Selasa, 14 Juli 2020

Corona RI Tembus 78.572 Kasus, 5 Provinsi Ini Nihil Kasus Baru Per 14 Juli

Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus virus Corona COVID-19. Ada wilayah yang melaporkan banyak kasus baru, ada juga yang sama sekali tidak ada kasus.
Hingga Selasa (14/7/2020) sudah ada 78.572 kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, ada 37.636 pasien yang sembuh sementara 3.710 lainnya meninggal dunia.

Berikut wilayah yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru pada 14 Juli.

Kalimantan Barat
Kalimantan Utara
Lampung
Maluku
Nusa Tenggara Timur
Sedangkan wilayah di Indonesia yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak:

Jawa Timur = 353 kasus
DKI Jakarta = 268 kasus
Sulawesi Selatan = 197 kasus
Kalimantan Selatan = 161 kasus
Sumatera Utara = 130 kasus
Bali = 101 kasus
Jawa Tengah = 80 kasus

Air Purifier Basmi Penyebaran Virus Corona di Udara?

Ketika semua orang berusaha melawan virus Corona, upaya apapun akan dilakukan untuk mengurangi peluang terinfeksi virus, termasuk membeli produk air purifier atau pembersih udara. Apakah pembersih udara efektif membunuh virus Corona.
Pembersih udara dengan filtrasi HEPA dinilai efektif untuk menangkap partikel yang lebih kecil dari virus yang menyebabkan COVID-19. HEPA (high-efficiency particulate air) sendiri merupakan teknologi yang menggunakan kipas untuk menarik partikel yang ada di udara dan menangkapnya.

Menurut badan perlindungan lingkungan AS (Environmental Protection Agency), filter mekanis ini dapat menghilangkan setidaknya 99,97% jamur, serbuk, debu, bakteri, dan partikel yang terbawa udara.

"Sistem penyaringan ini sering direkomendasikan untuk penderita alergi," kata Jill Grimes, MD, seorang dokter keluarga di Texas seperti dikutip dari Refinery.

Virus yang menyebabkan COVID-19 berdiameter sekitar 0,125 mikron. Ukuran tersebut masuk dalam kisaran ukuran partikel yang bisa ditangkap filter HEPA, yakni 0,01 mikron dan ukuran di atasnya.

Informasi ini terdengar menjadi secercah harapan bagi situasi saat ini, mengingat badan kesehatan dunia WHO mengakui kemungkinan potensi 'airborne transmission' atau penularan lewat udara virus Corona penyebab COVID-19.

Grimes menyarankan orang agar tidak terburu-buru membeli air purifier. Dia mengingatkan bahwa pembersih udara bukan lapisan perlindungan pertama, bahkan satu-satunya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada filter yang menggantikan efektivitas memakai masker dan menjaga jarak, dua cara yang paling disarankan dalam upaya memerangi penyakit ini.

"Pembersih udara bisa menjadi lapisan perlindungan tambahan, tetapi bukan satu-satunya senjata. Rumah atau kantor Anda boleh dilengkapi filter HEPA, tapi bukan berarti Anda bisa melenggang tanpa mengenakan masker," ujarnya.

Jadi, apakah perlu punya pembersih udara? Sesuaikan saja dengan budget, terutama jika punya alergi, pembersih udara akan sangat berguna.

Grimes juga merekomendasikan untuk melihat secara detail sebelum membeli pembersih udara, karena beberapa perangkat ini dirancang untuk kamar yang lebih besar dan ada pula yang untuk yang lebih kecil.

"Itu akan berdampak pada perbedaan dalam tingkat keefektifan, apakah Anda mencoba menyaring alergen atau aerosol yang berpotesi membawa virus Corona," ujarnya.

Namun sekali lagi, Grimes menyebutkan bahwa anggaran untuk masker wajah harus didahulukan ketimbang air purifier. "Masker sebagai filter HEPA pribadi untuk wajah Anda," katanya.

Tak lupa, dia mengingatkan agar selalu mengikuti saran ahli kesehatan untuk pencegahan COVID-19. Selain menggunakan masker ketika keluar rumah, kita juga diminta untuk selalu menjaga jarak, sering mencuci tangan dan membersihkan permukaan yang sering disentuh dengan disinfektan.
https://kamumovie28.com/shoukoku-no-altair-episode-5/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar