Jumat, 18 Desember 2020

Mantan PM Malaysia Kecewa Google dan Tesla Lirik Indonesia

 Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menyuarakan kekecewaannya lantaran Malaysia ia nilai kurang berupaya menarik investor kakap dalam dua tahun terakhir. Dia menyinggung raksasa teknologi semacam Google, Amazon dan Tesla lebih melirik Indonesia untuk investasi.

"Tesla akan ke Indonesia. Amazon akan masuk ke Indonesia. Google akan pergi ke Indonesia. Apa yang telah terjadi?" tulis Najib di akun Facebook resminya baru-baru ini, lengkap dengan cuplikan berita dari beberapa media mengenai minat para perusahaan besar itu masuk ke Indonesia.


Najib yang berstatus bebas dengan jaminan setelah divonis 12 tahun penjara karena tersandung kasus korupsi ini mengklaim pada masa pemerintahannya, keadaan investasi di Malaysia lebih baik. Ia menyebut memimpin langsung usaha untuk menarik investor.


"Kami memiliki banyak agen investasi. Saya dulu memimpin misi perdagangan dan investasi sendiri. Temui para pemimpin asing dan pemimpin industri. Sekitar 80 perusahaan internasional diundang ke Malaysia pada masa saya," klaim Najib Razak.


Hal itu membuka kesempatan kerja dan membuat para pekerja Malaysia terampil, termasuk yang tinggal di luar negeri, kembali mengabdi untuk negara. Ia menyayangkan Malaysia kini tidak lagi dilirik untuk investasi, yang menurutnya sudah berlangsung sejak tahun 2018.


"Sayang sekali. Malaysia yang pernah berada di bawah kepemimpinan BN yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi di kawasan Asia dan Asia Tenggara, kini tidak lagi menjadi pertimbangan investasi. Tidak lagi dilihat. Sayang sekali. Sayang sekali. Oh Malaysia, di mana kita?," pungkasnya.


Postingan itu ramai ditanggapi oleh para netizen Malaysia, sebagian setuju dan ada pula yang khawatir Indonesia berpotensi nantinya bisa lebih maju. Sudah ada lebih dari 3,2 ribu komentar dilayangkan.


Adapun berita yang dikutip Najib Razak menyebutkan Tesla meninjau potensi Indonesia sebagai penghasil Nikel, bagaimana Elon Musk diajak membuat landasan roket antariksa di Indonesia, Google berinvestasi di Tokopedia, sampai Amazon berencana mengguyur investasi.

https://maymovie98.com/movies/kata-hati/


Dapat Frekuensi 2,3 GHz, Smartfren dan Tri Siap Gelar 5G


Selain Telkomsel, Smartfren dan Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) juga mendapatkan spektrum di lelang frekuensi di 2,3 GHz. Bagaimana rencana Smartfren dan Tri Indonesia usai memiliki 'amunisi' tambahan spektrum ke depannya?

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys menuturkan akan menggunakan frekuensi tersebut untuk memperluas jaringan ke daerah-daerah baru, di mana yang saat ini belum mendapat kesempatan menikmati layanan Smartfren. Selain itu, Smartfren juga akan meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan saat.


"Kalau semakin besar frekuensinya, kapasitas layanan bisa ditingkatkan, internet jadi lebih cepat, lebih enak dipakai, juga lebih efisien dari sisi biaya investasinya. Terutama di tengah semakin tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan online virtual, seperti video conference, maupun streaming,' ujar Merza, Jumat (18/12/2020).


Sebagai penghuni baru di frekuensi 2,3 GHz, Tri Indonesia juga takkan menyisakan sokongan tambahan spektrum dengan lebar pita 10 MHz ini untuk menambah kapasitas trafik yang terus meningkat di jaringan miliknya.


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang telah menentukan bahwa frekuensi 2,3 GHz ini akan dijadikan frekuensi 5G, sudah diantisipasi dan berkomitmen untuk menggelar layanan jaringan seluler generasi kelima hadir ke Indonesia.


"Sejak tahun 2019, berbagai uji coba dan infrastruktur pendukung jaringan 5G telah kami persiapkan, sehingga dengan adanya frekuensi 2,3 Ghz ini dan tambahan spektrum frekuensi lainnya Tri Indonesia telah memiliki teknologi 5G ready untuk menggelar jaringan 5G di frekuensi 2,3 GHz," ujar Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia M. Danny Buldansyah.


"Kami harap semua prosesnya akan berjalan lancar, Tri Indonesia akan terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi pelanggan serta mendukung misi pemerintah dalam hal pemerataan internet serta transformasi digital di sektor ekonomi, sosial, dan pemerintahan," sambung Danny.


Nada yang sama juga disampaikan Smartfren soal komitmen menggelar layanan 5G di Indonesia di masa mendatang. Bahkan, dikatakan Merza, teknologi miliknya sudah dan tinggal menunggu penggelaran 5G.


"Sebelumnya Smartfren telah berhasil melakukan trial 5G di Marunda, Jakarta Utara pada medio 2019 lalu. Pada trial tersebut Smartfren berhasil mencapai kecepatan 8,7 Gbps, dengan memanfaatkan pita frekuensi 28 GHz," ucap Merza.

https://maymovie98.com/movies/jendral-soedirman/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar