam jika kita berada di lingkungan yang tidak bersih. Beberapa orang juga bisa terinfeksi dengan cacing cincin (Ringworm) dan menyebabkan ruam kulit yang cukup parah.

Itulah beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab ruam kulit. Jika ingin tahu lebih lanjut apakah ruam di kulit hanya diakibatkan oleh terik matahari atau infeksi serius dari cacing, bisa bertanya langsung lewat layanan GrabHealth di aplikasi Grab.
https://indomovie28.net/inazuma-eleven-episode-20-subtitle-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar