Minggu, 22 Desember 2019

Pulau 'Topeng Monyet' Vietnam Dikritik Aktivis

Di Nha Trang, Vietnam, ada satu tempat yang dijuluki Pulau Monyet karena atraksi "Topeng Monyet" yang hadir di sana. Tapi ada yang menilai aksi itu kejam.

Pulau Monyet alias Monkey Island ini merupakan salah satu spot wisata yang dapat ditemukan di Nha Trang. Di sini dapat ditemui ragam aksi yang mengetengahkan para monyet, bagaikan "Topeng Monyet" yang dikenal di Indonesia.

Dalam tur tersebut para primata di Pulau Monyet biasanya akan menaiki sepeda motor, mengangkat beban, dan memasukkan bola basket ke keranjang. Pertunjukan diakhiri dengan aksi kera mengumpulkan uang dari penonton.

Nah, atraksi tersebut rupanya juga dapat kecaman dari aktivis perlindungan hewan PETA, seperti dilansir AFP. Mereka menyebut ada nuansa kekejaman terhadap aktivitas tersebut. Apalagi di tempat lain pada pulau itu pengunjung bisa bertaruh pada lomba renang monyet. Dia juga mengimbau para turis agar berhenti membeli tiket untuk melihat aksi "Topeng Monyet" di Nha Trang.

"Monyet tidak bisa memilih untuk berjalan dengan kaki belakangnya, mengendarai sepeda, atau melakukan trik yang tidak berarti dan memalukan - mereka hanya belajar untuk takut apa yang akan terjadi jika mereka tidak melakukannya," kata Jason Baker dari PETA.

Truong Nguyen Phuoc An, selaku manajer Pulau Monyet, menegaskan bahwa hewan-hewan yanh ada di sana tidak pernah dipukuli. Para satwa ini pun dirawat dengan baik berkat uang tiket dari turis.

"Kami memiliki uang untuk memelihara pulau itu dan membeli lebih banyak makanan untuk monyet-monyet," katanya.

Nusa Penida Makin Menarik untuk Wisata Religi Warga Bali

Nusa Penida bukan hanya menarik untuk wisman. Warga Bali pun pergi ke sana untuk wisata religi. Kapal wisata besar semakin dibutuhkan.

"Sejak 2015 berkembang wisata religi untuk warga Bali ke Nusa Penida, Warga lokal menyeberang ke Nusa Penida untuk wisata religi sembahyang," kata I Made Sinta, pemilik dealer mesin kapal Suzuki dan galangan Sinta Marine di sela Acara Seaventure 2019 di Gili Trawangan, Senin (23/9/2019) malam.

Banyak warga Nusa Penida merantau ke Bali untuk bekerja. Saat Hari Raya Galungan mereka pulang kampung.

"Sekarang permintaan untuk boat besar semakin banyak, kapasitas 80 orang ke atas. Kalau boat kecil, lama untuk mengurai penumpangnya," kata Sinta.

Selain perantau balik kampung, sekarang makin banyak umat Hindu dari berbagai daerah di Bali sengaja wisata religi sembahyang ke Nusa Penida. Ada banyak destinasi pura yang menarik di sana.

"Paling banyak ke Pura Dalem Ped dan banyak pura unik di sana. Ada yang bentuknya mobil (Pura Paluang-red)," kata dia.

Dalam sehari, satu operator bisa melakukan 10 perjalanan PP dari pagi sampai sore. Hanya butuh perjalanan sekitar 30 menit untuk menyeberang dari Bali ke Nusa Penida.

5 Destinasi Wisata Indonesia yang Mirip dengan di Luar Negeri

Beberapa destinasi wisata di Indonesia berikut ini punya kemiripan, dan tidak kalah keren, dengan yang ada di luar negeri. Ada yang mirip dengan pemandangan di Selandia Baru, bahkan Stonehenge di Inggris.

1. Bukit Bikum

Bukit Bikum akan membuat kamu merasa berada di New Zealand atau Selandia Baru. Bertempat di Mollo Utara, NTT yang dikelilingi oleh bukit-bukit kecil yang indah. Tempat ini kerap disebut sebagai negeri seribu bukit, nah salah satu bukit cantiknya ialah Bikium.

Warna dari bukit ini akan berubah seiring pergantian musim. Saat kemarau, rumput Bukit Bikum akan berwarna coklat keemasan. Pemandangan langit yang biru dan bukit yang indah bisa menjadi tempat refreshing buat traveler.

2. Asia Farm

Pekanbaru punya wisata yang bisa buat traveler merasa jalan-jalan keliling Eropa dan Jepang dalam 1 hari. Asia Farm, wisata yang baru di buka pada April 2019 ini menawarkan pemandangan layaknya Eropa dan Jepang.

Ketika masuk ke Asia Farm, traveler akan menemukan kincir angin besar berwarna merah bak Hay day di Belanda. Ada juga jalan kecil dengan bangunan ala Swiss, di sini ada rumah-rumah kecil layaknya perdesaan di Eropa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar