Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa 'wabah pneumonia misterius' di Kazakhstan berada di bawah pengawasan WHO. WHO mengaku telah bekerja sama dengan pihak berwenang Kazakhstan untuk menyelidiki lebih lanjut terkait wabah tersebut.
Namun, pada Jumat (9/7/2020) Dr Michael Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO mengatakan kasus-kasus di Kazakhstan ini kemungkinan termasuk kasus virus Corona COVID-19. Mengapa disebut demikian?
"Kasus-kasus ini kemungkinan COVID-19, mengingat bahwa telah terjadi lonjakan besar pada COVID-19 di negara ini baru-baru ini, dengan lebih dari 10.000 kasus seperti itu didiagnosis di sana pada minggu lalu," kata Ryan, dikutip dari Live Science.
WHO menjelaskan tengah melihat kualitas pengujian atau tes Corona yang dilakukan. "Jika beberapa kasus pneumonia yang tidak spesifik ini disebabkan oleh hasil tes negatif palsu untuk COVID-19," lanjut Ryan.
Ryan mencatat bahwa kelompok pneumonia atipikal dapat terjadi 'di mana saja di dunia dan kapan saja'. Selain itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk penyakit legionnaire atau pneumonia berat yang disebabkan oleh bakteri dalam genus legionella atau influenza.
"Lintasan ke atas kasus COVID-19 di negara ini akan menunjukkan bahwa banyak dari kasus ini sebenarnya adalah kasus COVID-19 yang tidak terdiagnosis," kata Ryan.
Namun Ryan mencatat bahwa WHO akan tetap terbuka dengan segala kemungkinan dan bukti-bukti yang ada. Kedutaan besar China sebelumnya memperingatkan terkait kemunculan 'wabah pneumonia misterius' di Kazakhstan. Sementara pihak berwenang di luar China menduga kasus tersebut termasuk kasus virus Corona COVID-19.
Dikutip dari Live Science, para pejabat dengan kedutaan besar di Kazakhstan pada Kamis (9/7/2020) mengeluarkan peringatan kepada warganya bahwa pneumonia tidak dikenal ini setidaknya telah menewaskan lebih dari 1.700 orang di Kazakhstan, termasuk warga China, demikian laporan CNN.
"Tingkat kematian penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus Corona baru," kata para pejabat memperingatkan berdasarkan laporan Newsweek.
Sementara itu, pihak berwenang di Kazakhstan membantah wabah yang disebut pneumonia misterius tidak seperti yang diinformasikan. Sebuah pernyataan dari Kementerian Kesehatan Kazakhstan mengatakan bahwa ada 'pneumonia virus akibat etiologi yang tidak ditentukan' di negara itu.
Dikatakan bahwa klasifikasi terkait wabah tersebut 'tidak spesifik' mengarah ke kasus virus Corona COVID-19 yang telah didiagnosis berdasarkan gejala dan tidak dikonfirmasi dengan uji laboratorium.
Idap Penyakit Langka, Gadis Ini Mengeluarkan Air Mata Darah
Dokter mata dari All India Institute of Medical Sciences di New Delhi beberapa waktu lalu menangani keluhan seorang ibu yang ingin anaknya diperiksa karena telah mengeluarkan darah di matanya selama satu minggu.
"Darah yang keluar dari matanya mengerikan. Saya harap tidak akan terjadi hal serupa pada waktu yang akan datang," ucap ibu tersebut dikutip dari NewsWeek.
Pasien yang merupakan seorang gadis berusia 11 tahun ini kemudian dirawat dan diawasi selama dua hari untuk mengetahui apa penyebabnya. Selama menjalani perawatan, pasien terus mengeluarkan darah di matanya hingga tiga kali per hari.
Dokter spesialis mata sudah menjalankan serangkaian tes dan hasil darahnya jelas, kelenjar air mata tampak utuh, dan tes fungsi hati dan ginjalnya sangat baik.
Sebelumnya, pada 10 tahun yang lalu, kasus yang serupa pernah terjadi di India. Gadis berusia 14 tahun yang bernama Twinkle Dwive mengeluarkan darah di beberapa bagian seperti mata, garis rambut, telapak tangan dan telapak kakinya tanpa adanya luka ataupun goresan.
Kondisi ini sangat jarang dan secara medis dikenal sebagai Haemolacria. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam StatPearls Publishing mengatakan Haemolacria menyebabkan seseorang menghasilkan air mata darah dan umumnya dikaitkan dengan tumor, trauma, infeksi, atau infeksi umum seperti konjungtivitis.
Dikutip dari Healthline, Haemolacria bisa disebabkan adanya perubahan hormon, menstruasi, tumor, tekanan darah tinggi, dan kelainan darah.
Tetapi dalam kasus ini dokter belum memastikan penyebabnya karena hasil pemeriksaan gadis berusia 11 tahun baik-baik saja sehingga sampai saat ini belum ada kejelasan yang tepat. Oleh karena itu, diagnosis Haemolacria tetap 'idiopatik' (tidak diketahui penyebabnya).
https://nonton08.com/star/stefan-rollins/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar