Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di London, Fahmi Ardi menceritakan bagaimana vaksinasi Corona pertama berjalan di Inggris. Ia bercerita, penerima vaksin Corona pertama adalah lansia di atas 80 tahun.
Inggris diketahui memulai vaksinasi Corona pertamanya per Rabu (2/12/2020). Vaksinasi Corona di Inggris dilakukan secara bertahap mulai pekan ini.
"Gelombang pertama akan diberikan kepada lansia di atas 80 tahun dan health and care staffs, karena mereka termasuk golongan paling rentan tertular virus. Gelombang pertama vaksinasi diberikan secara gratis melalui program NHS," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Meski begitu, Fahmi mengaku belum tahu apakah vaksinasi Corona diberikan secara gratis ke depannya. Hal ini dikarenakan vaksinasi Corona baru berjalan.
"Setahu saya vaksinasi akan gratis melalui NHS. Tapi lebih jelasnya kurang tahu juga ya untuk gelombang selanjutnya, soalnya di sini juga masih baru banget prosesnya," lanjutnya.
Menurutnya, distribusi vaksin terbatas dan hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Fahmi menyebut warga Inggris begitu antusias menyambut program vaksinasi COVID-19 dan berharap bisa segera membantu menyelesaikan pandemi Corona.
Namun, Fahmi mengaku khawatir beberapa warga Inggris lantas tak mematuhi protokol COVID-19 usai dimulainya program vaksinasi bagi prioritas.
"Walaupun ada kekhawatiran dengan adanya berita ini dapat membuat warga lengah untuk tetap melakukan protokol kesehatan yang berlaku dalam menghindari penyebaran virus sampai vaksin tersedia untuk umum," kata dia.
Fahmi juga bercerita kalau Warga Negara Asing (WNA) di Inggris baru bisa divaksin Corona jika sudah tersedia untuk umum. Dirinya dan rekan-rekannya berharap bisa segera mendapat vaksin COVID-19 di awal 2021.
"WNA bisa mengakses vaksin apabila sudah tersedia untuk umum, saat ini vaksinasi masih diutamakan untuk gelombang pertama," kata Fahmi.
"Saya cukup optimis apalagi kalau vaksin buatan Inggris dari Oxford University bisa dapat lampu hijau dalam waktu dekat," tutur Fahmi.
https://nonton08.com/movies/the-final-destination/
Update Corona di Indonesia 9 Desember: Tambah 6.058 Kasus, Total 592.900
Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Rabu (9/12/2020), bertambah 6.058 kasus. Total positif jadi 592.900, sembuh 487.445, dan meninggal 18.171.
Hari ini ada 56.034 spesimen yang diperiksa dengan jumlah suspek mencapai 69.879 orang.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 6.058 menjadi 592.900
Pasien sembuh bertambah 3.948 menjadi 487.445
Pasien meninggal bertambah 171 menjadi 18.171
Sebelumnya pada Selasa (8/12/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat sebanyak 586.842, sembuh 483.497, dan meninggal 18.000.
Tembus 6.058 Kasus COVID-19 RI 9 Desember, DKI Masih di Atas Seribu
Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Rabu (9/12/2020). Ada penambahan 6.058 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 592.900 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.217 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 908 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 735 kasus baru per 9 Desember.
Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 3.948 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 171 orang.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 6.058 menjadi 592.900
Pasien sembuh bertambah 3.948 menjadi 487.445
Pasien meninggal bertambah 171 menjadi 18.171
Sedangkan sebaran 6.058 kasus baru Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020) adalah sebagai berikut:
DKI Jakarta: 1.217 kasus
Jawa Barat: 908 kasus
Jawa Tengah: 735 kasus
Jawa Timur: 718 kasus
Kalimantan Timur: 279 kasus
Riau: 235 kasus
Kalimantan Tengah: 229 kasus
DI Yogyakarta: 198 kasus
Banten: 166 kasus
Sulawesi Selatan: 157 kasus
Bali: 139 kasus
Sumatera Barat: 125 kasus
Kalimantan Selatan: 83 kasus
Sumatera Utara: 80 kasus
Lampung: 80 kasus
Sulawesi Tenggara: 75 kasus
Jambi: 70 kasus
Sulawesi Tengah: 61 kasus
Papua: 59 kasus
NTB: 57 kasus
Kalimantan Barat: 57 kasus
Sulaweisi Utara: 57 kasus
Papua Barat: 56 kasus
Sumatera Selatan: 40 kasus
Maluku: 39 kasus
Kalimantan Utara: 31 kasus
NTT: 27 kasus
Gorontalo: 24 kasus
Bangka Belitung: 22 kasus
Kepulauan Riau: 12 kasus
Bengkulu: 8 kasus
Sulawesi Barat: 8 kasus
Aceh: 6 kasus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar