Jumat, 11 Desember 2020

Jateng-Jabar Tempel DKI, Ini Sebaran 6.033 Kasus COVID-19 RI 10 Desember

 Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Kamis (10/12/2020). Ada penambahan 6.033 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 598.933 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 6.089 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 998 kasus dan Jawa Barat sebanyak 960 kasus baru per 10 Desember.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 4.530 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 165 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Kamis (10/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.033 menjadi 598.933

Pasien sembuh bertambah 4.530 menjadi 491.975

Pasien meninggal bertambah 165 menjadi 18.336


Sedangkan sebaran 6.089 kasus baru Corona di Indonesia pada Kamis (10/12/2020) adalah sebagai berikut:


DKI Jakarta: 1.180 kasus

Jawa Tengah: 998 kasus

Jawa Barat: 960 kasus

Jawa Timur: 796 kasus

Sulawesi Selatan: 219 kasus

Kalimantan Tengah: 205 kasus

DI Yogyakarta: 191 kasus

Banten: 169 kasus

Sumatera Barat: 140 kasus

Riau: 139 kasus

Sulawesi Utara: 135 kasus

Bali: 112 kasus

Kalimantan Timur: 109 kasus

Sumatera Utara: 83 kasus

Kepulauan Riau: 72 kasus

Lampung: 65 kasus

Bengkulu: 62 kasus

Sumatera Selatan: 58 kasus

Kalimantan Utara: 58 kasus

Kalimantan Selatan: 46 kasus

Papua: 37 kasus

Nusa Tenggara Timur: 33 kasus

Jambi: 32 kasus

Papua Barat: 31 kasus

Kalimantan Barat: 25 kasus

Nusa Tenggara Barat: 20 kasus

Bangka Belitung: 13 kasus

Maluku: 11 kasus

Sulawesi Tengah: 9 kasus

Maluku Utara: 9 kasus

Aceh: 8 kasus

Sulawesi Barat: 7 kasus

Sulawesi Tenggara: 1 kasus

https://movieon28.com/movies/dark-phoenix/


DPR Pertanyakan Efektivitas Vaksin Corona Sinovac, Ini Kata Menkes Terawan


 Vaksin Corona yang sudah sampai di Indonesia diperkirakan bisa mendapat izin emergency use of authorization (EUA) di bulan Januari 2021. Hal ini diungkap Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito beberapa waktu lalu.

Disebutkan, mundurnya izin EUA yang dikeluarkan berkaitan dengan data vaksin Corona yang belum lengkap. Salah satu anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay dari Fraksi PAN mempertanyakan efektivitas vaksin Corona Sinovac.


Khususnya terkait dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Saleh menyebut perlu untuk melihat keberhasilan vaksin Corona di negara-negara lain demi melihat risiko yang ada saat menerima vaksin.


"Sudah pernah nggak dipakai di negara lain? Maksud saya di negara mana yang sudah berhasil? Supaya kejadian pasca imunisasi bisa dibandingkan juga itu dengan negara lainnya," tanya Saleh kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam rapat komisi IX DPR RI, Kamis (10/12/2020).


"Apakah sudah berhasil di negara China sendiri?" tanyanya lagi.


Dalam kesempatan yang sama, Menkes Terawan menegaskan hingga kini baru Inggris yang menjalankan vaksinasi dengan izin penggunaan darurat (EUA) menggunakan vaksin Corona Pfizer.


Ditegaskan Terawan, belum ada negara yang mengeluarkan izin edar vaksin Corona dan kebanyakan masih dalam tahap uji klinis fase ketiga. Maka dari itu, efektivitas vaksin Corona Sinovac juga belum bisa dipastikan.


"Nah di dunia yang baru keluar EUA, baru Pfizer kemarin yang baru disuntik, yang baru saja, yang lain belum pernah ada, vaksinasi belum ada pak. Kalau ada ribuan orang dikerjakan itu masih dalam kapasitas uji klinis 3 yang dilebarkan mau berapa pasiennya," lanjutnya.


"Tapi ini sebenarnya vaksinnya belum ada izin edar yang bisa kita gunakan jadi sebenarnya harus kita pelajari semua satu per satu vaksinnya demi keselamatan itu yang kami lakukan pak," tegasnya.


Menkes menjelaskan BPOM kini tengah melakukan pemantauan terkait vaksin Corona mana yang paling cocok digunakan di Indonesia. Penilaian tersebut termasuk dengan proses distribusi vaksin Corona di Indonesia.


Selain itu, proses yang sedang berjalan dipastikan Terawan semata-mata untuk mengukur keamanan dan efektivitas vaksin Corona sebelum diberikan kepada masyarakat banyak.


"Dan apa yang dikerjakan oleh BPOM adalah rangkaian apa yang paling cocok untuk Indonesia ini dengan demografi dengan suku yang berbeda terpisah-pisah itu apa yang paling nyaman," lanjutnya.


"Menyangkut distribusinya itu juga menjadi pertimbangan yang tidak mudah," pungkasnya.

https://movieon28.com/movies/the-king-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar