Selasa, 11 Mei 2021

60 Persen Pemudik Positif Corona: Tinggi Amat, Positivity Rate RI Berapa?

 - Total ada 4.123 orang positif Corona di antara 6.742 pemudik, lewat tes acak yang dilakukan pemerintah. Data tersebut dihimpun dari 381 lokasi pos penyekatan mudik, menurut Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, disampaikan Senin (10/5/2021).

Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman tak heran mengapa positivity rate dari tes acak pemudik melampaui Corona harian Indonesia. Sebab, menurutnya angka harian Corona RI bisa 10 kali lipat dari yang dilaporkan.


"Karena sebetulnya kasus yang terjadi di masyarakat lebih banyak, lebih tinggi, dari pemodelan epidemiologi itu setidaknya 10 kali dari yang dilaporkan, 50 ribu kasus, atau minimal itu 10 ribuan kasus harian itu," jelas Dicky saat dihubungi detikcom Selasa (11/5/2021).


Terlebih, kata Dicky, level Corona di Indonesia sudah masuk tahap 'community transmission' menurut organisasi kesehatan dunia (WHO). Artinya, banyak kasus yang belum bisa ditemukan sejauh ini lantaran testing, tracing, dan treatment (3T) belum berjalan baik.


"Jadi kalau test positivity rate kita yang sekarang tinggi, sudah sangat tinggi, itu juga bisa sebetulnya lebih dari yang 15 persen ini," tuturnya.


Lebih lanjut, dirinya mengingatkan agar masyarakat benar-benar menahan diri untuk mudik Lebaran tahun ini. Jika tetap nekat, bukan tidak mungkin ledakan COVID-19 serupa seperti India akan terjadi pula di Indonesia.


"Ditemukan 2/3 pemudik itu positif ya nggak usah kaget, memang kita ini dalam posisi sangat serius karena bom waktu sudah dimana-mana, kita sudah dalam community transmission ini sudah satu tahunan, itu level terburuk," jelas Dicky.


Menurutnya, apa yang terjadi saat ini di India berawal dari klaster-klaster yang tidak terdeteksi sehingga kemudian menjadi bom waktu bagi negaranya. Jika tes ditingkatkan, bukan mustahil ratusan ribu kasus Corona di Indonesia ditemukan setiap harinya.


"Karena kalau tes kita ditingkatkan ratusan ribu ketemu juga nggak usah heran sebetulnya karena memang sudah ada, hanya karena memang minim 3 T kita ini sangat berbahaya," pungkasnya.

https://cinemamovie28.com/movies/lockout/


Dialami Tengku Zulkarnain, Ini 4 Alasan Diabetes Bisa Perburuk COVID-19


Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia pada Senin (10/5/2021) setelah sempat dirawat di ICU karena terpapar COVID-19. Disebutkan, Ustaz Tengku Zulkarnain juga memiliki penyakit komorbid yaitu diabetes melitus.

"Iya ada DM (diabetes melitus). Ada penyakit bawaan lah. Sehingga kalau kena covid jadi lebih parah," kata Direktur HRD dan Corporate Communication Tabrani Group Ian Machyar, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (10/5/2021).


Diabetes atau diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang terjadi akibat pankreas yang tidak bisa memproduksi insulin yang cukup. Lalu, bagaimana penyakit ini bisa memperburuk kondisi orang yang terinfeksi COVID-19?


Dokter spesialis endokrin, dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES, mengatakan jika seseorang telah mengidap diabetes dan terinfeksi COVID-19, kondisinya sudah fatal. Itu karena pada orang yang mengidap diabetes sistem kekebalannya sangat rendah.


"Kalau dia kena diabetes dan COVID-19, itu sudah fatal, nggak bisa kita tolong. Orang diabetes itu imunitasnya rendah, lalu dimasukin COVID-19 akan semakin rentan," kata dr Roy melalui diskusi daring beberapa waktu lalu.


Tak hanya itu, dr Roy juga menyebutkan 4 hal yang menjadi alasan diabetes bisa memperburuk kondisi seseorang yang terinfeksi COVID-19 seperti Tengku Zulkarnain.


1. Imunitas menurun

Orang dengan penyakit diabetes daya tahan tubuhnya menurun. Saat titik gula darah tinggi, kemampuan sel-sel yang membuat zat-zat imunitas akan berkurang.


2. Pembuluh darah rusak

Jika seseorang sudah lama mengidap diabetes, kondisi pembuluh darahnya rusak. Hal itu bisa membuat organ-organ tubuh lainnya juga rusak.


3. Faktor usia


Pada umumnya, penderita diabetes itu berusia lanjut. Kebanyakan dari mereka berusia di atas 60 tahun, di mana pada kondisi itu kesehatan tubuh semakin menurun.


"Contohnya nggak mau minum, usia segitu jarang minum. Akibatnya, akan membuat stres bertambah lalu penyakit juga bertambah," kata dr Roy.


4. Ada penyakit penyerta lain

Pada pengidap diabetes, biasanya ada beberapa penyakit penyerta lain yang diidapnya. Misalnya seperti darah tinggi, kolesterol, dan asam urat. Kondisi ini bisa membuat kondisi orang tersebut menjadi semakin buruk jika terinfeksi COVID-19.


"Jika ada penyakit yang ngikut, dia jadi semakin rentan sekali untuk terjadinya perburukan kalau kena (COVID-19)," pungkasnya.

https://cinemamovie28.com/movies/the-fox-hunt-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar