- Huawei mengalihkan fokus bisnisnya ke area software, seperti cloud computing dan mobil pintar karena bisnis hardwarenya terus ditekan lewat berbagai sanksi dari Amerika Serikat.
Peralihan fokus ini terlihat dari beberapa produk Huawei yang dirilis belakangan. Seperti sistem mobil otonom yang dipakai oleh Arcfox, perusahaan pembuat mobil di bawah BAIC Group, yang merilis mobil dengan OS HarmonyOS, lengkap dengan teknologi mobil otomon garap raksasa asal China itu.
Huawei memang tak membuat mobil pintar, namun mereka fokus pada teknologi yang ada di balik mobil pintar tersebut, demikian dikutip detikINET dari CNBC, Senin (26/4/2021).
Kemudian sebelumnya Huawei juga merilis beberapa produk cloud computing baru untuk bersaing dengan pemimpin pasar di China, yaitu Alibaba. Harapannya adalah bisnis baru ini bisa meningkatkan proporsi pemasukan dari bisnis software dan layanan dalam pemasukan total Huawei.
"Nantinya hal ini akan meningkatkan proporsi dari bisnis software dan layanan kami dalam gabungan pemasukan total," tulis Huawei dalam pernyataan resminya.
Seperti diketahui, bisnis Huawei beberapa waktu belakangan memang tertekan. Yaitu karena berbagai sanksi yang mereka terima dari pemerintah AS, seperti masuknya nama mereka dalam Entity List, daftar perusahaan yang tak boleh berbisnis dengan perusahaan asal AS, juga tak bisa menggunakan teknologi asal Negeri Paman Sam tersebut.
"Huawei melipatgandakan peralihannya menjadi perusahaan software/cloud dan layanan. Dengan langkah seperti ini Huawei berubah menjadi seperti Google," ujar Neil Shah, direktur penelitian di Counterpoint Research.
Google adalah perusahaan yang ada di balik Android, sistem operasi paling banyak dipakai di ponsel pintar di seluruh dunia. Mereka juga menggarap software untuk mobil pintar, serta bisnis cloud computing yang bertumbuh sangat cepat.
HarmonyOS ini tampaknya akan menjadi 'Android-nya' Huawei, karena didesain untuk bisa dipakai di bermacam perangkat, dari mulai ponsel, TV, sampai mobil. Namun di ranah bisnis baru ini Huawei juga akan mendapat tantangan dari beberapa perusahaan China yang sudah menggarap sektor ini.
Contohnya Alibaba yang merupakan pemimpin pasar untuk bisnis cloud computing di China, sementara di sektor mobil pintar, ada sejumlah perusahaan yang sudah hadir lebih dulu, seperti Baidu, ataupun pemain baru seperti Xiaomi yang baru-baru ini menyatakan minatnya di sektor ini.
https://trimay98.com/movies/butter-2/
Peringatan Elon Musk Soal Misi ke Mars: Banyak Orang Mungkin Mati
Elon Musk telah lama berambisi mengirimkan manusia ke Planet Mars. Ia juga blak-blakan tentang risiko besar yang harus dihadapi oleh kelompok manusia pertama yang tiba di Mars.
Dalam wawancara dengan pendiri dan chairman X Prize Foundation Peter Diamandis, Musk ditanya apakah rencananya membangun kehidupan di Mars merupakan pintu keluar bagi orang-orang kaya yang ingin melarikan diri dari Bumi yang sudah tidak layak huni.
Dengan lugas ia memberikan jawabannya bahwa misi ini tidak ditujukan sebagai jalan keluar karena ancaman kematian yang dihadapi sangat besar.
"Kalian mungkin akan mati, itu akan menjadi sangat tidak nyaman dan mungkin tidak memiliki makanan yang enak," kata Musk kepada Diamandis, seperti dikutip dari Fox Business, Senin (26/4/2021).
Musk menambahkan misi ini harus dipromosikan sebagai perjalanan yang sangat berat dan berbahaya di mana penumpangnya mungkin tidak akan bisa kembali ke Bumi dengan selamat.
Pria berusia 49 tahun ini juga menekankan bahwa misi ini tidak untuk semua orang dan sambil tertawa kecil mengatakan perjalanan ini hanya untuk relawan.
"Sejujurnya, banyak orang mungkin akan mati di awal," kata Musk, sambil mengatakan bahwa misi ini akan menjadi petualangan dan pengalaman yang luar biasa.
Ini bukan pertama kalinya Musk memperingatkan bahwa misi Mars akan menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. Sebelumnya ia pernah mengatakan bahwa orang yang ingin pergi ke Mars harus siap untuk meninggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar