Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Sabtu (11/7/2020), akumulasi kasus positif bertambah 1.671 orang sehingga totalnya 74.018.
Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 34.719 dan yang meninggal menjadi 3.535.
Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Sabtu (11/7/2020):
1. Jumlah kasus positif bertambah 1.671 menjadi 74.018.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 1.190 menjadi 34.719.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 66 menjadi 3.535.
Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.
Sebelumnya pada Jumat (10/7/2020), jumlah akumulatif kasus positif corona di Indonesia berada di angka 72.347, dengan 33.529 di antaranya sembuh dan 3.469 meninggal.
Sering Pakai Masker di Dagu? Ini Bahaya yang Mengintai
Di era new normal saat ini, menggunakan masker menjadi suatu kewajiban saat beraktivitas sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko penularan virus Corona COVID-19.
Namun, sayangnya masih banyak yang keliru saat menggunakan masker. Contohnya, kebiasaan menurunkan masker ke dagu karena merasa pengap. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko tertular virus Corona.
Anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengatakan bahwa penggunaan masker yang benar bisa mengurangi risiko tertular virus Corona hingga lebih dari 50 persen.
"Efektivitas mengenakan masker dengan baik dan benar dapat menekan peluang penularan lebih dari 50 persen," kata dr Reisa dalam siaran langsung BNPB beberapa waktu lalu.
Sementara itu, dokter spesialis anestesiologi dan dosen di Yale School of Medicine, Shan Soe-Lin, mengatakan seseorang butuh waktu untuk membiasakan diri dalam menggunakan masker. Tetapi, ini tidak menjadi alasan untuk menurunkan masker ke dagu, karena risiko terpapar virus Corona akan semakin besar.
"Jika kamu merasa sedikit pengap, kamu mungkin sudah menggunakan maskernya dengan benar," kata Soe-Lin, dikutip dari New York Times.
"Kamu tidak boleh menarik atau menurunkan masker ke dagu. Jika kamu merasa kesulitan mengenakan masker, biarkan saja," lanjutnya.
Peneliti nanoteknologi dari Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Eng Muhamad Nasir, menuturkan bahwa masker yang diturunkan ke dagu ketika dikenakan akan memudahkan virus untuk masuk melalui hidung dan mulut.
"Masker jenis apapun, kalau melorot dan hidungnya nggak ditutup berarti kan 100 persen percuma karena ada peluang masuk lewat hidung. Kalau misal mulut yang terbuka dalam artian sampai dagu, virus bisa masuk lewat dua-duanya (hidung dan mulut)," jelas Eng kepada detikcom pada wawancara beberapa waktu lalu.
Wabah Pneumonia Kazakhstan Disebut Lebih Mematikan dari Corona, Apa Kata WHO?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa 'wabah pneumonia misterius' di Kazakhstan berada di bawah pengawasan WHO. WHO mengaku telah bekerja sama dengan pihak berwenang Kazakhstan untuk menyelidiki lebih lanjut terkait wabah tersebut.
Namun, pada Jumat (9/7/2020) Dr Michael Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO mengatakan kasus-kasus di Kazakhstan ini kemungkinan termasuk kasus virus Corona COVID-19. Mengapa disebut demikian?
"Kasus-kasus ini kemungkinan COVID-19, mengingat bahwa telah terjadi lonjakan besar pada COVID-19 di negara ini baru-baru ini, dengan lebih dari 10.000 kasus seperti itu didiagnosis di sana pada minggu lalu," kata Ryan, dikutip dari Live Science.
WHO menjelaskan tengah melihat kualitas pengujian atau tes Corona yang dilakukan. "Jika beberapa kasus pneumonia yang tidak spesifik ini disebabkan oleh hasil tes negatif palsu untuk COVID-19," lanjut Ryan.
Ryan mencatat bahwa kelompok pneumonia atipikal dapat terjadi 'di mana saja di dunia dan kapan saja'. Selain itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk penyakit legionnaire atau pneumonia berat yang disebabkan oleh bakteri dalam genus legionella atau influenza.
"Lintasan ke atas kasus COVID-19 di negara ini akan menunjukkan bahwa banyak dari kasus ini sebenarnya adalah kasus COVID-19 yang tidak terdiagnosis," kata Ryan.
Namun Ryan mencatat bahwa WHO akan tetap terbuka dengan segala kemungkinan dan bukti-bukti yang ada. Kedutaan besar China sebelumnya memperingatkan terkait kemunculan 'wabah pneumonia misterius' di Kazakhstan. Sementara pihak berwenang di luar China menduga kasus tersebut termasuk kasus virus Corona COVID-19.
https://nonton08.com/star/kristine-froseth/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar