Rabu, 09 September 2020

Kasus COVID-19 Bukan yang Tertinggi, Kenapa RI 'Di-lockdown' Negara Lain?

 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk tidak berkunjung ke Indonesia. Tidak hanya AS, Malaysia juga melarang beberapa negara untuk masuk ke wilayahnya, termasuk Indonesia.
dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menjelaskan alasan mengapa akhirnya banyak negara yang melarang warga negara mereka mengunjungi Indonesia. Salah satunya dilihat dari grafik kasus Corona, belum menunjukkan penurunan jumlah kasus sama sekali.

"Kalau dilihat di grafik, hanya Indonesia dan India yg belum menunjukkan penurunan jumlah kasus, bahkan angka kematian Indonesia melebihi angka kematian global. Ini cukup mengerikan bagi negara lain," bebernya.

Selain itu, Pane menyoroti pengendalian wabah Corona di Indonesia tidak sesuai standar. "Dan upaya pengendalian yang dilakukan sama sekali tidak memenuhi kaidah-kaidah standar dalam epidemiologi," lanjutnya.

Alih-alih menangani kasus Corona sesuai standar, Pane menilai Indonesia terlalu sibuk membandingkan dengan negara lain. Bahkan ia menyoroti kasus Amerika Serikat kini sudah mengalami penurunan.

"Upaya yang ada adalah membandingkan Indonesia dengan negara-negara yang sama kondisinya dengan kita, terutama penyumbang kasus terbesar di dunia seperti Amerika Serikat dan India, tapi melupakan China yang jumlah penduduknya terbesar di dunia dengan kasus yang sangat sedikit saat ini, bahkan Amerika sudah mengalami penurunan jumlah kasus dengan baik," katanya.

Senada dengan Pane, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc mengatakan, larangan masuk dari beberapa negara adalah hal yang wajar. Angka kasus Corona di Indonesia masih terbilang sangat tinggi.

"Saya pikir nggak ada orang yang berani ke Indonesia karena kasusnya masih banyak. Iya menurut saya sih Indonesia dilarang semua negara wajar," ungkapnya saat diwawancara secara terpisah.

"Malaysia melarang orang Indonesia itu wajar. Tetapi kalau Amerika melarang Indonesia ya tidak wajar aja orang kasusnya Amerika lebih banyak, kalau Malaysia kan wajar kalau dari kasusnya semula kosong," pungkasnya.

Kasus Corona Terus Meningkat, Malaysia Perketat Aturan Kontak Fisik

Angka kasus virus Corona di negara tetangga Indonesia, Malaysia, masih terus meningkat. Hal ini membuat pemerintah di negara tersebut menghimbau warganya untuk tidak melakukan kontak fisik, termasuk fist bump atau mengadu kepalan tangan yang gunakan sebagai pengganti salam.
Menurut Wakil Menteri Kesehatan Malaysia, Noor Azmi Ghazali melihat fist bump ini melibatkan kontak fisik yang bisa meningkatkan risiko penularan COVID-19.

"Seharusnya tidak ada salam dan bentuk kontak tubuh lainnya," kata Noor Azmi Ghazali yang dikutip dari Free Malaysia Today, Rabu (9/9/2020).

"Kementerian lebih suka meletakkan tangan di dada dan sedikit membungkuk sebagai tanda salam hormat. Saya mendorong orang-orang untuk lebih berhati-hati," lanjutnya.

Noor Azmi mengatakan, pihaknya akan terus memantau pandemi ini, karena mereka masih belum mengetahui lebih jelas tentang penyakit tersebut. Untuk memerangi lonjakan ini, pemerintah pun akan melipatgandakan upaya dalam memerangi pandemi, seperti pemakaian masker, kebiasaan mencuci tangan, hingga jaga jarak fisik.

Meski kasusnya meningkat, menurut Noor Azmi Malaysia sudah terbukti menjadi salah satu negara yang bisa mengelola dan mengendalikan penyakit akibat virus Corona. Bahkan hal ini sudah mendapatkan pengakuan dari dunia.
https://cinemamovie28.com/bodyguard/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar