Biduran atau kaligata adalah kondisi kulit yang tampak merah, berbintil-bintil, dan terasa gatal. Biduran diperkirakan bisa dialami sekitar 20 persen orang dalam masa hidupnya dengan tingkat keparahan ringan hingga parah.
Dikutip dari WeBMD, biduran bisa dikategorikan menjadi dua jenis berdasarkan durasi munculnya gejala.
Biduran akut terjadi dalam kurun waktu kurang dari enam minggu dan biasanya disebabkan alergi. Sementara biduran kronis terjadi lebih dari enam minggu dengan penyebab yang lebih sulit ditentukan karena bisa berkaitan dengan penyakit lain.
Apa penyebab biduran?
The National Health Service Inggris (NHS) menjelaskan pada dasarnya biduran terjadi ketika senyawa histamin yang berperan dalam proses peradangan dilepaskan pada area kulit. Dampaknya pembuluh darah di area kulit jadi melebar, membuat lebih banyak cairan masuk berujung pembengkakan dan rasa gatal.
Hal-hal yang diketahui bisa jadi penyebab biduran:
1. Alergi makanan, obat, atau senyawa tertentu. Sebagai contoh biduran bisa terjadi karena kontak fisik dengan zat iritan.
2. Infeksi bakteri atau virus.
3. Gigitan serangga
4. Stimulus fisik mulai dari tekanan, suhu dingin, suhu panas, olahraga, hingga paparan sinar matahari. Hal ini yang biasanya jadi penyebab biduran di malam hari.
Apa obat gatal biduran?
The American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI) menyarankan berkonsultasi dengan ahli alergi untuk mengidentifikasi secara pasti penyebab munculnya biduran pada seseorang. Bila sudah tahu maka langkah terbaik adalah menghindari atau mencegah terpapar pemicu sehingga biduran tidak muncul.
Dokter bisa juga meresepkan obat antihistamin untuk membantu meredakan keluhan gatal-gatal karena biduran.
"Obat ini bekerja dengan cara menghalangi efek histamin, senyawa di kulit yang menjadi penyebab gejala alergi," tulis ACAAI.
Obat biduran atau tindakan lain yang juga bisa dilakukan adalah:
1. Hindari menggaruk atau menggesek-gesek kulit yang terasa gatal.
2. Bila biduran muncul karena cuaca dingin maka gunakan pakaian hangat atau yang sejenisnya.
3. Bila biduran muncul karena cuaca panas maka hindari paparan sinar matahari. Gunakan krim tabir surya.
4. Hindari pakaian yang ketat. Tekanan yang terus menerus pada kulit bisa jadi pemicu biduran.
https://trimay98.com/movies/the-paradise-suite/
Klaster Corona Pasca Libur Lebaran Bertambah, Catat Sebarannya
Beberapa waktu lalu, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah mencatat sedikitnya ada 10 klaster Corona yang terjadi selama kegiatan Ramadhan dan Lebaran 2021 di Pulau Jawa. Namun, saat ini sudah ada 11 klaster Corona yang terdeteksi.
Klaster tersebut diketahui berasal dari beberapa wilayah di Pulau Jawa, seperti Banyumas, Banyuwangi, hingga DKI Jakarta. Sejumlah klaster itu terdiri dari klaster tarawih, halal bihalal, hingga imbas dari pelaku perjalanan.
Melihat hal ini, Direktur Jenderal bina administrasi kewilayahan Dr Safrizal ZA, Msi mengatakan perlu adanya intervensi yang bersinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi.
"Dengan beberapa catatan-catatan klaster baru yang perlu intervensi yang bersinergi, baik dari pemerintah kemudian pemerintah provinsi terhadap kabupaten dan kota dimana terbentuk klaster-klaster akibat dari pasca ramadan, kemudian pasca lebaran serta liburan," katanya dalam koordinasi Satgas COVID-19, Senin (7/6/2021).
Berikut rincian 11 klaster Corona di Pulau Jawa selama kegiatan Ramadhan dan Lebaran 2021, yang telah tercatat oleh Satgas COVID-19.
1. Kasus berkaitan dengan Pemudik dari Jakarta
Total kasus: Seorang kakek di Klaten, 1 keluarga di Cianjur, rombongan pemudik di Cilacap, dan balita terinfeksi di Garut.
2. Klaster halal bi halal Jakarta Timur
- Lokasi: di 16 rumah di RT 03/RW 03, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
- Total kasus: 51 orang.
3. Klaster halal bi halal Jakarta Timur
- Lokasi: RT 06/RW 03, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
- Total kasus: 30 orang.
4. Klaster tarawih di Banyumas
- Lokasi: Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Timur.
- Total kasus: 7 orang
5. Klaster tarawih di Banyumas
- Lokasi: Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Timur.
- Total kasus: 33 orang.
6. Klaster tarawih di Pati
- Lokasi: Perumahan RSS Sidokerto, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
- Total kasus: Dari 220 orang yang diswab, sebanyak 56 orang positif.
7. Klaster pemudik di Pati
Total kasus: 39 orang.
8. Klaster tarawih di Malang
- Lokasi: Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, Jawa Timur.
- Total kasus: 21 orang.
9. Klaster tarawih di Banyuwangi
- Lokasi: Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Jawa Timur.
- Total kasus: 62 orang positif COVID-19, 6 orang meninggal dunia, dan 7 orang dirawat di RS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar