Minggu, 19 Juli 2020

Sapardi Djoko Damono Meninggal, Ada Riwayat Penurunan Fungsi Organ

Penyair Sapardi Djoko Damono meninggal dunia di usia 80 tahun, Minggu (19/7/2020). Sebelumnya, Sapardi dikabarkan mengalami penurunan fungsi organ tubuh.
Kabar duka tersebut beredar dalam pesan singkat yang diterima redaksi. Disebutkan, penulis puisi Hujan di Bulan Juni tersebut meninggal pada pukul 09:17 WIB.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un Telah meninggal dunia sastrawan besar Indonesia, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono," demikian bunyi pesan tersebut, dikutip dari detikHot.

Menurut informasi, Sapardi tengah menjalani perawatan di RS tersebut dalam beberapa waktu belakangan ini. Dikutip dari CNN Indonesia, kondisi kesehatan Sapardi yang menurun diungkap oleh salah seorang kerabatnya, Sonya Sondakh, pekan lalu.

"HB drop (menurun) dan ini sudah ketiga kali dalam empat bulan ini. Belum tahu sebabnya, perlu pemeriksaan," katanya, Minggu (12/7/2020).

Sebelumnya, pada November 2019, Sapardi juga sempat dirawat di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, karena kadar hemoglobin (Hb) menurun.

"Saya tidak tahu apakah ada kaitan langsung atau tidak [kondisi dulu dengan sekarang]. Tapi mestinya saling terkait, kalau ginjal jelek akibatnya macam-macam misalnya. Selama ini belum diketahui mengapa HB-nya drop terus sehingga harus transfusi secara berkala," kata Sonya saat itu.

Agar Celana Dalam Tak Bikin Iritasi, Catat Saran Dokter Kulit

 Memilih celana dalam tidak cukup hanya mempertimbangkan kenyamanan. Jenis bahan yang tepat juga menghindarkan pemakainya dari risiko iritasi di bagian sensitif.
Dokter kulit dari DNI Skin Care, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, menyarankan untuk memilih celana dalam sesuai aktivitas yang dilakukan. Pada prinsipnya, pilih celana dalam yang memudahkan dalam bergerak sehingga terasa lebih nyaman.

"Hindari juga penggunaan celana dalam yang terlalu ketat," pesan dr Darma, demikian sapaannya, saat dihubungi detikcom.

Soal bahan, dr Darma menyarankan jenis kain yang menyerap keringat. Bahan sintetis seperti lycra dan nilon kurang dianjurkan karena tidak breathable sehingga membuat kulit rentan iritasi.

Menurut dr Darma, bahan katun paling ideal untuk celana dalam.

"Berbahan katun, karena baik dari segi kenyamanan maupun kesehatan. Bisa mengurangi risiko terjadinya ruam di kulit dan infeksi jamur," sarannya.

Penting untuk Cegah Corona, Ini Aturan Pakai Masker Saat Olahraga

Olahraga termasuk aerosol generated procedure (AGP) sehingga rentan menularkan virus Corona COVID-19. Terlebih jika dilakukan di dalam ruangan dengan sirkulasi udara terbatas.
Salah satu pencegahan paling utama adalah dengan menggunakan masker. Namun perlu diingat, pakai masker saat olahraga juga ada aturannya.

"Masker mengganggu metabolisme tubuh saat intensitas 80-85 persen denyut nadi maksimal. Artinya intensitas tinggi," jelas dr Anita Suryani, SpKO, seorang praktisi kesehatan olahraga, dalam perbincangan di channel YouTube BNPB, baru-baru ini.

Dijelaskan dr Anita, secara umum intensitas olahraga dibagi menjadi 3 kategori yakni rendah, sedang, dan tinggi. Secara subjektif, intensitas olahraga bisa dikenali sendiri dengan tanda-tanda sebagai berikut:

Sedangkan secara objektif, dokter menilai intensitas olahraga berdasarkan persentase denyut nadi maksimal. Pada tiap orang, denyut nadi masksimal berbeda-beda berdasarkan usia.

"Misal aku usianya 30 (tahun). Denyut nadi maksimal aku 220 kurang 30. 190 (beat per minute atau bpm)," jelas dr Anita.

Intensitas sedang, menurut dr Anita, berada pada rentang 60-80 persen denyut nadi maksimal. "Kalau di buku, exact-nya 65-75 persen (denyut nadi maksimal)," tegasnya.
https://kamumovie28.com/cast/sophie-gomis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar