Kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia tembus angka 600 ribu di bulan kesepuluh. Terjadi penambahan 6.310 kasus positif pada Jumat (11/12/2020), sehingga total menjadi 605.243 kasus.
Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 4.911 kasus menjadi 496.886 kasus. Sementara pasien meninggal bertambah 175 kasus menjadi 18.511 kasus.
Berdasarkan data yang dihimpun Worldometers, Indonesia saat ini berada di urutan ke-20 negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia, dan urutan ke-4 di Asia. Dari jumlah kematian, Indonesia menempati urutan ke-17 di dunia dan urutan ke-3 di Asia.
Dikutip dari covid19.go.id, peta sebaran COVID-19 menunjukkan bahwa Indonesia mengkonfirmasi 2 kasus pertama pada 2 Maret 2020. Perkembangan kasus sejak saat itu terangkum sebagai berikut:
2 Maret 2020: Kasus pertama
Positif 2
Sembuh 0
Meninggal 0
25 Juni 2020: Tembus 50 ribu kasus
Positif 50.185
Sembuh 20.449
Meninggal 2.620
Jeda waktu dari kasus pertama: 115 hari
27 Juli 2020: Tembus 100 ribu kasus
Positif 100.303
Sembuh 52.164
Meninggal 4.838
Jeda waktu dari 50 ribu kasus: 32 hari
22 Agustus 2020: Tembus 150 ribu kasus
Positif 151.498
Sembuh 105.195
Meninggal 6.594
Jeda waktu dari 100 ribu kasus: 28 hari
8 September 2020: Tembus 200 ribu kasus
Positif 200.035
Sembuh 142.958
Meninggal 8.230
Jeda waktu dari 150 ribu kasus: 17 hari
22 September 2020: Tembus 250 ribu kasus
Positif 252.923
Sembuh 184.298
Meninggal 9.837
Jeda waktu dari 200 ribu kasus: 14 hari
4 Oktober 2020: Tembus 300 ribu kasus
Positif 303.498
Sembuh 228.453
Meninggal 11.151
Jeda waktu dari 250 ribu kasus: 12 hari
16 Oktober 2020: Tembus 350 ribu kasus
Positif 353.461
Sembuh 277.544
Meninggal 12.347
Jeda waktu dari 300 ribu kasus: 12 hari
28 Oktober 2020: Tembus 400 ribu kasus
Positif 400.483
Sembuh 325.793
Meninggal 13.612
Jeda waktu dari 350 ribu kasus: 12 hari
12 November 2020: Tembus 450 ribu kasus
Positif 452.291
Sembuh 382.084
Meninggal 14.933
Jeda waktu dari 400 ribu kasus: 15 hari
23 November 2020: Tembus 500 ribu kasus
Positif 502.110
Sembuh 422.386
Meninggal 16.002
Jeda waktu dari 450 ribu kasus: 11 hari
3 Desember 2020: Tembus 550 ribu kasus
Positif 557.877
Sembuh 462.553
Meninggal 17.355
Jeda waktu dari 500 ribu kasus: 10 hari
11 Desember 2020: Tembus 600 ribu kasus
Positif 605.243
Sembuh 496.886
Meninggal 18.511
Jeda waktu dari 550 ribu kasus: 8 hari
https://nonton08.com/movies/scarlet-innocence/
Soal Pre Order Vaksin Corona di RS, Ini Penegasan Jubir Vaksinasi COVID-19
Sejumlah rumah sakit mulai membuka PO atau pre order vaksin COVID-19. Salah satunya Rumah Sakit UII (Universitas Islam Indonesia) di Kecamatan Pandak, Bantul.
Direktur Utama Rumah Sakit UII, Widodo Wirawan menyebut antusiasme warga untuk melakukan pre order vaksin COVID-19 cukup tinggi, terbukti dengan sudah adanya peminat.
Meski demikian, pre order vaksin COVID-19 di rumah sakit mengundang rasa penasaran. Selain karena harga vaksin mandiri belum ditentukan, status vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih menunggu EUA (Emergency Use Authorization) alias belum bisa digunakan.
Juru bicara vaksin Corona Prof Wiku Adisasmito ikut menanggapi kemunculan pre order atau PO vaksinasi COVID-19 di beberapa rumah sakit. Ditegaskan, hingga saat ini belum ada kebijakan terkait hal tersebut.
"Belum ada kebijakan pemerintah tentang hal tersebut," tegasnya saat dihubungi detikcom Jumat (11/12/2020).
Vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia diketahui belum mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA. Diperkirakan izin penggunaan darurat baru bisa keluar di Januari 2021 minggu kedua hingga ketiga.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menjelaskan mundurnya pemberian EUA terkait vaksin COVID-19 dikarenakan beberapa data uji vaksin Corona yang belum bisa dilengkapi hingga Desember 2020.
Lalu berapa harga pre order vaksin COVID-19 yang ditawarkan RS? Baca di halaman berikut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar