Sabtu, 19 Desember 2020

Berapa Dana yang Mau Ditarik Muhammadiyah dari Bank Syariah BUMN?

 Muhammadiyah berencana menarik seluruh dananya dari Bank Syariah BUMN. Hal itu diumumkan usai tiga bank syariah milik BUMN yakni BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri (BSM) menandatangani akta penggabungan (merger) menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengaku belum bisa memberi jawaban pasti berapa besar dana yang akan ditarik. Namun, sempat beredar bocoran nilainya bisa mencapai Rp 15 triliun. Saat dikonfirmasi langsung, Anwar tak membantah maupun mengiyakan bocoran angka tersebut.


"(Rp 15 triliun ya?) Waddduuuuh itu baru bisa terjawab mungkin di akhir Januari. Kan BSI saja baru akan jalan tanggal 1 Februari 2021," ujar Anwar kepada detikcom, Sabtu (19/12/2020).


Saat ini, jumlah dana yang mau ditarik Muhammadiyah itu sedang dihitung oleh tim khusus internal mereka. Tim khusus itu sudah terbentuk dan diketuai oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Zamroni.


"Lagi dihitung oleh tim," katanya.


Untuk diketahui, pengumuman Muhammadiyah menarik dana dari ketiga bank itu keluar tepat usai digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait merger dan komposisi komisaris dan direksi bank syariah tersebut.


Secara terbuka, Muhammadiyah mengungkapkan alasannya mau menarik dana dari sana. Salah satunya tidak lain terkait komposisi komisaris dan direksi yang ditunjuk. Namun, belum jelas apa maksud dari pertimbangan tersebut.


"Melihat komposisi Komisaris, Direksi dan DPS PT Bank Syariah Indonesia hasil merger yang baru diumumkan maka mungkin Muhammadiyah sebaiknya melakukan pengkajian tentang hal tersebut," kata Anwar.

https://cinemamovie28.com/movies/porkys/


Simak! Ini Tarif Rapid Test Antigen di Bandara Yogyakarta


PT Angkasa Pura I bekerja sama dengan PMI DIY melayani pengujian rapid test antigen di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Layanan ini sudah bisa dimanfaatkan mulai 18 Desember 2020.

PTS General Manager Bandara YIA PT Angkasa Pura I, Taochid Purnomo Hadi mengatakan layanan ini untuk mengakomodir pengguna jasa penerbangan yang membutuhkan hasil Rapid Test Antigen.


"Bandara Internasional Yogyakarta telah menambah layanan Rapid Test Antigen di Bandara Internasional Yogyakarta," kata Taochid dalam keterangannya, Sabtu (19/12/2020).


Layanan rapid test antigen ini berada di posko PMI yang ada di area Mezzanin YIA. Bukan hanya untuk pengguna jasa pesawat, masyarakat umum juga bisa menggunakan layanan ini.


"Layanan ini beroperasi setiap hari di Lantai Mezzanine sisi timur Gedung Penghubung terminal penumpang YIA," jelasnya.


Pelayanan dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan rapid test antigen akan dipatok seharga Rp 170 ribu. Sementara untuk rapid test antibody seharga Rp 85 ribu.


"Hasilnya dapat diambil sekitar 30 menit setelah pemeriksaan atau pengambilan sampel (rapid test antigen). Lama waktu pengambilan hasil test menyesuaikan antrean," pungkasnya.


Jeff Bezos, Orang Terkaya Dunia yang Diramal Akan Bangkrut


 Jeff Bezos saat ini merupakan orang terkaya di dunia berkat Amazon. Perusahaan penjualan online terkemuka ini berhasil membuat Jeff Bezos memiliki kekayaan US$ 182 miliar. Kekayaan Bezos diramal bisa habis atau bangkrut dalam beberapa dekade yang akan datang.

Melansir Entrepreneur, Sabtu (19/12/2020), khususnya di halaman korporat Business of Fashion, seorang pendiri dan penasehat Retail Prophet untuk beberapa merek paling dihormati di dunia meramal akhir dari Amazon.


"Saya pikir dalam 10 tahun Amazon akan menurun dan hanya ada beberapa alasannya," tulis Stephens.


Para ahli menilai langkah Amazon yang mengikuti jejak perusahaan lain menjadi penyebab utama Jeff Bezos bangkrut. Stephens mencontohkan seperti yang dilakukan Walmart.


"Antara 1962 dan awal 2000-1n, Walmart memimpin bisnis ritel mengalahkan lusinan pesaingnya baik yang besar maupun kecil. Pada tahun 2010, Walmart telah membuka 4.393 toko yang mengejutkan lebih dari 3.000 di antaranya dibuka setelah tahun 1990," Stephens menjelaskan.


Setelah berhasil membuka banyak toko, Walmart pun akhirnya mengalami penurunan besar dalam kinerja penjualan di tahun 2015. Penurunan penjualan itu dikarenakan Walmart terlambat dalam menerapkan bisnis secara online.


"Penurunan itu menunjukkan bahwa perusahaan paling besar pun bisa jatuh," kata Stephens.

https://cinemamovie28.com/movies/sakral/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar