Penerbangan jam 08.00 dan tiba di KL jam 11.00 siang. Perbedaan waktu KL JKT hanya 1 jam. Tiba di KLIA 2 kami dijemput oleh kerabat dari temanku. Untuk menghemat waktu, kami dipandu untuk menggunakan bus menuju ke KL Sentral karena di sana kami harus melanjutkan perjalanan menuju apartemen milik kakaknya menggunakan LRT.
Jika suatu hari teman-teman berencana untuk melakukan trip singkat ke Malaysia gak perlu khawatir, karena transportasi di Malaysia mudah dan jelas. Kenapa saya bisa bilang begitu karena semua sudah ada penunjuk arah dan sistem trasnportasinya berjalan dengan baik. Ga percaya? Silahkan dicoba nanti ya.
Fyi (for your information) tiket bus menuju KL Sentral memang sedikit mahal, sekitar 12 RM. Kalau jenis busnya mirip-mirip Damri lah. Kami melanjutan perjalanan menggunakan LRT dari KL Sentral dengan tujuan Wangsa Maju.
Harga tiketnya 3.5 RM untuk 1 orang. Saat tiba di Stesen Wangsa Maju kami diajak naik bus seperti Transjakarta. Harganya 1 RM per orang dan turun di depan apartemennya.
Di hari pertama kami berhasil mengunjungi tempat wajib setiap turis jika berkunjung ke KL adalah Petronas Twin Towers, Suria KLCC, dan tak lupa untuk kuliner keliling di Jalan Alor.
Di hari kedua kami berwisata ke Batu Caves, Bukit Bintang dan beli oleh-oleh di Central Market dan Petaling Street, karena malam terakhir di KL mau tidak mau kami harus membeli oleh-oleh.
Habis berapa sih beli oleh-oleh? Kalau saya sih hampir habis 90 RM, cukup untuk beli oleh-oleh teman kantor dan teman gereja. Ya, kalau gak mau kena pengeluaran yang banyak saran saya beli oleh-oleh hanya untuk orang terdekat saja.
Satu lagi kalau berburu oleh-oleh di 2 tempat tersebut jangan lupa keluarkan jurus tawar menawar ya dengan pedagang setempat. Banyak kok yang dari mereka mengerti bahasa melayu dan bahkan ada juga yang berasal dari Indonesia, jadi pintar-pintar lah menawar.
Tips lagi jika wisata ke Batu Caves lebih baik gunakan celana panjang ya untuk menghemat pengeluaran tidak memakai kain panjang untuk menutup paha sampai bawah. Pengalaman karena teman memakai celana pendek akhirnya dia harus menyewa kain tersebut. Sayang kan uangnya, bisa kita pakai untuk membeli air mineral atau menambah untuk membeli oleh-oleh.
Lalu gimana untuk makan selama 3 hari nya di sana? Untuk makan, kami selalu sharing. Jadi beli beberapa makanan, kita saling mencicipi makanan satu sama lain. Cara ini cukup ampuh, begitu pun saat di apartemen.
Karena kami yang pergi sebagian besar adalah perempuan, maka setiap pagi kami selalu patungan untuk membeli sayur mayur dan lauk mentah yang nantinya akan dimasak di apartemen, jadi bisa hemat sampai malam, bahkan sampai keesokan hari. Harga air mineral di sini juga tidak jauh berbeda dengan harga air mineral di Indonesia, kisaran Rp 3.000 saja.
Seperti yang saya bilang di awal, keliling Malaysia bisa dijangkau menggunakans transportasi umum. Selain menggunakan LRT kami juga memanfaatkan bus wisata gratis saat menuju ke Batu Caves. Oh ya? Kok ada? ya jelas ada dong.
Kami naik bus gratis dari Stesen Gombak. Jangan malu ya untuk bertanya, karena itu kunci buat kita bisa tahu bus mana saja yang gratis.
Begitupun dari Bukit Bintang, kami naik bus gratis menuju Central Market dan Petaling Street. Total ringgit yang saya bawa adalah 300 RM, 90 RM untuk oleh-oleh dan 210 RM untuk makan dan transportasi. Cukup hemat kan!
Saya hanya menukarkan ringgit Rp 1 juta, dengan tiket Rp 500 ribu, jadi dengan Rp 1.500.000 saja, saya sudah bisa melepas penat di Negeri Jiran.
Saran saya rajin-rajinlah mencari tiket promo karena semakin hemat promo yang di dapat maka akan menunjang kita untuk bisa liburan hemat dalam beberapa hari. Selamat menjelajah teman-teman!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar