Indonesia kaya dengan wisata kuliner khas daerah. Weekend di Pekanbaru, kamu harus coba bakwan Sumatera.
Bakwan sumatera merupakan kuliner unik legendaris yang berada di Pekanbaru. Terletak di jl Sumatera Gg Rupat, Bakwan Sumatera ini sudah ada sejak tahun 1977.
Awalnya ide diciptakan Bakwan Sumatera ini dicetuskan oleh Bapak H. latief Gavar dan Ibu HJ Nurbiah latief, ternyata hasil kreasinya di sukai oleh masyarakat.
Uniknya Bakwan Sumatera ini berbeda dari bakwan pada umumnya, yang menggunakan tepung dan aneka sayuran seperti wortel, kol, daun bawang dan tauge. Bakwan sumatera ini terbuat dari tepung dan kentang yang dipotong dadu saja, dibentuk seperti mangkok kecil dan yang lebih istimewa lagi dimakan bersama kuah mpek-mpek.
Rasa asin gurih dari bakwan berpadu dengan kuah asam pedas cukup menggugah selera para penikmat kuliner. Tak heran pengunjungnya selalu membludak baik dari warga setempat maupun wisatawan, apalagi disaat makan siang atau weekend.
Harga per potong Bakwan Sumatera ini 3.000 rupiah dan rasanya tak cukup makan hanya satu potong. Pengunjung biasanya menghabiskan minimal 5 potong Bakwan Sumatera sekali berkunjung. Selain Bakwan Sumatera juga menjual makanan lain seperti Indomie dll.
Bila berkunjung ke Pekanbaru jangan lupa untuk mampir dan mencicipinya, jika mau dibawa sebagai oleh oleh mereka juga menyediakan yang mentahnya dan bisa digoreng sendiri di rumah. Untuk menjaga kualitas rasa, maka usaha keluarga ini hanya ada di Jl. Sumatera tersebut. Jadi jangan lupa berkunjung ya!
Tansi Ampek, Air Terjun Perawan dari Sumbar
Inilah Air terjun Tansi Tampek di Sumatera Barat. Masih perawan dan asri, air terjun ini bisa jadi pilihan untuk lepaskan penat sepekan.
Berada di kota Padang Aro, ibukota Kabupaten Solok Selatan merupakan sebuah berkah tersendiri. Waktu seakan berhenti dikota kecil ini, perbukitan dengan hutan belantara dan kabut tipis serta berhawa sejuk ini memang tiada duanya.
Kota ini di kelilingi oleh sungai dan lembah, sungainya pun banyak mulai dari hulu yang kecil hingga ke hilir yang semakin melebar. Kebanyakan sungai berhulu dikaki gunung Kerinci yang berdiri dengan gagah perkasa. Sehingga tidak heran dijuluki sebagai nagari seribu sungai.
Air terjun Tansi Ampek menyajikan pemandangan yang indah mengingat alam di sekitarnya masih alami dan perawan. Air terjun ini memiliki debet air yang stabil serta memiliki kolam dengan kedalaman airnya yang cukup untuk para pengunjung berenang di sana.
Untuk sampai di objek wisata yang berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat ibukota Solok Selatan, Padang Aro, pengunjung akan melewati kawasan perkebunan teh PT Mitra Kerinci sepanjang 3 kilometer yang berlatar tinggi menjulang Gunung Kerinci.
Hamparan perkebunan teh dengan hawa dingin serta udara sejuk mampu menghilangkan penat pengunjung setelah berkendaraan melewati perjalanan panjang. Diperlukan kendaraan mobil 4x4 agar bisa menanjak dengan jalanan berbatu serta motor yang handal, jangan motor matic yang dipastikan akan gagal untuk mencapai puncak.
Waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun ini adalah disaat musim kemarau saat ini, karena debit air bisa tiba-tiba meninggi dan menjadi air bah yang berbahaya bagi pengunjung dikala musim hujan. Tetapi karena didaerah pegunungan Kerinci, gerimis kecil sering turun walaupun disaat musim kemarau seperti dibulan September 2019.
Ada banyak air terjun dikota Padang Aro ini, sedikitnya terdapat 5 buah air terjun baik yang kecil maupun yang besar. Tetapi yang terbesar yaitu air terjun tangsi ampek, yang terdiri dari dua tingkat.
Tingkat pertama memiliki ketinggian 15 meter dan tingkat kedua dengan tinggi 10 meter yang berjarak 5 meter dari air terjun tingkat pertama. Bahkan ditahun 2009, menurut catatan ada 4 orang atlet kayak internasional dari Afrika Selatan meluncur dengan kayak dari ketinggian 16 meter dalam rangka mengikuti kegiatan survei dan eksebisi kayak arus deras di Solok Selatan.
Wilayah yang dikenal sebagai Nagari Seribu Sungai itu memiliki sungai-sungai dengan kualitas kelas dunia untuk menjadi destinasi wisata kayak arus deras (Whitewater Kayaking).
Tapi sayang "bungkusan" obyek wisata dikota ini masih seadanya saja dan lebih mengandalkan orang lokal sebagai guide. Tidak ada penanda obyek wisata dan jalan menuju ke obyek wisata pun belum ditata rapi.
Padahal potensinya sangat luar biasa. Kembali ke air terjun tangsi ampek, jalan setapak menuju ke lokasi air terjun ini agak sedikit tertata dan yang masih kurang mengenai safety untuk para pengunjung.
Yang patut diingat ketika hujan deras turun sebelumnya, para pengunjung dilarang untuk turun kedalam aitr terjun, karena dikhawatirkan terjadi air bah yang bisa datang tiba-tiba. Air yang segar dan keadaan sekitar yang masih alami ditambah dengan kebun teh yang maha luas, dipastikan rasa lelah pasti sirna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar