Tak tahu dirinya hamil, Jodi-Marie, wanita pelayan restoran berusia 20 tahun di Inggris 'mendadak' melahirkan. Ia mengira, perutnya membuncit karena terlalu banyak makan.
"Saya pikir sakitnya adalah usus buntu atau karena salah makan. Saya memikirkan segala kemungkinan, tapi tidak terpikir saya akan melahirkan. Saya tidak mengalami gejala apa pun, saya masih menstruasi sepanjang waktu, tidak sakit dan tidak mual," terangnya, dikutip dari Metro UK, Minggu (9/5/2021).
Anehnya, Jodi sempat rutin meminum obat kontrasepsi. Namun ia menjelaskan, sering 'skip' lantaran lupa. Di awal kehamilan, ia bahkan sempat beberapa kali melakukan tes kehamilan dan hasilnya selalu negatif.
Di ulang tahun ke-20nya, Jodi masih sanggup pergi 'clubbing', berpesta bersama teman-temannya sembari tak tahu tubuhnya tengah mengandung.
"Tidak ada bentuk benjolan (di perut). Memang setelah saya makan, saya selalu merasa lebih kembung dibanding biasanya. Saya pikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sampai saya terpikir mungkinkah saya hamil," ujarnya.
Jodi masih menjalani pekerjaannya 8 jam per hari. Sesekali ia merasakan sakit di perutnya. Sampai suatu hari, sakit perutnya menjadi-jadi. Ketika duduk, sakit perutnya semakin terasa.
Jodi berpikir, tidak biasanya wanita hamil mengalami sakit perut hebat sebagaimana yang dialaminya.
Hingga suatu malam, Jodi tak sanggup lagi menahan rasa sakitnya. Meski sudah meminum 3 pil obat pereda nyeri, sakitnya malah menjadi-jadi.
Ia dilarikan ke rumah sakit. Hal pertama yang dilakukan dokter adalah melakukan tes kehamilan. Saat itu, Jodi masih percaya-tak percaya. Namun hasil berkata lain. Tubuh Jodi rupanya tengah menghitung waktu menuju melahirkan.
"Dokter mengatakan, harus melakukan beberapa tes lagi pada saya. Saya dibawa dengan kursi roda, tak tahu akan ke mana. Sampai perawat bilang, saya akan ke ruang bersalin dan saya akan segera melahirkan," ujarnya.
Dengan dukungan keluarga dan teman-teman terdekat, Jodi melahirkan bayi perempuan cantik dan sehat yang ia namai Skyla. Kini Jodi menjalani hari-harinya bersama Skyla, si bayi ajaib.
https://movieon28.com/movies/lupin-the-third-vs-detective-conan-the-movie/
5 Fakta 'Sindrom Havana' di Balik Dugaan Serangan Sonik Misterius di AS
Kondisi kesehatan misterius yang disebut 'Sindrom Havana' atau 'Havana Syndrome' dikeluhkan oleh puluhan pejabat pemerintahan Amerika Serikat. Semula dilaporkan di luar negeri, kini ditemukan juga di dalam negeri.
Disebut Sindrom Havana karena pertama kali memang dilaporkan terjadi di Kuba, dialami oleh pejabat di kedutaan AS di negara tersebut pada 2016. Sejak saat itu, beberapa kasus dilaporkan terjadi di beberapa kedutaan AS di negara lain.
Diduga, keluhan tersebut berhubungan dengan serangan frekuensi radio yang diarahkan. Korbannya mengalami sejumlah keluhan terkait fungsi saraf mulai dari sakit kepala hingga gangguan pendengaran.
Beberapa fakta Sindrom Havana terangkum sebagai berikut, dikutip dari Healthline:
1. Diidentifikasi tahun 2016
Kasus pertama diidentifikasi tahun 2016. Seorang personel pemerintahan AS di Havana mengalami mengalami disfungsi menetap pada mental, telinga bagian dalam, dan gerakan mata. Keluhan sakit kepala dan susah tidur juga menyertai.
Berbagai keluhan tersebut dikaitkan dengan laporan fenomena sensori yang diarahkan dan tidak jelas sumbernya. Individu yang terdampak diketahui tidak memiliki riwayat cedera kepala.
2. Kondisi psikis?
Sebuah studi di Journal of the Royal Society of Medicine pada 2019 menginvestigasi kemungkinan Sindrom Havana sebagai penyakit psikogenik. Penyakit ini biasanya diidentifikasi setelah berbagai penyebab medis dan biologis telah dikesampingkan.
Namun spekulasi ini diragukan mengingat banyak kasus lain bermunculan. Hingga pada satu titik, dinilai terlalu banyak untuk dianggap sebagai penyakit psikogenik.
"Pada perorangan, jelas. Tapi ini terlalu banyak," kata Dr Darius Kohan, direktur saraf dan telinga dari Lenox Hill Hospital dan Rumah Sakit THT Manhattan di New York.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar